![]() |
| IAI DDI SIDRAP Perluas Jejaring Kerja Sama Internasional |
MAKASSAR, NarasiRakyat.id — Penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi dan lembaga lintas negara menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global. Semangat inilah yang mengemuka dalam rangkaian penandatanganan kerja sama yang melibatkan Institut Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (IAI DDI) Sidenreng Rappang bersama sejumlah mitra nasional dan internasional di Hotel Harper Makassar.
Kerja sama tersebut melibatkan mitra dari BINUS Jakarta, Rawaopa Kendari, YAPNAS Jeneponto, serta pimpinan Koperasi Homestay Telok Ketapang dari Terengganu, Malaysia. Keterlibatan berbagai institusi ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan, penguatan jejaring kelembagaan, dan pertukaran pengalaman lintas wilayah maupun negara.
Rektor IAI DDI Sidrap, Dr. Mansur, hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan dan memperluas peluang kemitraan bagi perguruan tinggi yang dipimpinnya.
Momentum ini menjadi penting bagi IAI DDI Sidrap untuk terus membangun konektivitas dengan berbagai institusi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Memperluas Kolaborasi, Melampaui Batas Wilayah
Kerja sama pendidikan saat ini tidak lagi terbatas pada hubungan antarkampus dalam satu daerah. Perguruan tinggi dituntut membangun jejaring yang lebih luas agar mampu berbagi pengetahuan, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
Keterlibatan mitra dari Jakarta, Kendari, dan Jeneponto memperlihatkan pentingnya konektivitas antardaerah dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional. Sementara itu, kehadiran pimpinan Koperasi Homestay Telok Ketapang dari Terengganu, Malaysia, memberikan dimensi internasional dalam upaya menjembatani hubungan pendidikan dan kebudayaan Indonesia–Malaysia.
Kolaborasi lintas sektor seperti ini memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pertukaran pengalaman, kegiatan akademik bersama, pengembangan program kelembagaan, serta inisiatif yang menghubungkan pendidikan dengan potensi sosial dan budaya masyarakat.
Bagi IAI DDI Sidrap, perluasan jejaring tersebut menjadi peluang untuk memperkuat posisi institusi dalam ekosistem pendidikan yang semakin terbuka dan kompetitif.
SEAAM dan Celebes Summit Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Budaya
Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), sebuah jejaring akademik di Asia Tenggara yang mendorong kerja sama perguruan tinggi dalam bidang akademik.
Melalui kemitraan dengan Sultan Hasanuddin International Airport (SHIA), SEAAM turut mendorong pelaksanaan Celebes International Summit on Education & Culture (CISEC) 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Forum ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi pendidik, akademisi, pemimpin budaya, dan inovator untuk memperkuat dialog serta membangun kemitraan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Tidak hanya berorientasi pada Sulawesi Selatan, gagasan Celebes Summit mencakup potensi pendidikan dan kebudayaan seluruh provinsi di Pulau Sulawesi. Kampus, sekolah, madrasah, pesantren, desa wisata, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui berbagai kegiatan promosi dan kolaborasi.
Keterlibatan Koperasi Homestay Telok Ketapang, Terengganu, juga membuka ruang untuk menjembatani hubungan antarmasyarakat melalui semangat berkoperasi, pengembangan wisata berbasis komunitas, serta pertukaran pengalaman sosial dan budaya.
Membuka Peluang bagi Pendidikan dan Kebudayaan
Salah satu agenda yang turut diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah rencana Olimpiade Sains 2027 di Kuala Terengganu, Malaysia. Informasi ini menjadi peluang awal bagi sekolah dan madrasah di Sulawesi untuk mengenal agenda kompetisi tersebut dan mempersiapkan partisipasi sejak dini.
Di sisi lain, pengembangan kerja sama akademik juga dapat diarahkan pada peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, seminar bersama, dan penguatan kapasitas dosen maupun mahasiswa.
Meski implementasi setiap program memerlukan tindak lanjut dan kesepakatan teknis antarmitra, jejaring yang terbentuk melalui pertemuan semacam ini menjadi fondasi penting untuk merancang kegiatan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diharapkan berkembang menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi institusi dan masyarakat.
Lima Fakta Menarik di Balik Kerja Sama Ini
1. Menghubungkan mitra dari berbagai wilayah.
Kolaborasi melibatkan unsur dari Jakarta, Kendari, Jeneponto, serta Terengganu, Malaysia.
2. Memperluas jejaring internasional.
Kehadiran Koperasi Homestay Telok Ketapang membuka peluang hubungan lintas negara dalam pendidikan dan kebudayaan.
3. Sejalan dengan penguatan mobilitas akademik.
SEAAM mendorong kolaborasi perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
4. Mengangkat potensi seluruh Sulawesi.
Celebes Summit diarahkan untuk memperkenalkan pendidikan, kampus, madrasah, pesantren, desa wisata, kebudayaan, dan UMKM dari berbagai provinsi di Sulawesi.
5. Membuka peluang partisipasi dalam agenda 2027.
Pengenalan rencana Olimpiade Sains di Kuala Terengganu memberikan kesempatan bagi sekolah dan madrasah untuk mulai mempersiapkan diri.
Kolaborasi yang Harus Berbuah Manfaat
Bagi perguruan tinggi, kemitraan merupakan investasi jangka panjang. Nilainya tidak hanya terletak pada bertambahnya daftar institusi mitra, tetapi juga pada kemampuan mengubah kesepahaman menjadi program yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak.
Penandatanganan kerja sama di Hotel Harper Makassar menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. IAI DDI Sidrap bersama mitra nasional dan internasional diharapkan dapat terus membangun komunikasi, merumuskan agenda bersama, dan membuka peluang kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Di tengah perubahan global, pendidikan membutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan dan kemitraan. Dari Sidrap hingga Jakarta, dari Kendari hingga Terengganu, setiap hubungan yang dibangun memiliki peluang untuk menjadi jembatan pertukaran pengetahuan, penguatan kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Sebab, kolaborasi terbaik bukan sekadar mempertemukan nama-nama institusi, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi generasi masa depan.















