![]() |
| Ponpes Tahfidzul Qur'an Al-Hasyimiyah Pajalele Borong 11 Prestasi di Kemah Kerukunan Hari Santri Sidrap 2026 |
NARASIRAKYAT.ID, SIDRAP — Semangat menghafal Al-Qur’an, keberanian tampil di hadapan publik, dan nilai persaudaraan mewarnai partisipasi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasyimiyah Pajalele dalam Perkemahan Kerukunan dan Pentas Seni Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Bojoe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Berlangsung pada 18–22 Oktober 2026, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para santri pondok pesantren, peserta Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), TK/TPA se-Kabupaten Sidrap, serta peserta Rohani Hindu (Rohin Hindu). Mereka berkumpul dalam suasana kebersamaan untuk memperkuat persaudaraan, menampilkan potensi, dan merawat kerukunan di tengah keberagaman.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasyimiyah Pajalele mencatatkan prestasi membanggakan. Sebanyak 11 penghargaan berhasil diraih dalam berbagai cabang lomba, mulai dari pawai lampion, hadroh, ceramah, tilawah, hingga hifdzil Qur’an.
Capaian itu menjadi gambaran bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat, kepercayaan diri, dan kemampuan berkompetisi secara sehat.
Raih 11 Penghargaan, dari Pawai Lampion hingga Hifdzil Qur’an
Keberhasilan Al-Hasyimiyah Pajalele terlihat dari beragam cabang lomba yang berhasil ditembus para santrinya.
Prestasi tertinggi diraih melalui juara pertama pawai lampion. Sementara itu, pada cabang keagamaan, para santri turut meraih posisi juara dalam lomba hifdzil Qur’an berbagai kategori juz, tilawah putra dan putri, serta ceramah.
Pencapaian tersebut memperlihatkan keterlibatan santri dalam beragam bidang. Mereka tidak hanya diuji dalam kemampuan menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga dalam melantunkan bacaan Al-Qur’an, menyampaikan pesan keagamaan, dan menampilkan kreativitas melalui seni.
Berikut daftar prestasi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasyimiyah Pajalele:
- Juara 1 pawai lampion.
- Juara Harapan 1 hadroh.
- Juara 3 lomba ceramah — Muh. Taqwa.
- Juara 3 tilawah putri — Risqa Rahmah Fatimatuzzahrah.
- Juara Harapan 3 tilawah putra — Muh. Ikmal.
- Juara 2 hifdzil 10 juz putra — Muh. Fathoni Haris.
- Juara Harapan 1 hifdzil 10 juz putri — Nurhidayah.
- Juara 2 hifdzil 5 juz putra — Muh. Farhan Affandi.
- Juara Harapan 2 hifdzil 5 juz putri — Nur Afifah.
- Juara 3 hifdzil 1 juz putra — Ahmad Naizar.
- Juara Harapan 3 hifdzil 1 juz putri — Chika Amelia.
Deretan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar pesantren. Lebih dari sekadar piala dan peringkat, capaian itu merupakan hasil dari proses belajar, latihan, dan keberanian para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Sebanyak 100 Santri Al-Hasyimiyah Ikuti Wisuda Tahfidz
Kebanggaan keluarga besar Al-Hasyimiyah Pajalele juga hadir dalam rangkaian wisuda santri tahfidz yang menjadi bagian dari kegiatan Hari Santri Nasional di Sidrap.
Dalam keterangannya, pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasyimiyah Pajalele, H. Lukman Hasyim, S.Pd.I., M.A., menyampaikan bahwa pesantrennya mengutus 100 santri penghafal Al-Qur’an untuk mengikuti wisuda tersebut.
Wisuda itu menjadi bagian dari agenda yang dihadiri Bupati Sidrap, dengan jumlah santri tahfidz yang diwisuda mencapai 1.200 orang dari berbagai lembaga di Kabupaten Sidrap.
Bagi para santri penghafal Al-Qur’an, wisuda bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan belajar yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, pengulangan hafalan, dan pendampingan berkelanjutan.
Perjalanan menghafal Al-Qur’an juga menuntut konsistensi. Hafalan perlu dijaga melalui murajaah, bacaan harus terus diperbaiki, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Karena itu, keberhasilan para santri Al-Hasyimiyah mengikuti wisuda tahfidz menjadi bagian penting dari cerita pembinaan generasi Qur’ani di Sidrap.
