-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Iklan

    Seminar IT Technovolution UNISAN Sidrap, Dr. Abdul Malik Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Inovasi Berbasis AI

    Satry Polang
    Sabtu, 31 Oktober 2026, Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-11-01T05:39:42Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Seminar IT Technovolution UNISAN Sidrap, Dr. Abdul Malik Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Inovasi Berbasis AI


    SIDRAP, NarasiRakyat.id – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Kehadirannya kini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan aplikasi, menciptakan solusi, dan menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

    Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar IT Technovolution bertema “Revolusi AI: Potensi Manusia untuk Menciptakan Teknologi dan Inovasi” yang digelar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Kamis (29/10/2026).


    Berlangsung di Aula Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, seminar menghadirkan Dr. Ir. Abdul Malik I. Buna, M.Kom., sebagai narasumber. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Informatika dan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi.

    Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan AI sekaligus melihat peluang penerapannya dalam penelitian, pengembangan perangkat lunak, dan pemecahan persoalan nyata di berbagai sektor.


    Pesan utamanya jelas: mahasiswa tidak cukup hanya mengenal dan menggunakan teknologi. Mereka juga perlu membangun kemampuan untuk merancang, mengembangkan, dan menguji inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


    AI Bukan Ancaman, tetapi Peluang untuk Berkarya

    Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Abdul Malik I. Buna menekankan bahwa AI perlu dipahami sebagai teknologi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kreativitas manusia.

    Perkembangan AI telah membuka berbagai kemungkinan, mulai dari pengolahan data dan otomatisasi pekerjaan hingga pengembangan aplikasi yang membantu manusia mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan secara lebih efektif.


    Bagi mahasiswa bidang teknologi informasi, perkembangan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Mereka dituntut tidak hanya memahami cara menggunakan perangkat berbasis AI, tetapi juga menguasai dasar-dasar teknologi, memahami kebutuhan pengguna, dan mampu mengevaluasi hasil yang dihasilkan sistem.

    AI dapat membantu mempercepat proses pengembangan gagasan. Namun, keberhasilan sebuah inovasi tetap bergantung pada kemampuan manusia dalam menentukan masalah, menyusun solusi, menguji ketepatan hasil, dan memastikan teknologi tersebut benar-benar berguna.


    Karena itu, penguasaan AI perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab.

    Seminar IT Technovolution menjadi momentum untuk memperluas pemahaman tersebut, terutama bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan perkembangan industri digital.


    Dekan Fakultas Ilmu Komputer Dorong Mahasiswa Teliti AI

    Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNISAN Sidrap, Azwar, S.Kom., M.Kom., serta Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Dr. Darnawati, M.Si.

    Dalam sambutannya, Azwar menekankan pentingnya penguasaan AI bagi mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan daya saing.


    Ia menyampaikan pesan yang menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut:

    “AI tidak akan menggantikan manusia, namun manusia yang tidak belajar AI akan digantikan oleh manusia yang belajar AI.”


    Pesan itu menjadi pengingat bahwa perubahan teknologi menuntut kesiapan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi.

    Azwar juga mendorong mahasiswa agar mulai mempertimbangkan bidang AI dalam penyusunan usulan penelitian dan tugas akhir. Dorongan ini diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengangkat persoalan aktual dan menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan teknologi.


    Meski demikian, penelitian berbasis AI tetap perlu memiliki rumusan masalah yang jelas, metode yang dapat dipertanggungjawabkan, serta hasil yang bisa diuji. Penggunaan teknologi terbaru tidak dengan sendirinya menjadikan sebuah penelitian bermutu apabila tidak didukung landasan ilmiah yang kuat.

    Dengan pendekatan tersebut, tugas akhir mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan persyaratan akademik, tetapi juga berpotensi menghasilkan prototipe, aplikasi, atau rekomendasi yang bermanfaat.


    Dari Pengguna Menjadi Pencipta Teknologi

    Salah satu tantangan dalam perkembangan teknologi adalah bagaimana mendorong generasi muda untuk melampaui peran sebagai pengguna.

    Mahasiswa dapat memulai proses inovasi dengan memperhatikan persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar. Setelah itu, mereka dapat menyusun gagasan, menentukan kebutuhan pengguna, memilih teknologi yang sesuai, dan memanfaatkan AI untuk membantu mengembangkan solusi.


    Proses tersebut perlu diikuti pengujian dan evaluasi agar produk yang dihasilkan tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga berfungsi dengan baik.

    Dalam bidang pendidikan, misalnya, AI dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran, membantu penyusunan materi, atau mendukung analisis kebutuhan belajar siswa. Di sektor pertanian, teknologi ini berpotensi digunakan untuk mengolah data produksi dan mendukung pemantauan kondisi tanaman.


    Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memanfaatkan AI untuk mendukung pengelolaan informasi produk, analisis kebutuhan pelanggan, dan pengembangan strategi pemasaran.

