-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    500 Guru Berkumpul di Sidrap! Temu Pendidik Nusantara XIII Hadirkan Semangat Pendidikan Unggul Berkelas Dunia

    Satry Polang
    Sabtu, 18 Juli 2026, Juli 18, 2026 WIB Last Updated 2026-07-18T12:55:38Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     

    500 Guru Berkumpul di Sidrap! Temu Pendidik Nusantara XIII Hadirkan Semangat Pendidikan Unggul Berkelas Dunia

    SIDRAP, NarasiRakyat.id – Semangat membangun pendidikan yang unggul, adaptif, dan berkarakter kembali menggema di Kabupaten Sidenreng Rappang. Sebanyak 500 peserta yang terdiri atas guru, murid bertalenta, praktisi pendidikan, serta pembicara nasional berkumpul dalam Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Sidenreng Rappang, yang berlangsung di Eco Park Camp Datae, Sabtu–Minggu (18–19 Juli 2026).


    Kegiatan yang diselenggarakan bersama Guru Belajar Foundation ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang secara serentak dilaksanakan di 91 daerah di Indonesia. Mengusung tema "Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Dunia", TPN XIII mengajak para pendidik untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi dalam menjawab tantangan pendidikan di era global.


    Berbeda dari seminar konvensional, Temu Pendidik Nusantara Sidrap mengusung konsep berkemah di alam terbuka, menghadirkan suasana belajar yang lebih santai, reflektif, dan bermakna. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun jejaring antarpendidik.


    Berbagai agenda inspiratif disajikan selama dua hari pelaksanaan, di antaranya Bincang Pendidikan, Cerdas Cermat Guru, Kelas Kompetensi, Kelas Pemimpin, Kelas Pendidik, pemberian beasiswa, hingga pentas seni guru dan murid yang menampilkan kreativitas serta kolaborasi dunia pendidikan.


    Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat pendaftaran yang dilakukan secara mandiri. Mereka datang dengan semangat berbagi praktik baik, memperluas wawasan, serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan sekolah yang lebih maju dan berkualitas.


    Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D. (H), yang hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pendidikan unggul hanya dapat diwujudkan melalui budaya belajar yang terus tumbuh di kalangan pendidik.


    "Kegiatan seperti ini harus dibiasakan sehingga menjadi budaya belajar bagi guru untuk menjawab tantangan zaman. Pendidikan itu melampaui ruang kelas. Saya mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan unggul di Bumi Nene Mallomo dengan tergerak sendiri, massaromase, dari panggilan jiwa melakukan perubahan dalam dunia pendidikan," ujar Syaharuddin Alrif.

     

    Menurut Bupati, transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan, tetapi membutuhkan guru-guru yang terus belajar sepanjang hayat, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta menjadi agen transformasi di sekolah masing-masing.


    Sementara itu, Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Sidrap, Rahmat Ahmad, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini merupakan Temu Pendidik Nusantara keempat yang digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Ia mengatakan konsep perkemahan dipilih agar peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga membangun kedekatan, semangat kolaborasi, dan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.


    "Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih santai, dekat dengan alam, tetapi tetap bermakna. TPN bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan gerakan bersama untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan menginspirasi sesama guru demi kemajuan pendidikan," ujar Rahmat Ahmad.

     

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, di antaranya Lazuna Chicken, PLN UID Sulselrabar, Bank Sulselbar, Bank Hasamitra, Sidrap Bersinar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap, Cabang Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Wilayah IV, serta Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.


    Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan.


    Melalui Temu Pendidik Nusantara XIII, Sidrap kembali menunjukkan komitmennya sebagai daerah yang aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kapasitas guru. Semangat belajar sepanjang hayat yang diusung dalam kegiatan ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi budaya di lingkungan pendidikan.


    Lima Fakta Menarik

    1. Temu Pendidik Nusantara XIII Sidrap diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas guru, murid bertalenta, dan praktisi pendidikan.
    2. Kegiatan merupakan bagian dari gerakan nasional Guru Belajar Foundation yang dilaksanakan serentak di 91 daerah di Indonesia.
    3. Tema tahun ini, "Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Dunia", mengajak guru membangun pendidikan yang berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
    4. Peserta mengikuti beragam kegiatan, mulai dari Bincang Pendidikan, Cerdas Cermat Guru, Kelas Kompetensi, Kelas Pemimpin, Kelas Pendidik, pemberian beasiswa, hingga pentas seni guru dan murid.
    5. TPN XIII Sidrap menggunakan konsep berkemah di Eco Park Camp Datae, menghadirkan pengalaman belajar kolaboratif yang lebih dekat dengan alam.


    Temu Pendidik Nusantara XIII bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan yang menegaskan bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Ketika para pendidik berkumpul untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi, dan membangun kolaborasi, sesungguhnya mereka sedang menanam benih perubahan bagi masa depan pendidikan Indonesia. Dari Eco Park Camp Datae, semangat massaromase dan gotong royong kembali digaungkan sebagai energi untuk melahirkan sekolah-sekolah yang lebih inovatif, guru-guru yang terus bertumbuh, dan generasi muda yang siap menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai anak bangsa. Sidrap kembali menunjukkan bahwa pendidikan unggul lahir dari aksi nyata, kolaborasi, dan komitmen yang dijalankan secara berkelanjutan.

    Komentar

    Tampilkan