-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     

     



     


     

     


     



     


     


     


     

    Iklan

    Dari Sidrap untuk Indonesia, Dr. Muhammad Tahir Saenong Lahirkan 11 Buku, Ini Gagasan Besarnya tentang Mutu Kesehatan

    Satry Polang
    Sabtu, 07 November 2026, November 07, 2026 WIB Last Updated 2026-11-07T19:19:24Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Dari Sidrap untuk Indonesia, Dr. Muhammad Tahir Saenong Lahirkan 11 Buku, Ini Gagasan Besarnya tentang Mutu Kesehatan


    SIDRAP, NarasiRakyat.id – Dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan tidak selalu berhenti di ruang akademik. Melalui pemikiran, penelitian, dan karya tulis, seorang akademisi dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

    Hal itulah yang tercermin dari perjalanan Dr. Muhammad Tahir Saenong, SKM., M.Kes., pakar mutu kesehatan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang telah melahirkan 11 buku ber-ISBN.


    Karya terbarunya berjudul Inovasi Mutu Pelayanan Primer dalam Transformasi Kesehatan: Konsep Dasar, Kebijakan, dan Tata Kelola, diterbitkan oleh CV Eureka Media Aksara pada Oktober 2026.

    Buku setebal 452 halaman ini menjadi salah satu kontribusi pemikiran dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia, terutama di tengah agenda transformasi sistem kesehatan nasional.


    Bagi Tahir, persoalan mutu pelayanan kesehatan tidak cukup dilihat dari kelengkapan fasilitas, pemenuhan standar administrasi, ataupun keberhasilan memperoleh akreditasi. Ukuran sesungguhnya harus terlihat dari keselamatan pasien, efektivitas pelayanan, kepuasan masyarakat, kemudahan akses, hingga hasil kesehatan yang lebih baik.


    Mengubah Paradigma: Dari Mengobati Menjadi Menjaga Masyarakat Tetap Sehat

    Salah satu gagasan penting dalam buku ini adalah perlunya perubahan paradigma pelayanan kesehatan primer.

    Pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada penanganan masyarakat yang sudah sakit. Lebih dari itu, sistem kesehatan harus semakin mengutamakan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, serta pelayanan yang berkesinambungan.


    Pendekatan tersebut menempatkan fasilitas kesehatan primer sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

    Buku ini juga menguraikan tujuh dimensi mutu pelayanan kesehatan berdasarkan kerangka World Health Organization (WHO), yakni efektif, aman, berorientasi pada manusia, tepat waktu, adil, terintegrasi, dan efisien.


    Ketujuh dimensi tersebut menjadi landasan penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.


    Sepuluh Bab Mengupas Masa Depan Pelayanan Kesehatan

    Disusun dalam sepuluh bab, buku ini membahas berbagai aspek strategis peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer.

    Pembahasannya mencakup konsep dasar mutu, transformasi kesehatan, kebijakan dan tata kelola, pengukuran serta evaluasi mutu, strategi peningkatan mutu, inovasi pelayanan, hingga penguatan sumber daya manusia dan budaya mutu.


    Perhatian khusus juga diberikan pada perkembangan teknologi kesehatan digital.

    Rekam Medis Elektronik, SATUSEHAT, telemedicine, dashboard mutu, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Medical Things (IoMT) dibahas sebagai instrumen yang berpotensi meningkatkan efektivitas serta kualitas pelayanan.


    Namun, transformasi digital tidak boleh dimaknai sebatas penggunaan aplikasi atau pengadaan perangkat teknologi.

    Teknologi harus mampu mendorong perubahan proses kerja, memperkuat tata kelola, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan.


    Pasien Bukan Sekadar Penerima Layanan

    Gagasan lain yang menjadi perhatian dalam buku ini adalah Patient-Centered Care atau pelayanan yang berpusat pada pasien.

    Pendekatan ini menempatkan pasien sebagai bagian penting dalam proses pelayanan kesehatan, bukan sekadar penerima tindakan medis.


    Komunikasi efektif, penghormatan terhadap hak dan preferensi pasien, keterlibatan keluarga, pengambilan keputusan bersama, serta kesinambungan pelayanan menjadi unsur yang perlu diperkuat.

