![]() |
| Waspada Hoaks Bantuan Modal Usaha Rp10 Juta di Sidrap, Dinsos Keluarkan Klarifikasi |
NARASIRAKYAT.ID, SIDRAP — Harapan untuk mengembangkan usaha sering kali membuat masyarakat tertarik pada informasi bantuan modal, terlebih ketika nominal yang ditawarkan mencapai Rp10 juta. Namun, di tengah kebutuhan ekonomi dan semangat pelaku usaha kecil untuk berkembang, masyarakat perlu lebih cermat membedakan informasi resmi dari kabar yang belum terverifikasi.
Belakangan, sebuah unggahan di media sosial Facebook beredar dengan narasi bahwa bantuan modal usaha sebesar Rp10 juta telah diterima oleh pengunggahnya. Unggahan tersebut juga mengajak masyarakat yang belum pernah menerima bantuan pada 2026 untuk segera mendaftar melalui nomor WhatsApp yang diklaim sebagai kontak Dinas Sosial.
Informasi itu mencantumkan nomor WhatsApp 0897-5274-593 dan mengarahkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.
Namun, masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, diminta tidak langsung mempercayai informasi tersebut.
Dinas Sosial Kabupaten Sidrap melalui pesan klarifikasi yang beredar menyatakan bahwa informasi mengenai bantuan modal usaha tersebut adalah hoaks.
Peringatan ini menjadi penting agar masyarakat tidak terlanjur menyerahkan data pribadi, mengikuti arahan dari sumber yang belum terverifikasi, atau mengambil keputusan berdasarkan informasi yang menyesatkan.
Beredar dengan Narasi Bantuan Rp10 Juta
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, sebuah akun Facebook bernama Maya Duaputri mengunggah narasi yang menyebutkan bahwa bantuan modal usaha senilai Rp10 juta telah diterimanya dan membantu perkembangan usaha.
Unggahan tersebut diawali dengan salam dan ungkapan syukur, kemudian dilanjutkan ajakan kepada masyarakat yang ingin membuka usaha atau menambah modal agar segera mendaftar.
Dalam narasi itu, masyarakat yang belum pernah menerima bantuan pada 2026 disebut masih memiliki kesempatan untuk mengajukan pendaftaran.
Sebuah poster pendamping turut menampilkan keterangan program bantuan modal usaha untuk usaha mikro dan kecil tahun 2026. Poster tersebut juga mencantumkan nomor WhatsApp yang diklaim sebagai kontak resmi Dinas Sosial.
Sekilas, informasi seperti ini dapat terlihat meyakinkan karena menggunakan bahasa sehari-hari, menampilkan ilustrasi uang, serta membawa nama instansi pemerintah.
Namun, tampilan yang meyakinkan bukan jaminan bahwa suatu informasi benar-benar berasal dari lembaga yang disebutkan.
Penting dipahami, unggahan dan poster tersebut merupakan materi yang beredar di media sosial, bukan bukti bahwa program bantuan itu benar-benar tersedia.
Dinsos Sidrap Tegaskan Informasi Tersebut Hoaks
Menanggapi informasi yang beredar, Dinas Sosial Kabupaten Sidrap mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai kabar tersebut.
Dalam pesan klarifikasi yang disampaikan, Dinsos Sidrap menuliskan:
“Tabe, dimohon kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang agar tidak mempercayai berita yang beredar saat ini. Karena berita tersebut adalah HOAX. Mohon berita ini di-share pada kerabatnya.”
Peringatan itu menjadi pengingat bahwa informasi mengenai bantuan pemerintah harus diperiksa melalui saluran resmi sebelum dijadikan dasar untuk melakukan pendaftaran.
Bagi masyarakat yang sedang membutuhkan tambahan modal, klarifikasi ini perlu diperhatikan agar harapan mendapatkan bantuan tidak justru membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data atau kerugian lainnya.
Meski demikian, masyarakat sebaiknya tetap mengonfirmasi mekanisme program bantuan yang benar-benar tersedia melalui kanal resmi pemerintah, bukan hanya mengandalkan unggahan yang beredar di media sosial.
Mengapa Informasi Bantuan Mudah Dipercaya?
