-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum IAI DDI Sidrap Siap Cetak Kader Berintegrita

    Satry Polang
    Sabtu, 10 Oktober 2026, Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T05:16:21Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum IAI DDI Sidrap Siap Cetak Kader Berintegritas


    NARASIRAKYAT.ID, SIDRAP — Organisasi mahasiswa bukan sekadar tempat berkumpul atau menjalankan program kerja. Di dalamnya, mahasiswa belajar memimpin, membangun solidaritas, menyampaikan gagasan, serta memahami arti tanggung jawab terhadap sesama.

    Semangat itulah yang mewarnai kolaborasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Institut Agama Islam DDI Sidenreng Rappang dalam menyelenggarakan Pelatihan Dasar Organisasi (PDO) Fakultas Syariah dan Hukum, Ahad, 11 Oktober 2026.


    Kegiatan yang berlangsung di Aula HKI tersebut mengangkat tema “Dua Perspektif Satu Gerak: Merawat Keadilan, Menguatkan Peradaban.”

    Tema ini menggambarkan semangat dua organisasi mahasiswa yang berasal dari bidang keilmuan berbeda, tetapi memiliki tujuan bersama: membangun kader yang berintegritas, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan hukum serta kehidupan sosial masyarakat.


    Kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Jumiyati, S.Ag., M.H., serta Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Umar, S.H.

    Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya organisasi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kapasitas mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.


    PDO, Ruang Belajar Menjadi Kader yang Bertanggung Jawab

    Pelatihan Dasar Organisasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan mahasiswa pada nilai-nilai dasar kehidupan berorganisasi.

    Di tengah dinamika kampus, mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka juga perlu belajar bekerja sama, mengelola perbedaan pendapat, menyusun gagasan, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diberikan.


    Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari proses pengaderan. Organisasi dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang kesediaan melayani, mendengarkan, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

    Melalui PDO Fakultas Syariah dan Hukum, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan solidaritas dalam menjalankan kehidupan organisasi.


    Pembentukan karakter ini juga relevan dengan tantangan mahasiswa saat ini. Di tengah perubahan sosial dan derasnya arus informasi, calon pemimpin dituntut mampu berpikir kritis, bersikap bijaksana, serta menjadikan nilai etika sebagai landasan dalam bertindak.

    Dengan demikian, pengaderan bukan hanya menjadi tahap awal memasuki organisasi, tetapi juga kesempatan untuk membangun fondasi kepemimpinan yang berkelanjutan.


    Dua Bidang Keilmuan Hukum, Satu Tujuan Keadilan

    Hal menarik dari kegiatan ini terletak pada kolaborasi dua himpunan mahasiswa yang memiliki fokus keilmuan berbeda.

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara berfokus pada kajian mengenai ketatanegaraan, konstitusi, kelembagaan negara, dan prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang sesuai dengan hukum.


    Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam mendalami persoalan hukum keluarga dalam perspektif hukum Islam, termasuk berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.

    Kedua bidang tersebut memiliki ruang kajian masing-masing, tetapi sama-sama berhubungan dengan upaya memahami dan menerapkan prinsip keadilan dalam kehidupan.


    Perbedaan perspektif justru dapat menjadi kekuatan ketika dibangun melalui dialog, kerja sama, dan pertukaran gagasan. Mahasiswa dapat belajar melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas sekaligus memahami bahwa tantangan masyarakat sering kali membutuhkan pendekatan yang saling melengkapi.

    Semangat “Dua Perspektif Satu Gerak” karena itu bukan sekadar rangkaian kata dalam tema kegiatan. Pesan tersebut mencerminkan pentingnya menyatukan perbedaan keilmuan dalam gerakan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan kemaslahatan.


    Membangun Solidaritas Melampaui Batas Program Studi

    Kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa HTN dan HKI juga membawa pesan tentang pentingnya membangun hubungan antarmahasiswa lintas program studi.

    Dalam kehidupan organisasi, perbedaan latar belakang dan cara pandang merupakan hal yang wajar. Tantangannya adalah bagaimana perbedaan tersebut dikelola agar tidak menjadi penghalang, melainkan sumber pembelajaran bersama.


    Melalui kegiatan pengaderan bersama, mahasiswa memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, dan menumbuhkan rasa saling percaya.

