![]() |
Pemkab Sidrap Perkuat Pasokan LPG 3 Kg Pastikan Kebutuhan Masyarakat dan Petani Tetap Terpenuhi |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus bergerak memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram (Kg) bagi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan akibat musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga aktivitas rumah tangga sekaligus mendukung sektor pertanian yang saat ini membutuhkan pasokan energi lebih besar untuk mengoperasikan pompa air di lahan persawahan.
Komitmen itu disampaikan langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, saat memberikan keterangan di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Ahad (19/7/2026).
Kuota LPG Sidrap Meningkat Menjadi 109 Persen
Syaharuddin Alrif mengungkapkan bahwa koordinasi intensif bersama berbagai pihak telah membuahkan hasil. Kuota LPG 3 Kg untuk Kabupaten Sidrap kini telah meningkat menjadi 109 persen dari alokasi sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan respons atas naiknya konsumsi LPG yang dipicu musim kemarau, terutama di sektor pertanian.
"Karena dampak kemarau El Nino ini meningkatkan pemakaian kuota LPG 3 Kg. Alhamdulillah, kuota LPG 3 Kg untuk Sidrap sudah bertambah menjadi 109 persen," ujar Syaharuddin.
Peningkatan kuota ini diharapkan mampu mengurangi potensi kelangkaan serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Tambahan Kuota Masih Terus Diperjuangkan
Tidak berhenti pada penambahan yang telah disetujui, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga terus mengupayakan tambahan kuota baru melalui koordinasi dengan PT Pertamina dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Bupati menjelaskan bahwa usulan tambahan sebesar 30 persen telah disampaikan dan diharapkan segera terealisasi.
"Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk penambahan 30 persen. Insya Allah besok atau lusa kuota tambahan LPG ini sudah masuk," jelasnya.
Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat sebelum terjadi kekurangan pasokan di lapangan.
Diprioritaskan untuk Mendukung Produktivitas Pertanian
Menurut Syaharuddin, tambahan kuota LPG tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga diprioritaskan mendukung aktivitas pertanian, khususnya pengoperasian pompa air pada lahan yang terdampak kekeringan.
"Insya Allah kuota tambahan LPG ini untuk menambah pompa di sawah-sawah kita. Kami sedang berusaha. Mohon bersabar," tambahnya.
Pemanfaatan LPG sebagai sumber energi pompa air menjadi salah satu solusi yang ditempuh pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau berlangsung.
Agen dan Pangkalan Diminta Patuhi Aturan
Bupati juga memberikan peringatan kepada seluruh agen dan pangkalan LPG 3 Kg di Kabupaten Sidrap agar tidak mempersulit masyarakat memperoleh gas bersubsidi.
Ia menegaskan bahwa seluruh penyalur wajib menjual LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah dan tidak mengambil keuntungan di luar ketentuan.
"Saya sampaikan kepada seluruh pangkalan atau agen, jangan dipersulit masyarakat kita untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg. Harga harus sesuai standar pemerintah. Jangan dijual melebihi harga pemerintah," tegasnya.
Menurut Syaharuddin, situasi kemarau panjang membutuhkan kepedulian seluruh pihak agar masyarakat dan petani tetap memperoleh akses energi yang memadai.
Optimistis Menjaga Produksi Hingga Musim Panen
Bupati berharap penambahan kuota LPG dapat membantu masyarakat melewati masa-masa sulit akibat kemarau panjang hingga memasuki musim panen.
"Kita bisa lolos di bulan Juli ini. Insya Allah bulan Agustus kita panen," tutupnya.
Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Pertamina dan aparat terkait akan terus melakukan pemantauan di lapangan agar LPG 3 Kg tersalurkan tepat sasaran serta dijual sesuai HET.
Lima Fakta Menarik
- Kuota LPG 3 Kg untuk Kabupaten Sidrap meningkat menjadi 109 persen sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan selama musim kemarau.
- Pemkab Sidrap mengusulkan tambahan kuota sebesar 30 persen melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pertamina.
- Tambahan LPG diprioritaskan untuk mendukung pompa air petani, sehingga produktivitas sawah tetap terjaga di tengah dampak El Nino.
- Bupati mengingatkan seluruh agen dan pangkalan agar menjual LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak mempersulit masyarakat.
- Pengawasan distribusi akan terus diperkuat bersama Pertamina dan aparat terkait untuk memastikan LPG bersubsidi tepat sasaran.
Energi yang Terjaga, Harapan Petani Tetap Menyala
Di tengah tantangan musim kemarau, ketersediaan energi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat dan produktivitas sektor pertanian. Penambahan kuota LPG 3 Kg merupakan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi sekaligus membantu petani mengairi lahan agar tidak mengalami gagal panen.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap, Pertamina, pemerintah provinsi, agen penyalur, dan masyarakat, distribusi LPG bersubsidi diharapkan semakin tertib, tepat sasaran, dan memberi manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan semangat gotong royong dan kebijakan yang responsif, Sidrap optimistis mampu melewati dampak El Nino serta menjaga ketahanan pangan menuju musim panen yang diharapkan masyarakat.
Editor: Redaksi NarasiRakyat.id















