-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    KKN 79 UINAM Posko 12 Ajak Siswa SMPN 43 Bulukumba Bijak Bermedia Sosial

    Satry Polang
    Minggu, 13 September 2026, September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T10:30:53Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     

    KKN 79 UINAM Posko 12 Ajak Siswa SMPN 43 Bulukumba Bijak Bermedia Sosial

    BULUKUMBA, NARASIRAKYAT.ID — Satu komentar di media sosial mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk ditulis. Namun, jejaknya bisa bertahan jauh lebih lama.

    Pesan itulah yang coba ditanamkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Posko 12 Desa Bonto Baji kepada para siswa SMPN 43 Bulukumba, Rabu, 9 September 2026.


    Melalui kegiatan Sosialisasi Cakap Digital, mahasiswa mengajak puluhan siswa memahami satu hal penting di tengah derasnya perkembangan teknologi: menjadi pengguna internet bukan hanya soal mampu menggunakan perangkat, tetapi juga tentang kemampuan menjaga sikap, etika, dan reputasi diri di ruang digital.


    Mengangkat tema “Menjaga Rekam Digital sebagai Bekal Menuju Masa Depan”, kegiatan tersebut dikemas sebagai pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja.

    Bukan dengan ceramah panjang semata, mahasiswa menghadirkan ilustrasi dan permainan interaktif agar siswa dapat memahami bahwa apa yang mereka lakukan di internet hari ini dapat membawa konsekuensi pada masa depan.


    Ketika Satu Komentar Bisa Menjadi Persoalan di Masa Depan

    Suasana sosialisasi menjadi lebih menarik ketika mahasiswa menayangkan sebuah video edukasi.

    Video tersebut menggambarkan seseorang yang sedang melamar pekerjaan, tetapi harus menghadapi kegagalan setelah calon pemberi kerja menemukan rekam jejak negatif dari aktivitasnya di media sosial.


    Cerita sederhana itu kemudian menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengajak siswa berpikir lebih jauh.

    Bagaimana jika komentar yang ditulis ketika masih SMP ditemukan bertahun-tahun kemudian?


    Bagaimana jika unggahan yang dianggap lucu hari ini justru menjadi persoalan ketika seseorang hendak melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan?


    Pertanyaan-pertanyaan semacam itu membuat materi terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa.

    “Melalui tayangan tersebut, kami ingin membuka mata adik-adik siswa bahwa apa yang kita ketik hari ini di internet akan membekas dan bisa menentukan masa depan kita nanti. Menjaga lisan di dunia digital itu sangat krusial,” ujar salah satu anggota KKN Posko 12 UINAM selaku pemateri.

    Pesan tersebut menjadi inti kegiatan: ruang digital tetap membutuhkan etika sebagaimana kehidupan nyata.


    Cakap Digital Bukan Sekadar Bisa Menggunakan Teknologi

    Di tengah perkembangan media sosial, kecakapan digital memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kemampuan mengoperasikan telepon pintar.

    Siswa perlu memahami bagaimana memilah informasi, menjaga privasi, berkomunikasi secara santun, mengenali potensi dampak sebuah unggahan, serta bertanggung jawab terhadap aktivitas mereka di internet.


    Bagi mahasiswa KKN, edukasi seperti ini menjadi penting karena usia remaja merupakan fase ketika identitas dan kebiasaan mulai terbentuk.

    Apa yang dibiasakan sejak sekarang berpotensi terbawa hingga dewasa.


    Karena itu, literasi digital tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga atau sekolah. Mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat juga dapat mengambil peran dalam memberikan pemahaman yang kontekstual kepada generasi muda.


    Sekolah Sambut Positif Program KKN UINAM

    Program tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMPN 43 Bulukumba beserta jajaran guru.

    Pihak sekolah turut hadir mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan terhadap program edukasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN UINAM.


    Dalam sambutannya, Kepala SMPN 43 Bulukumba mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap materi yang diberikan tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Semoga dengan adanya sosialisasi dari mahasiswa KKN UINAM ini, bisa membantu bagaimana supaya anak-anak di sekolah ini bisa lebih bijak, kritis, dan beretika dalam menggunakan teknologi digital,” ungkapnya.

     

    Dukungan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menghadapi tantangan baru di era digital.


    Mahasiswa membawa perspektif dan pengalaman akademiknya, sementara sekolah memiliki ruang pembinaan yang berlangsung setiap hari.

    Ketika keduanya bertemu, edukasi digital dapat menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan siswa.


