![]() |
| Dari Santri hingga Mahasiswa, 9 Atlet Berkuda Memanah Sidrap Berburu Medali di Porprov 2026 |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Harapan meraih prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas olahraga yang serba lengkap. Terkadang, ia tumbuh dari semangat, kedisiplinan, dan keberanian anak-anak muda untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih besar.
Semangat itulah yang kini dibawa sembilan atlet berkuda memanah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulsel 2026 di Kabupaten Wajo.
Menariknya, kontingen ini memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Mereka berasal dari kalangan siswa sekolah menengah pertama (SMP), santri pondok pesantren, pelajar SMA dan madrasah aliyah, hingga mahasiswa perguruan tinggi.
Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda lintas lingkungan pendidikan.
Sembilan atlet yang memperkuat Sidrap masing-masing Abdul Muhsin dari SMP Al-Iman Uluale, M. Taufiq Iqbal dari Pondok Pesantren Al-Iman Uluale, Mustaqin dari SMA Al-Iman Uluale, Sumarling dari Pondok Pesantren Anwarul Qur’an, dan Uwais Al-Qornie dari SMP Al-Iman Uluale.
Selanjutnya, Astri, Dzakiyyah Indri Ayyami dari MA YMPI Rappang, Nabila Az Zanjabila dari Fakultas Saintek UIN Alauddin Makassar, serta Nur Ayumi dari MA Al-Iman Uluale.
Mereka datang dengan satu tujuan: memberikan penampilan terbaik dan mempersembahkan medali bagi Kabupaten Sidrap.
Mengincar Satu Medali Emas
Bagi para atlet, Porprov bukan sekadar kompetisi untuk menguji kemampuan. Ajang olahraga tingkat provinsi ini menjadi kesempatan membuktikan hasil latihan sekaligus memperlihatkan potensi atlet muda Sidrap.
Salah satu atlet, Sumarling, menyampaikan optimisme bahwa timnya mampu bersaing dan membawa pulang medali sebanyak-banyaknya.
"Insya Allah target kami mendapatkan medali sebanyak-banyaknya dan mudah-mudahan target satu emas dari cabor berkuda memanah dapat diraih," ungkap Sumarling, Jumat (6/11/2026).
Target satu medali emas tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh anggota tim.
Namun, perjuangan mereka tidak sepenuhnya berjalan tanpa tantangan. Keterbatasan dana menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi selama persiapan menuju pertandingan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad para atlet untuk tetap berjuang dan memberikan hasil maksimal bagi daerah.
Olahraga yang Menguji Keberanian dan Ketepatan
Berkuda memanah atau horseback archery merupakan cabang olahraga yang memadukan dua keterampilan sekaligus, yakni kemampuan mengendalikan kuda dan ketepatan membidik sasaran menggunakan busur dan anak panah.
Tidak seperti memanah dalam posisi diam, atlet harus mampu menjaga keseimbangan tubuh, mengendalikan arah dan kecepatan kuda, sekaligus menentukan waktu yang tepat untuk melepaskan anak panah.
Konsentrasi, koordinasi, keberanian, dan ketenangan menjadi faktor penting dalam olahraga ini.
Pada Porprov XVIII Sulsel 2026, atlet berkuda memanah Sidrap dijadwalkan mengikuti tiga kategori memanah dan satu nomor memanah cepat atau fast shoot.
Keikutsertaan dalam beberapa nomor tersebut membuka peluang bagi kontingen Sidrap untuk bersaing memperebutkan medali.
Dari Lingkungan Pendidikan Menuju Arena Prestasi
Salah satu hal menarik dari kontingen berkuda memanah Sidrap adalah keterlibatan pelajar dan santri dalam satu tim kompetisi.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa pembinaan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan.
Para atlet muda ini tidak hanya membawa kemampuan individu, tetapi juga membawa nama sekolah, pesantren, perguruan tinggi, keluarga, dan daerah asal mereka.
Bagi generasi muda, pengalaman tampil dalam kompetisi tingkat provinsi juga menjadi ruang pembelajaran tentang disiplin, tanggung jawab, sportivitas, dan mental menghadapi tekanan.
Lebih jauh, keikutsertaan mereka dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya bahwa prestasi tidak hanya dapat diraih melalui jalur akademik, tetapi juga melalui pengembangan bakat dan minat di bidang olahraga.
Lima Fakta Menarik Atlet Berkuda Memanah Sidrap
-
Diperkuat sembilan atlet. Sidrap mengirim sembilan atlet untuk berlaga pada cabang olahraga berkuda memanah Porprov XVIII Sulsel 2026.
-
Lintas jenjang pendidikan. Atlet berasal dari SMP, SMA, madrasah aliyah, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi.
-
Target satu medali emas. Tim berharap mampu membawa pulang medali sebanyak-banyaknya, dengan target khusus satu emas.
-
Empat nomor pertandingan. Kontingen mengikuti tiga kategori memanah dan satu nomor fast shoot.
-
Menghadapi keterbatasan dana. Di tengah kendala pembiayaan, para atlet tetap berkomitmen memberikan penampilan terbaik.
Harapan untuk Olahraga Sidrap
Perjuangan sembilan atlet berkuda memanah ini menjadi bagian dari perjalanan olahraga Sidrap dalam membangun prestasi di tingkat provinsi.
Target medali tentu menjadi harapan, tetapi proses pembinaan, keberanian bertanding, dan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang juga merupakan bagian penting dari keberhasilan olahraga daerah.
Dukungan dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi atlet muda tidak berhenti pada satu ajang kompetisi.
Sebab, di balik setiap anak panah yang dilepaskan, ada latihan, pengorbanan, dan harapan besar untuk mengharumkan nama daerah.
Kini, sembilan atlet muda tersebut membawa satu semangat yang sama: berjuang dengan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, dan menjadikan Sidrap bangga di arena Porprov XVIII Sulsel 2026.
















