![]() |
| Kisah Inspiratif Adri dan Asdy Dua Bersaudara di UNISAN Sidrap Buktikan Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Akademik |
NARASIRAKYAT.ID, SIDENRENG RAPPANG — Tidak semua perjalanan akademik yang menarik lahir dari persaingan. Ada pula kisah tentang kebersamaan, dukungan keluarga, dan semangat bertumbuh bersama, seperti yang ditunjukkan dua bersaudara mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Adri Kurniawan Akib dan Asdy Setiawan Akib.
Meski bukan saudara kembar, keduanya memiliki perjalanan akademik yang beriringan. Sama-sama menekuni bidang Manajemen Pemasaran, Adri dan Asdy kini menjalani penelitian dengan mengambil objek usaha yang berkaitan di Desa Tanete, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Menariknya, kesamaan tersebut tidak membuat keduanya menghasilkan penelitian yang serupa. Justru dari lingkungan usaha yang berkaitan, masing-masing menghadirkan sudut pandang ilmiah yang berbeda.
Adri memilih meneliti kualitas produk dan kaitannya dengan kepuasan konsumen. Sementara Asdy menyoroti strategi pemasaran telur ayam jenis super serta hubungannya dengan keputusan pembelian konsumen.
Dua penelitian, satu lingkungan usaha, tetapi berbeda fokus. Kisah keduanya memperlihatkan bagaimana sebuah objek usaha dapat dikaji melalui perspektif manajemen yang beragam sekaligus relevan dengan kebutuhan dunia bisnis.
Dua Bersaudara, Dua Fokus Penelitian
Adri Kurniawan Akib mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen pada CV Peternakan Muh. Akib di Desa Tanete Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Penelitian tersebut berfokus pada kualitas produk dan kaitannya dengan kepuasan konsumen. Dalam perspektif manajemen pemasaran, kualitas produk merupakan salah satu aspek penting yang dapat memengaruhi pengalaman konsumen terhadap barang yang dibeli.
Melalui kajian ini, Adri berupaya menelaah hubungan antara kualitas produk dan kepuasan konsumen pada objek usaha yang ditelitinya.
Dalam proses penyusunan penelitian, Adri dibimbing oleh Dr. Fakhruddin Kurnia M., S.E., M.M., sebagai Pembimbing I dan Auliyah Nurwafiyyah, S.E., M.M., sebagai Pembimbing II.
Sementara itu, Asdy Setiawan Akib mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Strategi Pemasaran Telur Ayam (Super) terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Usaha Muh. Akib Desa Tanete.”
Berbeda dari saudaranya, Asdy memusatkan perhatian pada strategi pemasaran dan kaitannya dengan keputusan pembelian konsumen. Fokus ini membuka ruang untuk mengkaji bagaimana pendekatan pemasaran suatu usaha berhubungan dengan pertimbangan konsumen ketika memutuskan untuk membeli produk.
Asdy mendapatkan bimbingan dari Dr. Nirwana Sampara, S.P., M.Si., sebagai Pembimbing I dan Sri Wirdawati, S.Ap., M.Ap., sebagai Pembimbing II.
Walaupun objek usaha yang diteliti berkaitan, kedua mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab ilmiah masing-masing. Perbedaan variabel, rumusan masalah, metode, dan analisis menjadi aspek penting yang perlu dijaga agar setiap penelitian memiliki kontribusi akademik yang jelas.
Dari Lingkungan Usaha Lokal, Menggali Persoalan Pemasaran
Pemilihan usaha di Desa Tanete sebagai objek penelitian memperlihatkan bahwa persoalan manajemen pemasaran tidak hanya dapat dipelajari melalui perusahaan besar atau merek nasional.
Usaha lokal juga menyimpan berbagai persoalan yang menarik untuk dikaji, mulai dari kualitas produk, pengalaman konsumen, strategi pemasaran, hingga pertimbangan yang memengaruhi keputusan pembelian.
Bagi mahasiswa manajemen, lingkungan usaha seperti ini dapat menjadi ruang untuk menghubungkan konsep perkuliahan dengan praktik bisnis. Teori yang dipelajari di kelas dapat digunakan sebagai landasan untuk menyusun pertanyaan penelitian, mengumpulkan data, serta menganalisis persoalan berdasarkan metode ilmiah.
Di sinilah nilai penting penelitian mahasiswa. Karya akademik tidak semata-mata menjadi persyaratan penyelesaian pendidikan, tetapi juga dapat menjadi sarana memahami dinamika usaha di tengah masyarakat.
