-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Mahasiswa Baru UNISAN Sidrap Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Menuju Indonesia Emas 2045

    Satry Polang
    Kamis, 27 Agustus 2026, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-28T05:11:22Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Mahasiswa Baru UNISAN Sidrap Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Menuju Indonesia Emas 2045


    SIDRAP — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar tentang mengejar nilai akademik. Bagi mahasiswa baru Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), masa awal perkuliahan juga menjadi momentum untuk mengenal jati diri sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.


    Pesan itulah yang mengemuka dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 UNISAN Sidrap, melalui materi “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara: Membentuk Mahasiswa UNISAN Sidrap yang Berkarakter, Berintegritas, dan Siap Berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045.”


    Materi tersebut disampaikan Kapten Inf Baso Akhirudin Djufri di hadapan ratusan mahasiswa baru. Pembekalan diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, karakter, integritas, serta kesadaran mahasiswa terhadap tanggung jawab sebagai generasi muda Indonesia.


    Kegiatan ini menjadi bagian dari tema besar PKKMB UNISAN Sidrap, yakni “Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak, Indonesia Maju: Mahasiswa UNISAN Sidrap Adaptif Digital Siap Menuju Indonesia Emas.”


    Kampus Bukan Sekadar Ruang Akademik


    Pesan yang dibangun dalam pembekalan tersebut cukup sederhana, tetapi memiliki makna penting: mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi lulusan yang menguasai bidang keilmuan, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu mengambil peran di tengah masyarakat.


    Kapten Inf Baso Akhirudin Djufri menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai fondasi bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial.


    Mahasiswa sebagai aset bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menjunjung tinggi Pancasila, memahami nilai-nilai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menghormati keberagaman dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


    Wawasan tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang bergerak begitu cepat. Mahasiswa dituntut mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kebangsaan.


    Dengan kata lain, kecakapan digital harus berjalan beriringan dengan kecakapan karakter.


    Bela Negara Tak Selalu Berarti Mengangkat Senjata


    Salah satu bagian penting dalam materi PKKMB tersebut adalah pemahaman mengenai kesadaran bela negara.


    Bela negara tidak semata-mata dipahami dalam konteks pertahanan secara militer. Di lingkungan perguruan tinggi, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kontribusi positif.


    Belajar dengan sungguh-sungguh, menghasilkan penelitian, menciptakan inovasi, memiliki kepedulian sosial, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat merupakan bagian dari kontribusi generasi muda bagi bangsa.


    Perspektif ini membuat bela negara terasa dekat dengan kehidupan mahasiswa.


    Seorang mahasiswa dapat menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia melalui ilmu yang dipelajari, karya yang dihasilkan, maupun pengabdian yang diberikan kepada masyarakat.


    Jati Diri Bangsa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari


    Materi PKKMB juga mengajak mahasiswa memahami bahwa jati diri bangsa tidak berhenti pada slogan.


    Nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan cinta tanah air perlu diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari.


    Di ruang kelas, misalnya, integritas dapat diwujudkan dengan menghindari kecurangan akademik. Dalam organisasi mahasiswa, nilai kebangsaan dapat terlihat melalui kemampuan menghargai perbedaan pendapat.


    Sementara di tengah masyarakat, semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat menjadi bentuk nyata kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari solusi.


    Karakter seperti inilah yang diharapkan tumbuh sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.


    Mahasiswa Dipersiapkan Menjadi Agen Perubahan


    Antusiasme mahasiswa baru terlihat selama kegiatan berlangsung. Pembekalan tidak hanya memberikan materi satu arah, tetapi juga membuka ruang interaksi agar peserta memahami posisi strategis mahasiswa dalam pembangunan.


    Mahasiswa memiliki energi, pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.


    Karena itu, mahasiswa UNISAN Sidrap didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan.


    Mereka diharapkan mampu berpikir kritis, tetap beretika, memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, serta berani menghadirkan gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat.


    Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita membangun Indonesia Emas 2045, ketika generasi muda hari ini akan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa.


    Lima Fakta Menarik dari Pembekalan PKKMB UNISAN Sidrap


    1. Wawasan kebangsaan menjadi bagian penting PKKMB

    Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan akademik, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.


    2. Bela negara diperkenalkan dalam perspektif yang lebih luas

    Mahasiswa diajak memahami bahwa bela negara dapat dilakukan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengabdian, kepedulian sosial, dan menjaga persatuan.


    3. Pancasila dan NKRI menjadi fondasi karakter mahasiswa

    Nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI menjadi bagian dari pembentukan kesadaran kebangsaan mahasiswa.


    4. Karakter dan kompetensi digital harus berjalan bersama

    Sebagai bagian dari kampus yang mendorong mahasiswa adaptif terhadap perkembangan digital, UNISAN Sidrap menempatkan karakter sebagai fondasi agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab.


    5. Mahasiswa diposisikan sebagai bagian dari solusi

    Pembekalan diarahkan agar mahasiswa mampu berpikir kritis, berintegritas, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.


    Dari Kampus untuk Indonesia


    Pembekalan wawasan kebangsaan dalam PKKMB UNISAN Sidrap pada akhirnya bukan sekadar agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru.


    Di balik materi tersebut terdapat pesan yang lebih besar: perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.


    UNISAN Sidrap berharap mahasiswa baru mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan ilmu, membangun integritas, memperluas pengalaman, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa dan masyarakat.


    Sebab, menuju Indonesia Emas 2045, bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, berintegritas, adaptif, dan mau bergerak memberikan dampak nyata.


    Sebagaimana pesan yang mengemuka dalam pembekalan tersebut, mahasiswa UNISAN Sidrap bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, integritas, dan semangat bela negara sebagai bekal membangun Indonesia Emas 2045.


    Dari ruang kelas di Sidrap, perjalanan panjang menuju masa depan Indonesia itu dimulai—dengan ilmu sebagai bekal, karakter sebagai fondasi, dan pengabdian sebagai bentuk nyata kontribusi.

    Komentar

    Tampilkan