Informasi mengenai bantuan sosial maupun bantuan modal usaha sering mendapat perhatian besar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi pelaku usaha mikro dan kecil, tambahan modal dapat berarti kesempatan membeli bahan baku, menambah persediaan, memperbaiki peralatan, atau memperluas usaha.
Kondisi tersebut membuat informasi bantuan bernilai besar mudah menarik perhatian, terutama ketika disertai ajakan untuk segera mendaftar.
Penggunaan bahasa yang akrab, testimoni penerima bantuan, dan gambar uang juga dapat meningkatkan kesan bahwa informasi tersebut benar. Padahal, seluruh unsur itu dapat muncul dalam konten yang belum terbukti keasliannya.
Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memastikan keberadaan program, dan mencocokkan nomor kontak dengan saluran resmi instansi terkait.
Kehati-hatian bukan berarti menolak peluang bantuan. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan cara melindungi diri agar kesempatan yang benar-benar tersedia tidak tercampur dengan informasi yang menyesatkan.
Lima Fakta Penting yang Perlu Diketahui Masyarakat
1. Beredar klaim bantuan modal usaha Rp10 juta
Unggahan Facebook menyebutkan bahwa pengunggah telah menerima bantuan modal usaha senilai Rp10 juta. Klaim tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa program bantuan itu benar-benar ada.
2. Pendaftaran diarahkan melalui WhatsApp
Dalam unggahan, masyarakat diminta menghubungi nomor 0897-5274-593. Nomor tersebut dicantumkan oleh pengunggah sebagai kontak Dinas Sosial, tetapi statusnya perlu dikonfirmasi melalui kanal resmi instansi.
3. Dinsos Sidrap menyatakan informasi itu hoaks
Klarifikasi yang disampaikan Dinsos Sidrap secara tegas meminta masyarakat tidak mempercayai informasi bantuan modal usaha yang beredar tersebut.
4. Konten menggunakan narasi penerima bantuan
Unggahan menampilkan cerita penerimaan bantuan dan ajakan mendaftar. Format semacam ini dapat menimbulkan kepercayaan, tetapi tetap harus diperiksa kebenarannya.
5. Masyarakat perlu melindungi data pribadi
Jangan memberikan NIK, nomor Kartu Keluarga, foto dokumen identitas, kode OTP, PIN, kata sandi, atau informasi perbankan kepada pihak yang belum terverifikasi. Jangan pula mentransfer uang dengan alasan biaya administrasi bantuan tanpa dasar resmi yang jelas.
Cara Memastikan Informasi Bantuan Pemerintah
Agar tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana.
Pertama, periksa akun media sosial dan situs resmi instansi yang disebut dalam informasi. Kedua, hubungi kantor atau layanan resmi pemerintah untuk memastikan apakah program tersebut benar-benar tersedia.
Ketiga, jangan terburu-buru mendaftar hanya karena ada kalimat yang menyebut pendaftaran segera ditutup. Keempat, hindari mengklik tautan mencurigakan atau mengirim dokumen pribadi kepada pihak yang identitasnya belum dipastikan.
Jika menemukan unggahan serupa, masyarakat dapat membantu menyebarkan klarifikasi resmi dengan tetap menyertakan sumbernya. Apabila sudah terlanjur memberikan data atau mengalami kerugian, segera hubungi penyedia layanan terkait dan laporkan melalui kanal pengaduan resmi yang berwenang.
Literasi Digital Menjadi Benteng Perlindungan Masyarakat
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan di ruang digital sama pentingnya dengan kehati-hatian dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan, informasi yang akurat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap program pemerintah. Karena itu, setiap kabar mengenai bantuan seharusnya diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan atau ditindaklanjuti.
Masyarakat Sidrap diharapkan tidak hanya berhati-hati terhadap informasi bantuan modal usaha Rp10 juta yang sedang diklarifikasi, tetapi juga lebih teliti dalam menyikapi berbagai tawaran bantuan lainnya.
Sebab, satu informasi yang belum terverifikasi dapat menyebar dengan cepat, sementara dampaknya bisa dirasakan oleh banyak orang.
Jangan mudah tergiur nominal bantuan. Periksa sumbernya, pastikan kebenarannya, dan lindungi data pribadi. Jika menemukan informasi yang meragukan, berhenti sejenak untuk memeriksa jauh lebih baik daripada menyesal setelah mengalami kerugian.















