![]() |
| Bekal Pejuang Dakwah di Era Modern, Ini Nasihat Ust. Lukmanul Hakim dalam Tarbiyah Gabungan Wahdah Baranti |
BARANTI, NarasiRakyat.id – Semangat membangun kader yang kokoh secara spiritual terus digelorakan Unit Kaderisasi Wahdah Islamiyah Baranti melalui kegiatan Tarbiyah Gabungan (Targab) yang digelar pada Kamis malam, 23 Juli 2026, di Kelapa Tua, kediaman Akh Rusman, Simpo.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian menyukseskan Muktamar V Wahdah Islamiyah ini berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan. Para peserta mengikuti rangkaian tadabbur Al-Qur'an dengan penuh perhatian sebagai upaya memperkuat fondasi keimanan sekaligus memperkokoh kesiapan menjadi pejuang dakwah di tengah berbagai tantangan zaman.
Mengangkat tema "Bekal untuk Para Pejuang", kajian disampaikan oleh Ust. Lukmanul Hakim, Lc., M.A., Pengurus Dewan Syariah Wahdah Islamiyah yang juga menempuh pendidikan doktoral bidang Tafsir dan Hadits di King Saud University, Riyadh.
Dalam pemaparannya, beliau mengajak para kader untuk menjadikan Surah Al-Muzzammil sebagai panduan dalam membangun kekuatan ruhiyah sebelum terjun berdakwah kepada masyarakat.
"Seorang pejuang dakwah harus lebih dahulu memperbaiki hubungannya dengan Allah. Dari sanalah kekuatan dakwah akan lahir," demikian inti pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Amalan Rahasia Menjadi Pondasi Seorang Pejuang
Salah satu pesan utama yang mendapat perhatian jamaah adalah pentingnya memiliki amalan rahasia (A'malus Sirr), yakni ibadah yang hanya diketahui oleh Allah SWT.
Ust. Lukmanul Hakim menjelaskan bahwa Qiyamul Lail merupakan salah satu bentuk amalan terbaik yang mampu menjaga keikhlasan sekaligus menjadi sumber kekuatan spiritual seorang dai.
Selain membiasakan shalat malam, beliau juga mengingatkan agar setiap muslim senantiasa memperbanyak membaca Al-Qur'an karena merupakan dzikir yang paling utama.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga oleh kualitas hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Enam Bekal yang Harus Dimiliki Pejuang Dakwah
Berdasarkan tadabbur Surah Al-Muzzammil, terdapat enam bekal penting yang wajib dimiliki setiap dai maupun pejuang dakwah.
Pertama, memiliki amalan rahasia, khususnya membiasakan qiyamul lail sebagai ibadah yang tersembunyi dari pandangan manusia.
Kedua, memperbanyak dzikir, terutama membaca Al-Qur'an sebagai dzikir yang paling utama.
Ketiga, menjaga keikhlasan, dengan meluruskan niat hanya untuk mengharap ridha Allah SWT, bukan pujian ataupun popularitas.
Keempat, menanamkan sifat sabar dalam menghadapi ujian, penolakan, maupun berbagai tantangan dakwah.
Kelima, membangun dakwah di atas ilmu, berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar serta tidak berbicara mengenai agama tanpa dasar ilmu.
Keenam, menjaga istiqamah, yakni tetap teguh berada di atas jalan kebenaran hingga akhir hayat.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal yang relevan tidak hanya bagi para dai, tetapi juga bagi seluruh umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Momentum Menyambut Muktamar V Wahdah Islamiyah
Selain menjadi majelis ilmu, Tarbiyah Gabungan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di antara kader Wahdah Islamiyah Baranti.
Melalui forum seperti ini, proses kaderisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan wawasan keilmuan, tetapi juga pembinaan karakter, spiritualitas, dan komitmen dalam mengemban amanah dakwah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta silaturahmi yang semakin mempererat persaudaraan antarpeserta.
Lima Fakta Menarik
- Tarbiyah Gabungan merupakan bagian dari rangkaian menyukseskan Muktamar V Wahdah Islamiyah.
- Materi kajian diambil dari Tadabbur Surah Al-Muzzammil yang sarat pesan pembinaan ruhiyah.
- Narasumber merupakan Pengurus Dewan Syariah Wahdah Islamiyah sekaligus mahasiswa doktoral Tafsir dan Hadits di King Saud University, Riyadh.
- Kajian menekankan pentingnya amalan rahasia sebagai sumber kekuatan dakwah yang sering kali terlupakan.
- Peserta diajak membangun keseimbangan antara ibadah, ilmu, akhlak, dan istiqamah sebagai fondasi perjuangan dakwah.
Tarbiyah Gabungan Wahdah Islamiyah Baranti menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya dibangun melalui retorika, tetapi dimulai dari pembinaan hati, kedekatan kepada Allah SWT, serta penguatan ilmu yang benar. Dari majelis-majelis ilmu seperti inilah diharapkan lahir para pejuang dakwah yang ikhlas, sabar, berilmu, dan istiqamah, sehingga mampu menghadirkan manfaat bagi umat serta menjadi cahaya di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Reporter: Tim NarasiRakyat.id
Editor: Redaksi NarasiRakyat.id















