![]() |
| BEM Nusantara Sulawesi Selatan Soroti Ketimpangan Listrik di Lembang Pinrang: Ada Pembangkit, Warga Sekitar Masih Kesulitan Akses Energi |
MAKASSAR, NARASIRAKYAT.ID — Ketika listrik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, persoalan akses energi ternyata masih menjadi kenyataan bagi sebagian masyarakat di wilayah terpencil.
Kondisi tersebut menjadi sorotan BEM Nusantara Sulawesi Selatan, yang menilai masih terdapat sejumlah dusun dan kampung di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, yang belum menikmati layanan listrik secara layak dan merata.
Persoalan itu dinilai semakin menarik perhatian karena di wilayah Bakaru, Kecamatan Lembang, terdapat fasilitas pembangkit listrik yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem kelistrikan.
Namun, menurut BEM Nusantara Sulawesi Selatan, keberadaan pembangkit tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemerataan manfaat energi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitarnya.
Ada Pembangkit Listrik, Mengapa Akses Warga Masih Disorot?
Koordinator BEM Nusantara Sulawesi Selatan, Rukmayana, mengatakan persoalan ketimpangan akses listrik di Kecamatan Lembang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pihak terkait.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius karena di wilayah Bakaru, Kecamatan Lembang, terdapat pembangkit listrik yang seharusnya dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat sekitar. Namun, keberadaan pembangkit tersebut belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sejumlah kampung yang berada di sekitarnya,” ujar Rukmayana.
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan listrik bukan semata-mata sebagai persoalan teknis jaringan.
Lebih jauh, BEM Nusantara Sulawesi Selatan melihatnya sebagai bagian dari persoalan pemerataan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Bagi masyarakat di wilayah terpencil, listrik bukan sekadar lampu yang menyala pada malam hari.
Listrik berkaitan langsung dengan kesempatan anak-anak untuk belajar, kemampuan pelaku usaha menjalankan aktivitas ekonomi, akses terhadap informasi dan komunikasi, hingga dukungan terhadap fasilitas pelayanan publik.
Ketika akses listrik belum merata, maka kesenjangan pembangunan berpotensi semakin lebar.
Listrik dan Masa Depan Masyarakat Lembang
Kecamatan Lembang merupakan salah satu wilayah Kabupaten Pinrang yang memiliki karakter geografis dengan kawasan yang cukup sulit dijangkau.
Dalam kondisi seperti itu, pembangunan infrastruktur dasar membutuhkan perhatian khusus dan kebijakan yang berkelanjutan.
BEM Nusantara Sulawesi Selatan menilai akses energi harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan masyarakat.
Anak-anak yang belajar di malam hari membutuhkan penerangan.
Pelaku UMKM membutuhkan energi untuk mengoperasikan peralatan usaha.
Masyarakat membutuhkan listrik untuk mendukung komunikasi dan akses informasi.
Fasilitas kesehatan dan pelayanan publik juga membutuhkan pasokan listrik yang aman dan andal.
Dengan demikian, pemerataan listrik memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor kehidupan.
BEM Nusantara Desak Pemerintah dan PLN Bertindak
Atas kondisi tersebut, BEM Nusantara Sulawesi Selatan mendesak pemerintah daerah, pemerintah pusat, PLN, dan pihak terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap masyarakat di Kecamatan Lembang.
Organisasi mahasiswa tersebut meminta agar persoalan akses listrik tidak berhenti pada wacana.
Mereka mendorong dilakukannya pendataan dan evaluasi menyeluruh terhadap dusun, kampung, serta wilayah yang belum mendapatkan pelayanan listrik secara layak.
Data tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, BEM Nusantara Sulawesi Selatan meminta adanya langkah konkret untuk memperluas jaringan listrik serta meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan energi.
“Kami mengecam pemerintah dan pihak terkait agar tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat di wilayah terpencil. Negara harus hadir dan memastikan setiap masyarakat memperoleh hak yang sama atas akses listrik yang layak, aman, berkelanjutan, dan berkeadilan,” tegas Rukmayana.