    Menurut kerangka pemikiran yang diuraikan penulis, peningkatan mutu tidak dapat dilakukan secara parsial.


    Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, tenaga kesehatan kompeten, budaya keselamatan pasien, kolaborasi lintas profesi, pemanfaatan data, dan keterlibatan aktif masyarakat.

    Melalui pendekatan Continuous Quality Improvement (CQI), setiap persoalan pelayanan harus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan.


    The Tahir's Model, Gagasan Peningkatan Mutu Berkelanjutan

    Salah satu bagian menarik dari buku ini adalah pengenalan The Tahir's Model of Continuous Quality Improvement.

    Model tersebut merupakan kerangka konseptual yang menguraikan sembilan komponen peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer.


    Kesembilan komponen itu meliputi karakter religius, inovasi pelayanan, kepemimpinan, organisasi, lingkungan, tim peningkatan mutu, fokus kepada masyarakat, fokus pada proses, serta dukungan dan kapasitas peningkatan mutu.

    Kerangka ini menempatkan nilai religius, inovasi, kepemimpinan, dan orientasi kepada masyarakat sebagai elemen penting dalam membangun budaya mutu.


    Di sisi lain, buku ini juga mengangkat sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelayanan kesehatan primer di Indonesia, mulai dari ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, keterbatasan pembiayaan, kesenjangan digital, hingga perlunya penguatan tata kelola dan budaya organisasi.


    Kontribusi Intelektual Putra Daerah untuk Dunia Kesehatan

    Lahirnya 11 buku ber-ISBN menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan intelektual Dr. Muhammad Tahir Saenong.

    Karya-karya tersebut memperlihatkan konsistensi dalam mengembangkan pengetahuan melalui literasi dan pemikiran akademik.


    Kehadiran buku terbarunya diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, pengelola Puskesmas, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, hingga pengambil kebijakan.

    Lebih dari sekadar publikasi akademik, buku ini membawa pesan bahwa keberhasilan transformasi kesehatan membutuhkan perubahan yang menyeluruh.


    Bukan hanya perubahan regulasi dan teknologi, melainkan juga kepemimpinan, budaya organisasi, inovasi, kompetensi sumber daya manusia, serta komitmen untuk menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan.

    Dari Sidrap, pemikiran tersebut hadir sebagai kontribusi bagi pengembangan pelayanan kesehatan primer di Indonesia.


    Sebuah pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui lahirnya gagasan, karya, dan sumber daya manusia yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi bangsa.


    IDENTITAS BUKU

    • Judul: Inovasi Mutu Pelayanan Primer dalam Transformasi Kesehatan
    • Subjudul: Konsep Dasar, Kebijakan, dan Tata Kelola
    • Penulis: Dr. Muhammad Tahir Saenong, SKM., M.Kes.
    • Penerbit: CV Eureka Media Aksara
    • Terbit: Oktober 2026
    • Tebal: 452 halaman
    • ISBN: 978-634-315-927-8

    LIMA FAKTA MENARIK

    1. 11 buku ber-ISBN: Dr. Muhammad Tahir Saenong telah menghasilkan 11 buku ber-ISBN.
    2. 452 halaman: Buku terbarunya mengupas mutu pelayanan kesehatan primer secara komprehensif.
    3. 10 bab pembahasan: Mulai dari konsep dasar, kebijakan, inovasi, digitalisasi, hingga tata kelola.
    4. 7 dimensi mutu WHO: Mengacu pada prinsip pelayanan yang efektif, aman, adil, terintegrasi, dan berorientasi pada manusia.
    5. The Tahir's Model: Memperkenalkan sembilan komponen konseptual peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.


    Karya intelektual tidak hanya menjadi kebanggaan penulis, tetapi juga dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya.


    Melalui 11 buku ber-ISBN dan karya terbarunya tentang inovasi mutu pelayanan kesehatan primer, Dr. Muhammad Tahir Saenong menghadirkan pesan bahwa perubahan besar dalam dunia kesehatan dapat dimulai dari gagasan, diperkuat dengan ilmu pengetahuan, dan diwujudkan melalui pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.


    Dari Sidrap, sebuah kontribusi pemikiran untuk Indonesia.


    Komentar

    Tampilkan