![]() |
| 14 Penghargaan dalam Setahun! Transformasi Kesehatan Sidrap Tunjukkan Capaian Mengejutkan, Ini Daftar Lengkapnya |
SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Satu tahun perjalanan transformasi kesehatan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menunjukkan sejumlah capaian yang menonjol. Bukan hanya ditandai dengan 14 penghargaan tingkat provinsi dan nasional, tetapi juga diperlihatkan melalui penguatan layanan kesehatan primer, penanggulangan stunting dan TB, hingga penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Transformasi tersebut berlangsung di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D. (Hon) bersama Wakil Bupati Nurkanaah, S.H., M.Si., dengan sektor kesehatan berada di bawah koordinasi Kepala Dinas Kesehatan Sidrap Dr. Ishak, SKM., M.Kes.
Mengusung semangat “Bersama Wujudkan Masyarakat Sidrap Sehat, Sidrap Hebat!”, capaian yang dipaparkan dalam infografis satu tahun transformasi kesehatan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah untuk menggeser orientasi pelayanan dari sekadar aktivitas menjadi hasil yang dapat diukur.
14 Penghargaan, dari Stunting hingga Layanan Digital
Dalam periode tersebut, Dinas Kesehatan Sidrap mencatat 14 prestasi dan penghargaan.
Salah satu capaian datang dari Generasi Maju Bebas Stunting Award atas upaya pengendalian stunting yang diberikan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia.
Sidrap juga tercatat sebagai peringkat pertama kabupaten pelaksana inovasi Aksi Stop Stunting terbaik se-Sulawesi Selatan, sekaligus meraih peringkat kedua kabupaten dengan progres penurunan stunting terbaik se-Sulawesi Selatan.
Pada bidang kabupaten sehat, Sidrap memperoleh penghargaan Kabupaten Sehat kategori PADAPA dari Kementerian Kesehatan.
Prestasi lainnya mencakup eliminasi filariasis, capaian tertinggi ketiga dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Sulawesi Selatan, serta dua penghargaan nasional terkait pemetaan risiko Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tahun 2025.
Penghargaan tersebut terdiri atas capaian sebagai kabupaten dengan pemetaan risiko PIE terbaik serta kelengkapan dokumen rekomendasi pemetaan risiko PIE mencapai 100 persen.
UHC hingga Integrasi Digital Puskesmas
Transformasi layanan kesehatan Sidrap juga menyentuh aspek jaminan kesehatan dan digitalisasi pelayanan.
Sidrap meraih Penghargaan Nasional Universal Health Coverage (UHC) 2026 kategori Madya, yang diserahkan dalam International Expo Kemayoran Jakarta pada 27 Januari 2026.
Tak lama kemudian, empat puskesmas—Puskesmas Pangkajene, Baranti, Amparita dan Kulo—mendapat penghargaan atas komitmen FKTP dalam implementasi integrasi P-Care, antrean online dan i-Care.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Jenderal Teknologi Informasi BPJS Kesehatan pada 3 Februari 2026.
Di bidang pemeriksaan kesehatan perempuan, Sidrap juga mencatat urutan pertama capaian Bulan Pemeriksaan DNA HPV Kanker Leher Rahim dari Kementerian Kesehatan RI.
Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi kesehatan tidak hanya menyentuh layanan tatap muka, tetapi juga pemanfaatan teknologi dan penguatan deteksi dini.
Angka Kematian Ibu Menurun, Bayi Juga Menunjukkan Perbaikan
Salah satu indikator yang paling penting dalam membaca keberhasilan sistem kesehatan adalah keselamatan ibu dan bayi.
Data yang tercantum dalam infografis menunjukkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 8 kasus pada 2024, menjadi 6 kasus pada 2025, kemudian tercatat 1 kasus hingga Agustus 2026.
Pada Angka Kematian Bayi (AKB), jumlah kasus juga menunjukkan tren penurunan, dari 86 kasus pada 2024, menjadi 75 kasus pada 2025, dan tercatat 18 kasus hingga Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting bahwa penguatan layanan kesehatan ibu dan anak perlu terus dipertahankan dan diperluas.
Namun, data hingga Agustus 2026 masih merupakan capaian sementara tahun berjalan. Karena itu, konsistensi pelayanan dan pencegahan tetap menjadi pekerjaan penting hingga akhir tahun.
Dari Satu Pustu ILP Menjadi 102
Transformasi layanan primer juga menjadi salah satu sorotan.