    Solidaritas yang terbentuk di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi bekal ketika mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Mereka tidak hanya belajar menjadi anggota organisasi yang aktif, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas yang mampu bekerja sama menghadapi persoalan bersama.


    Bagi Fakultas Syariah dan Hukum, sinergi semacam ini membuka peluang untuk membangun lingkungan akademik yang lebih kolaboratif. Organisasi mahasiswa dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di ruang kuliah dengan pengalaman berinteraksi, berargumentasi, dan berkontribusi di tengah masyarakat.


    Pengaderan sebagai Investasi Kepemimpinan Masa Depan

    Kaderisasi merupakan salah satu fondasi keberlanjutan organisasi mahasiswa. Organisasi yang sehat tidak hanya dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuannya menyiapkan generasi penerus yang bertanggung jawab dan memiliki visi yang jelas.

    Karena itu, Pelatihan Dasar Organisasi perlu dimaknai sebagai proses pembelajaran yang berkelanjutan. Nilai-nilai yang diperkenalkan dalam kegiatan harus diterapkan dalam pelaksanaan program kerja, pengambilan keputusan, pengelolaan perbedaan, dan pertanggungjawaban organisasi.


    Bagi mahasiswa hukum, proses tersebut memiliki relevansi tersendiri. Integritas, kedisiplinan, kemampuan menyampaikan argumentasi, dan penghormatan terhadap perbedaan merupakan nilai yang penting dalam kehidupan akademik maupun profesi hukum.

    Kader yang baik tidak cukup hanya memahami aturan organisasi. Mereka juga perlu menunjukkan konsistensi antara nilai yang diyakini dan tindakan yang dilakukan.


    Melalui kolaborasi pengaderan ini, mahasiswa HTN dan HKI diharapkan mampu menjadikan organisasi sebagai ruang bertumbuh, tempat mengasah kepemimpinan, sekaligus sarana mengembangkan kepekaan terhadap persoalan sosial.


    Lima Fakta Menarik PDO Fakultas Syariah dan Hukum IAI DDI Sidrap

    1. Digelar pada 11 Oktober 2026. Pelatihan Dasar Organisasi berlangsung pada Ahad di Aula HKI, Institut Agama Islam DDI Sidenreng Rappang.

    2. Melibatkan dua himpunan mahasiswa. Himpunan Mahasiswa HTN dan Himpunan Mahasiswa HKI berkolaborasi dalam kegiatan pengaderan Fakultas Syariah dan Hukum.

    3. Mengusung tema kolaborasi dan keadilan. Tema “Dua Perspektif Satu Gerak: Merawat Keadilan, Menguatkan Peradaban” menegaskan pentingnya sinergi lintas bidang keilmuan.

    4. Dihadiri pimpinan fakultas dan program studi. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Jumiyati, S.Ag., M.H., serta Ketua Program Studi HKI, Umar, S.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    5. Berorientasi pada pembentukan karakter kader. Kegiatan ini diharapkan memperkuat integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, solidaritas, dan kemampuan bekerja sama di lingkungan kampus maupun masyarakat.


    Dari Kampus untuk Keadilan dan Peradaban

    Kolaborasi Himpunan Mahasiswa HTN dan HKI melalui PDO menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya.

    Dua bidang keilmuan dapat memiliki fokus berbeda. Dua organisasi dapat mempunyai program kerja masing-masing. Namun, ketika keduanya dipertemukan oleh semangat belajar, solidaritas, dan komitmen terhadap keadilan, perbedaan dapat menjadi modal untuk bergerak bersama.


    Bagi mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum IAI DDI Sidenreng Rappang, perjalanan menjadi kader merupakan proses panjang yang membutuhkan kesungguhan, keterbukaan, dan tanggung jawab.


    Pengaderan yang bermakna bukan hanya melahirkan mahasiswa yang memahami organisasi, melainkan juga individu yang mampu menjaga integritas ketika memimpin, menghargai perbedaan ketika berdiskusi, serta hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.


    Dua perspektif boleh berbeda, tetapi semangat membangun keadilan harus tetap berjalan searah. Dari ruang pengaderan kampus, langkah kecil itu diharapkan tumbuh menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.

    Komentar

    Tampilkan