Negara Diminta Hadir hingga Wilayah Terpencil
Sorotan BEM Nusantara Sulawesi Selatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari besarnya infrastruktur yang dibangun.
Pembangunan harus dilihat dari sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Sebuah pembangkit listrik dapat menghasilkan energi dalam jumlah besar, tetapi tantangan berikutnya adalah bagaimana energi tersebut dapat terhubung dan memberikan manfaat secara adil kepada masyarakat.
Dalam konteks Kecamatan Lembang, persoalan tersebut menjadi penting untuk dikawal bersama.
Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan pembangunan energi tidak hanya berorientasi pada pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.
BEM Nusantara Siap Kawal Persoalan
BEM Nusantara Sulawesi Selatan menegaskan akan terus mengawal persoalan ketimpangan akses listrik tersebut.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen organisasi mahasiswa untuk memperjuangkan pemerataan pembangunan dan pemenuhan hak dasar masyarakat di Sulawesi Selatan.
Bagi mereka, akses listrik yang layak bukanlah kemewahan.
Listrik merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, suara masyarakat di Kecamatan Lembang diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi menjadi dasar bagi pemerintah dan pihak terkait untuk menghadirkan solusi nyata.
Lima Fakta Menarik yang Perlu Diketahui
1. Kecamatan Lembang menjadi sorotan BEM Nusantara Sulawesi Selatan
Organisasi mahasiswa tersebut menyoroti masih adanya sejumlah dusun dan kampung yang dinilai belum menikmati akses listrik secara layak dan merata.
2. Wilayah Bakaru memiliki fasilitas pembangkit listrik
Keberadaan pembangkit listrik di Bakaru menjadi salah satu alasan BEM Nusantara mempertanyakan pemerataan manfaat energi bagi masyarakat di sekitarnya.
3. Dampak listrik jauh lebih luas dari sekadar penerangan
Akses listrik berkaitan dengan pendidikan, aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, komunikasi, teknologi, dan kualitas hidup masyarakat.
4. BEM meminta pendataan dan evaluasi menyeluruh
Pendataan wilayah yang belum mendapatkan pelayanan listrik dinilai penting agar program pemerataan energi tepat sasaran.
5. Mahasiswa menyatakan siap mengawal persoalan
BEM Nusantara Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk mengawal pemerataan pembangunan dan pemenuhan hak dasar masyarakat di Sulawesi Selatan.
Menyalakan Listrik, Menyalakan Harapan
Persoalan listrik di Kecamatan Lembang pada akhirnya bukan hanya tentang kabel, jaringan, gardu, atau infrastruktur.
Di balik setiap rumah yang belum mendapatkan penerangan secara layak, ada keluarga yang berharap kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Ada anak-anak yang ingin belajar.
Ada orang tua yang ingin meningkatkan ekonomi keluarga.
Ada pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis.
Dan ada masyarakat yang berharap pembangunan benar-benar hadir di tempat mereka tinggal.
Karena itu, pemerataan listrik harus menjadi bagian dari agenda pembangunan yang berkeadilan.
Sebab ketika satu kampung mendapatkan listrik, yang menyala bukan hanya lampu di rumah-rumah warga. Yang ikut menyala adalah harapan, pendidikan, ekonomi, dan masa depan.
BEM Nusantara Sulawesi Selatan kini meminta pemerintah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan membuktikan bahwa pembangunan energi benar-benar ditujukan untuk seluruh masyarakat—termasuk mereka yang tinggal di pelosok Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.
Tiga Judul Clickbait SEO
-
Ada Pembangkit Listrik di Bakaru, Mengapa Warga Lembang Pinrang Masih Soroti Ketimpangan Akses Energi?
-
BEM Nusantara Bongkar Persoalan Listrik di Lembang Pinrang: “Negara Harus Hadir di Wilayah Terpencil”
-
Ironi Listrik di Lembang Pinrang: Pembangkit Ada, Sejumlah Kampung Disebut Masih Kesulitan Akses Energi