Kemah Kerukunan, Ruang Bertemu dalam Keberagaman
Salah satu hal penting dari Perkemahan Kerukunan dan Pentas Seni Hari Santri Nasional 2026 adalah keterlibatan peserta dari latar belakang pendidikan dan agama yang beragam.
Selain santri pondok pesantren, kegiatan ini melibatkan peserta MDT, TK/TPA se-Kabupaten Sidrap, serta peserta Rohani Hindu. Pertemuan tersebut membawa pesan bahwa kerukunan perlu dirawat melalui interaksi, saling mengenal, dan penghargaan terhadap perbedaan.
Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, generasi muda perlu mendapatkan pengalaman langsung tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai. Kerukunan bukan hanya konsep yang disampaikan dalam ceramah, melainkan nilai yang dibangun melalui sikap dan kebiasaan sehari-hari.
Melalui perkemahan dan pentas seni, peserta memiliki kesempatan untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, serta mengenal potensi satu sama lain.
Bagi santri, pengalaman semacam ini juga menjadi pelajaran bahwa kecintaan terhadap agama dapat berjalan beriringan dengan penghormatan kepada sesama manusia.
Semangat tersebut selaras dengan tujuan kegiatan, yakni menyatukan para santri sekaligus mempererat hubungan dengan siswa beragama Hindu di Kabupaten Sidrap.
Puncak Hari Santri Ditandai Upacara 22 Oktober
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peringatan puncak Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui upacara yang diikuti peserta perkemahan dan jajaran Kementerian Agama.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sidrap, Kepala Kantor Kementerian Agama, aparatur sipil negara Kementerian Agama, serta para peserta perkemahan. Wakil Bupati Sidrap bertindak sebagai pembina upacara.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Tema tersebut menempatkan santri sebagai bagian penting dalam menyiapkan masa depan bangsa. Penguatan ilmu agama, pembentukan karakter, penguasaan pengetahuan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi bekal yang dibutuhkan generasi muda.
Dalam konteks itu, kegiatan perkemahan, perlombaan, pentas seni, dan wisuda tahfidz menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pengalaman sosial dan pengembangan karakter.
Lima Fakta Menarik Kemah Kerukunan Hari Santri Sidrap 2026
1. Berlangsung selama lima hari.
Perkemahan Kerukunan dan Pentas Seni digelar pada 18–22 Oktober 2026 di Lapangan Bojoe, Kecamatan Watang Pulu.
2. Melibatkan peserta lintas latar belakang.
Kegiatan diikuti pondok pesantren, MDT, TK/TPA se-Kabupaten Sidrap, serta peserta Rohani Hindu.
3. Sebanyak 1.200 santri mengikuti wisuda tahfidz.
Agenda wisuda dihadiri Bupati Sidrap, dengan Al-Hasyimiyah Pajalele mengutus 100 santri penghafal Al-Qur’an.
4. Al-Hasyimiyah meraih 11 penghargaan.
Prestasi meliputi pawai lampion, hadroh, ceramah, tilawah, dan hifdzil Qur’an kategori 1, 5, dan 10 juz.
5. Mengusung semangat menuju Indonesia Emas.
Tema Hari Santri Nasional 2026 menegaskan pentingnya kontribusi santri dalam memperkuat bangsa melalui ilmu, akhlak, dan persaudaraan.
Prestasi yang Berpadu dengan Akhlak dan Kerukunan
Bagi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasyimiyah Pajalele, deretan penghargaan dalam Kemah Kerukunan Hari Santri Sidrap 2026 menjadi catatan positif dalam perjalanan pembinaan santri.
Namun, nilai terpenting dari kegiatan ini tidak berhenti pada banyaknya penghargaan yang dibawa pulang. Pengalaman berkompetisi, kesempatan menjaga hafalan, keberanian tampil, dan perjumpaan dengan peserta dari latar belakang berbeda juga merupakan bagian dari pendidikan yang berharga.
Prestasi mengajarkan santri untuk berusaha mencapai hasil terbaik. Kerukunan mengajarkan mereka untuk menghormati sesama. Sementara pendidikan Al-Qur’an mengingatkan bahwa ilmu dan hafalan perlu berjalan bersama akhlak.
Ketiganya menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, para santri diharapkan terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, berprestasi, serta mampu menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
Sebab, santri yang menguatkan negeri bukan hanya mereka yang unggul dalam perlombaan, tetapi juga mereka yang mampu menghadirkan manfaat, menjaga kedamaian, dan menebarkan kebaikan di lingkungan sekitarnya.