Jika dilakukan dengan metode yang tepat, hasil penelitian mengenai kualitas produk maupun strategi pemasaran berpotensi memberikan bahan evaluasi bagi pelaku usaha. Namun, rekomendasi yang dihasilkan tetap harus didasarkan pada data dan temuan penelitian, bukan hanya asumsi.
Dukungan Saudara, Kemandirian Tetap Menjadi Kunci
Menjalani perjalanan akademik dalam bidang keilmuan yang sama dapat memberikan ruang untuk saling menyemangati. Adri dan Asdy memiliki kedekatan sebagai saudara sekaligus kesamaan lingkungan akademik yang memungkinkan keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan.
Namun, kebersamaan tidak menghilangkan tanggung jawab individual. Setiap mahasiswa tetap dituntut menyelesaikan penelitiannya secara mandiri, mengikuti arahan dosen pembimbing, serta menjaga kejujuran dan integritas akademik.
Nilai inilah yang membuat kisah keduanya menarik. Dukungan keluarga dapat menjadi sumber motivasi, tetapi kualitas karya ilmiah tetap ditentukan oleh kesungguhan, ketelitian, dan tanggung jawab masing-masing peneliti.
Dalam dunia pendidikan tinggi, keberhasilan tidak selalu harus dimaknai sebagai pencapaian yang diraih sendirian. Dukungan orang-orang terdekat dapat menjadi energi untuk melewati proses panjang, termasuk ketika mahasiswa menghadapi tantangan dalam menyusun penelitian.
Rektor UNISAN Sidrap Apresiasi Semangat Dua Bersaudara
Semangat akademik Adri dan Asdy mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si.
Menurutnya, kebersamaan sebagai saudara dapat menjadi kekuatan positif dalam menjalani pendidikan, selama tetap disertai kesungguhan dan kemandirian dalam memenuhi tanggung jawab akademik.
“Semangat Adri dan Asdy patut diapresiasi. Kebersamaan sebagai saudara dapat menjadi energi positif untuk saling mendukung dan memotivasi, dengan tetap menjaga tanggung jawab, kemandirian, serta integritas akademik,” ujar Dr. Darnawati.
Ia berharap perjalanan akademik keduanya dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk tetap konsisten menyelesaikan pendidikan, mengembangkan kompetensi, dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
Apresiasi tersebut juga menegaskan pentingnya membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi tanpa mengabaikan etika ilmiah.
Lima Fakta Menarik di Balik Kisah Adri dan Asdy
1. Bukan saudara kembar. Adri Kurniawan Akib dan Asdy Setiawan Akib merupakan dua bersaudara yang memiliki perjalanan akademik beriringan.
2. Sama-sama mahasiswa Manajemen UNISAN Sidrap. Keduanya menekuni bidang Manajemen Pemasaran, tetapi mengangkat persoalan penelitian yang berbeda.
3. Meneliti lingkungan usaha yang berkaitan. Penelitian mereka mengambil objek usaha di Desa Tanete, Kabupaten Sidenreng Rappang.
4. Mengkaji dua persoalan pemasaran. Adri meneliti kualitas produk dan kepuasan konsumen, sedangkan Asdy mengkaji strategi pemasaran telur ayam super dan keputusan pembelian.
5. Mendapat apresiasi dari rektor. Dr. Darnawati berharap semangat keduanya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk menyelesaikan pendidikan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Satu Keluarga, Dua Perspektif, Satu Semangat untuk Bertumbuh
Kisah Adri dan Asdy menjadi potret bahwa perjalanan akademik dapat memiliki cerita yang lebih luas daripada sekadar ruang kuliah, tugas, dan penyusunan penelitian.
Kesamaan bidang keilmuan dan lingkungan penelitian mempertemukan keduanya pada konteks usaha yang berkaitan. Namun, masing-masing tetap menempuh jalur ilmiah dengan fokus kajian dan tanggung jawab yang berbeda.
Bagi mahasiswa lain, cerita ini menghadirkan pesan sederhana: perjalanan menuju keberhasilan tidak harus dilalui dalam kesendirian. Dukungan keluarga, bimbingan dosen, dan lingkungan akademik yang positif dapat menjadi bekal untuk terus berkembang.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan siapa yang lebih dahulu menyelesaikan penelitian atau siapa yang menghasilkan karya paling menonjol, melainkan bagaimana setiap proses dijalani dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan pembelajaran yang bermakna.
Dari satu keluarga, lahir dua sudut pandang ilmiah. Dari satu lingkungan usaha, terbuka ruang untuk memahami persoalan bisnis dengan cara berbeda. Inilah semangat akademik yang diharapkan tumbuh di UNISAN Sidrap: saling mendukung dalam perjalanan, mandiri dalam berkarya, dan tetap berpegang pada integritas ilmiah.