    Belajar Sambil Bermain, Siswa Diajak Adu Cepat

    Salah satu bagian yang membuat kegiatan semakin hidup adalah sesi kuis digital.

    Mahasiswa KKN 79 UINAM Posko 12 menggunakan platform kuis digital Quizzes untuk menguji pemahaman siswa setelah materi disampaikan.

    Puluhan peserta terlihat antusias menjawab pertanyaan.


    Suasana yang semula serius berubah menjadi lebih cair. Siswa saling berlomba memberikan jawaban terbaik. Ada yang bersorak ketika jawabannya benar, sementara peserta lainnya semakin tertantang untuk memperbaiki hasil pada pertanyaan berikutnya.

    Metode tersebut membuat materi tentang rekam jejak digital terasa lebih mudah diterima.


    Pesan mengenai etika bermedia sosial tidak berhenti sebagai teori, tetapi langsung diuji melalui aktivitas yang menyenangkan.

    Pendekatan semacam ini juga menunjukkan bahwa edukasi kepada remaja dapat disampaikan dengan metode yang sesuai dengan karakter generasi yang tumbuh bersama teknologi.


    Dari Desa Bonto Baji untuk Generasi Cakap Digital

    Kegiatan KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu di tengah masyarakat.

    Lebih dari itu, program seperti Sosialisasi Cakap Digital menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat hadir menjawab persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.


    Desa Bonto Baji menjadi salah satu ruang pembelajaran tersebut.

    Melalui Posko 12, mahasiswa KKN 79 UINAM berupaya menghadirkan edukasi yang relevan dengan kehidupan generasi muda—sebuah generasi yang sejak usia sekolah telah akrab dengan media sosial, mesin pencari, aplikasi pesan, dan berbagai platform digital.


    Tantangannya bukan lagi bagaimana membuat mereka mengenal teknologi.

    Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan teknologi digunakan untuk membangun, bukan justru merusak masa depan.


    Lima Fakta Menarik Sosialisasi Cakap Digital KKN 79 UINAM

    1. Digelar di SMPN 43 Bulukumba.
    Sosialisasi berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, dan diikuti puluhan siswa dengan pendampingan pihak sekolah.

    2. Mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan remaja.
    Tema “Menjaga Rekam Digital sebagai Bekal Menuju Masa Depan” dipilih untuk mengedukasi siswa tentang konsekuensi aktivitas mereka di internet.

    3. Mahasiswa menggunakan video sebagai media pembelajaran.
    Salah satu ilustrasi menggambarkan seseorang yang gagal dalam proses melamar pekerjaan akibat rekam jejak negatif di media sosial.

    4. Pembelajaran dikemas secara interaktif.
    Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti kuis digital menggunakan platform Quizzes.

    5. Kegiatan mendapat dukungan sekolah.
    Kepala SMPN 43 Bulukumba bersama jajaran guru hadir dan memberikan apresiasi terhadap edukasi yang dibawa mahasiswa KKN UINAM.


    Jejak Digital, Cermin Diri di Masa Depan

    Ada satu pelajaran sederhana yang dapat dibawa pulang dari kegiatan tersebut.

    Internet mungkin tidak memiliki ingatan seperti manusia, tetapi jejak yang ditinggalkan penggunanya dapat bertahan sangat lama.


    Karena itu, setiap unggahan, komentar, foto, video, maupun percakapan di ruang digital sebaiknya dipikirkan sebelum dibagikan.

    Remaja hari ini adalah mahasiswa, profesional, pemimpin, guru, pengusaha, dan orang tua di masa depan.


    Apa yang mereka bangun di dunia digital sejak sekarang dapat menjadi bagian dari identitas mereka kelak.

    Melalui Sosialisasi Cakap Digital ini, KKN 79 UINAM Posko 12 tidak sekadar menjalankan sebuah program kerja.


    Mereka sedang menanamkan kebiasaan kecil: berpikir sebelum mengetik, menyaring sebelum membagikan, dan menjaga etika sebelum berkomentar.

    Sebab masa depan tidak hanya dibangun dari nilai di ruang kelas.


    Di era digital, masa depan juga dibangun dari jejak yang kita tinggalkan di layar.

    Dari SMPN 43 Bulukumba, pesan itu menjadi pengingat bagi generasi muda Desa Bonto Baji dan siapa pun yang hidup di tengah dunia digital:

    Gunakan teknologi untuk membuka pintu masa depan, bukan meninggalkan jejak yang justru menutupnya.

    Komentar

    Tampilkan