    Di bidang kesehatan dan pemerintahan, pemanfaatan AI juga memiliki peluang untuk mendukung pengolahan data serta meningkatkan efisiensi proses kerja, dengan tetap memperhatikan aturan, keamanan, dan pengawasan manusia.


    Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak harus selalu dimulai dari proyek berskala besar. Solusi sederhana yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata pun dapat memberikan manfaat apabila dikembangkan dan diuji dengan baik.

    Bagi mahasiswa UNISAN Sidrap, pendekatan ini membuka kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang dan wilayah sekitarnya.


    Kreativitas Harus Diimbangi Etika dan Keamanan

    Di balik peluang yang ditawarkan, penggunaan AI juga memiliki keterbatasan dan risiko yang perlu dipahami.

    Sistem AI dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat, memperlihatkan bias akibat data yang digunakan, atau memberikan jawaban yang tampak meyakinkan meskipun tidak sepenuhnya benar. Penggunaan teknologi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai privasi, keamanan data, hak kekayaan intelektual, dan tanggung jawab atas hasil yang dihasilkan.


    Karena itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan memeriksa sumber informasi, menguji keluaran sistem, dan memastikan bahwa penggunaan AI sesuai dengan tujuan serta aturan yang berlaku.

    Dalam penelitian akademik, AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti pemahaman peneliti. Mahasiswa tetap bertanggung jawab atas keakuratan data, orisinalitas karya, metodologi, dan kesimpulan yang disampaikan.


    Kemampuan tersebut penting agar inovasi yang lahir tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

    Pada akhirnya, kualitas teknologi bukan semata-mata ditentukan oleh kecanggihannya, melainkan juga oleh cara teknologi itu dirancang, digunakan, dan dampaknya terhadap manusia.


    IT Technovolution Perkuat Kesiapan Mahasiswa Menghadapi Era Digital

    Penyelenggaraan seminar ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Ilmu Komputer UNISAN Sidrap dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi dan peluang inovasi berbasis AI.

    Kehadiran narasumber dan pimpinan universitas memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya penguasaan teknologi sekaligus mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka terhadap perubahan.


    Bagi mahasiswa Informatika dan Pendidikan Teknologi Informasi, pemahaman tentang AI dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan, industri, dan masyarakat.

    Namun, kesiapan menghadapi era digital tidak cukup hanya dengan mengenal berbagai aplikasi. Mahasiswa juga perlu membangun kemampuan memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi, memahami etika, dan melakukan evaluasi terhadap teknologi yang digunakan.


    Kombinasi antara pengetahuan teknis dan kemampuan manusia tersebut menjadi penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi otomatisasi dan sistem cerdas.

    Melalui kegiatan IT Technovolution, mahasiswa diharapkan semakin terdorong untuk menjadikan AI sebagai sarana belajar, bereksperimen, dan mengembangkan gagasan yang dapat diuji serta diterapkan secara bertanggung jawab.


    Masa Depan Teknologi Dimulai dari Keberanian Berinovasi

    Perkembangan AI menghadirkan perubahan besar sekaligus peluang bagi generasi muda. Bagi mahasiswa, tantangan terpenting bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memahami teknologi dan menggunakannya untuk menjawab kebutuhan nyata.

    Seminar IT Technovolution di UNISAN Sidrap membawa pesan bahwa manusia tetap memegang peran penting dalam menentukan arah inovasi. AI dapat membantu mempercepat pekerjaan dan memperluas kemampuan, tetapi kreativitas, penilaian kritis, etika, dan tanggung jawab tetap membutuhkan keterlibatan manusia.


    Dorongan untuk mengembangkan penelitian dan tugas akhir berbasis AI juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya yang lebih kontekstual dan bermanfaat.


    Dari ruang seminar kampus, langkah menuju inovasi dapat dimulai dengan pertanyaan sederhana: persoalan apa yang perlu diselesaikan, siapa yang akan memperoleh manfaat, dan bagaimana teknologi dapat digunakan secara tepat?

    Sebab, mahasiswa yang siap menghadapi masa depan bukan hanya mereka yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mereka yang berani menciptakan solusi, menguji gagasan, dan memastikan inovasinya membawa manfaat bagi sesama.


    LIMA FAKTA MENARIK SEMINAR IT TECHNOVOLUTION

    1. Digelar pada 29 Oktober 2026 — Seminar berlangsung di Aula Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidrap.
    2. Mengangkat revolusi AI — Tema kegiatan adalah “Revolusi AI: Potensi Manusia untuk Menciptakan Teknologi dan Inovasi”.
    3. Menghadirkan narasumber ahli — Dr. Ir. Abdul Malik I. Buna, M.Kom., menjadi narasumber utama dalam pembahasan AI dan inovasi.
    4. Diikuti mahasiswa dua program studi — Peserta berasal dari Program Studi Informatika dan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi.
    5. Mendorong penelitian berbasis AI — Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Azwar, S.Kom., M.Kom., mendorong mahasiswa mempertimbangkan AI dalam usulan penelitian dan tugas akhir.
    Komentar

    Tampilkan