![]() |
Dosen UNISAN Sidrap Berperan Aktif dalam Penguatan Program P4GN BNN Wujud Sinergi Kampus dan Pemerintah Cegah Bahaya Narkotika |
NARASIRAKYAT, Sidrap, 5 November 2025 — Dalam upaya mendukung gerakan nasional pemberantasan narkotika, Dosen Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN), Aliyyul Qayyuum Nugraha, S.H., M.H., turut ambil bagian dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diselenggarakan oleh BNN Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran aktif masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem sosial yang sadar dan tangguh terhadap ancaman narkoba. Bimtek ini diikuti oleh berbagai unsur — mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga perwakilan lembaga swasta dan ormas — yang memiliki peran strategis dalam pengendalian penyalahgunaan narkotika di tingkat lokal.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai strategi pencegahan narkotika berbasis masyarakat, pendekatan hukum dan kesehatan, serta metode konseling dan rehabilitasi bagi penyalahguna.
Dalam paparannya, Strategi Izata dari BNN Kabupaten Sidenreng Rappang menegaskan bahwa keberhasilan program P4GN hanya bisa dicapai dengan kolaborasi lintas sektor.
“BNN Sidrap terus berkomitmen memperluas cakupan layanan rehabilitasi, termasuk wilayah sekitar seperti Pinrang, Enrekang, dan Parepare. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi adalah kunci untuk membangun daerah yang bebas narkoba,” ujarnya.
Program rehabilitasi rawat jalan di Sidrap telah berjalan efektif, sementara rehabilitasi rawat inap masih dalam tahap komunikasi dan persiapan. Untuk memperluas akses layanan, BNN tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna mengoptimalkan dukungan pembiayaan dan sumber daya.
Dosen UNISAN, Aliyyul Qayyuum Nugraha, yang turut menjadi peserta aktif dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BNN. Ia menilai bahwa peran akademisi sangat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya di lingkungan mahasiswa.
“Kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut serta dalam gerakan pencegahan narkoba. Melalui pelatihan ini, kami berkomitmen menjadikan civitas akademika sebagai pionir perubahan menuju lingkungan belajar yang sehat dan bebas narkotika,” ungkapnya.
Aliyyul menambahkan, ke depan UNISAN siap berkolaborasi dengan BNN dalam mengadakan penyuluhan, riset sosial, dan program edukasi kampus bersih narkoba (KBN) yang berkelanjutan.
5 Fakta Menarik dari Kegiatan Bimtek Penggiat P4GN Sidrap
-
Melibatkan Akademisi dan Tokoh Masyarakat — Dosen UNISAN menjadi bagian dari penggerak edukasi anti-narkoba di tingkat lokal.
-
Materi Lengkap dan Praktis — Mulai dari pemahaman adiksi hingga strategi rehabilitasi rawat jalan.
-
Layanan Rehabilitasi Terpadu — Sidrap menjadi salah satu daerah yang sedang menyiapkan fasilitas rawat inap terintegrasi.
-
Sinergi Multi Pihak — Kolaborasi antara BNN, kampus, dan pemerintah daerah menjadi kekuatan utama program ini.
-
Dampak Luas ke Wilayah Sekitar — Program P4GN Sidrap menjadi model implementasi efektif bagi kabupaten sekitar seperti Pinrang dan Enrekang.
Kegiatan ini bukan hanya bentuk pelatihan teknis, tetapi juga gerakan moral dan sosial yang memperkuat komitmen bersama melawan ancaman narkoba. Partisipasi aktif akademisi seperti Aliyyul Qayyuum Nugraha menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi garda terdepan dalam membangun generasi sadar, sehat, dan produktif tanpa narkoba.