Sebelumnya hanya terdapat satu Pustu ILP, kini Sidrap mencatat pembentukan 102 Pustu ILP.
Perubahan tersebut menunjukkan upaya memperluas layanan kesehatan primer agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal.
Selain Pustu ILP, terdapat 89 Posyandu Era Baru, dengan 68 di antaranya telah teregister.
Penguatan layanan primer menjadi penting karena sebagian besar persoalan kesehatan masyarakat dapat dicegah atau ditangani lebih awal ketika akses terhadap pelayanan dasar tersedia dan berfungsi dengan baik.
106 Desa/Kelurahan Siaga TB
Komitmen terhadap penanggulangan tuberkulosis juga menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi kesehatan Sidrap.
Hingga Agustus 2026, sebanyak 106 desa/kelurahan telah menjadi Desa/Kelurahan Siaga TB, atau mencapai 100 persen dari wilayah desa/kelurahan yang tercantum dalam capaian tersebut.
Pendekatan berbasis wilayah ini penting karena penanggulangan TB tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam menemukan kasus, mendukung pengobatan dan mencegah penularan.
Dengan cakupan 100 persen, seluruh desa/kelurahan di Sidrap diharapkan memiliki perhatian dan mekanisme penguatan terhadap persoalan TB.
Dinas Kesehatan Jadi OPD dengan Penghargaan Terbanyak
Dari sisi kelembagaan, Dinas Kesehatan Sidrap juga mencatat prestasi sebagai OPD terbaik dalam kategori penghargaan terbanyak antar-OPD tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka HUT Kabupaten Sidenreng Rappang ke-682.
Dinas Kesehatan juga menerima penghargaan atas partisipasi dan peran aktif dalam pencapaian Sidenreng Rappang sebagai Kabupaten Terbaik I kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting se-Sulawesi.
Sementara dalam momentum HUT ke-81 RI, Dinas Kesehatan Sidrap juga meraih Juara 1 Lomba Kebersihan dan Keindahan Kantor kategori Organisasi Perangkat Daerah.
Artinya, capaian sektor kesehatan tidak hanya berbicara tentang indikator medis, tetapi juga menyentuh tata kelola organisasi dan kontribusi terhadap program pembangunan daerah.
Lima Fakta Menarik Transformasi Kesehatan Sidrap
1. Ada 14 penghargaan dalam satu rangkaian capaian
Prestasi yang dicatat mencakup tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, mulai dari stunting, UHC, surveilans penyakit hingga layanan kesehatan.
2. AKI turun dari 8 menjadi 1 kasus
Data infografis menunjukkan AKI turun dari 8 kasus pada 2024 menjadi 6 kasus pada 2025 dan tercatat 1 kasus hingga Agustus 2026.
3. 102 Pustu ILP telah terbentuk
Dari sebelumnya hanya satu Pustu ILP, jumlahnya meningkat menjadi 102.
4. Seluruh 106 desa/kelurahan menjadi Siaga TB
Capaian penanggulangan TB telah mencakup 106 desa/kelurahan atau 100 persen.
5. Transformasi menyentuh layanan digital
Empat puskesmas mendapatkan penghargaan atas integrasi P-Care, antrean online dan i-Care.
Prestasi Bukan Garis Akhir
Empat belas penghargaan adalah capaian yang layak diapresiasi. Namun, dalam dunia kesehatan, penghargaan bukanlah tujuan akhir.
Ukuran keberhasilan yang paling penting tetap berada pada seberapa jauh masyarakat memperoleh layanan yang mudah diakses, berkualitas dan mampu mencegah persoalan kesehatan sebelum menjadi lebih berat.
Penurunan kematian ibu dan bayi, perluasan layanan primer, penguatan Posyandu, cakupan Desa/Kelurahan Siaga TB hingga digitalisasi layanan adalah pekerjaan yang membutuhkan konsistensi.
Sebab, di balik setiap angka terdapat manusia: seorang ibu yang selamat, bayi yang tumbuh sehat, keluarga yang mendapatkan layanan lebih dekat, dan masyarakat yang memperoleh kesempatan hidup lebih berkualitas.
Satu tahun transformasi telah menjadi pijakan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap prestasi tidak berhenti sebagai angka dan penghargaan, tetapi terus berubah menjadi pelayanan yang nyata—agar cita-cita “Sidrap Sehat, Sidrap Hebat” benar-benar dirasakan hingga ke setiap keluarga.















