![]() |
Pesan Spesial Hari Guru Nasional 2025! Ketua MUI Baranti Dr. Wahidin Ar Rafany: “Guru Itu Mencerahkan, Bukan Meresahkan” |
NARASIRAKYAT — Memperingati Hari Guru Nasional 2025, sosok ulama dan pendidik Sidrap, Dr. Wahidin Ar Rafany, menyampaikan pesan mendalam tentang esensi seorang guru dalam membangun peradaban bangsa. Dikenal sebagai Pimpinan Ponpes Sehati dan Lapakolongi, Ketua MUI Baranti, sekaligus pimpinan Baznas Sidrap, beliau menegaskan bahwa guru memiliki peran suci dalam mencerahkan generasi, bukan sekadar mengajar.
Dalam video pernyataannya, Dr. Wahidin menyampaikan rangkaian pesan penuh nilai moral dan refleksi:
“Guru itu mencerahkan, bukan meresahkan. Guru itu menginspirasi, bukan memprovokasi. Guru itu membina, tidak boleh menghina. Guru itu memotivasi, tidak mudah baginya melakukan justifikasi. Karena guru kita terinspirasi. Karena guru kita tercerahkan. Karena guru kita termotivasi.”
Beliau menambahkan doa dan harapan:
“Semoga para guru diberi kesehatan dan istiqamah mencerahkan anak-anak negeri untuk menjaga NKRI.”
Sambutan tersebut menjadi renungan kolektif, terutama bagi masyarakat Sidrap, yang selama ini melihat Dr. Wahidin sebagai figur ulama yang tegas, progresif, dan berdedikasi pada pendidikan umat.
Peran Strategis Dr. Wahidin dalam Pendidikan Islam dan Pemberdayaan Umat
Lebih dari sekadar memberikan pesan, Dr. Wahidin dikenal sebagai tokoh yang menghidupkan pendidikan Islam dan penguatan karakter generasi muda melalui berbagai kontribusi nyata:
1. Pendirian & Pengembangan Pesantren Sehati dan Lapakolongi
Ia membangun akses pendidikan berbasis keagamaan dengan fasilitas memadai bagi santri. Pesantren tersebut berdiri sebagai “investasi untuk umat” yang fokus pada akhlak, kemandirian, dan kecintaan pada Al-Qur’an.
2. Inovasi Revolusioner “Pesantren Lansia”
Ponpes Sehati menjadi salah satu pelopor Pesantren Lansia di Sidrap—sebuah program pendidikan agama seumur hidup yang memungkinkan para orang tua memperdalam ilmu di usia senja.
3. Penggerak Moderasi Beragama
Sebagai Ketua MUI Baranti, beliau aktif menyampaikan kajian moderasi beragama di sekolah dan madrasah, termasuk MTsN 1 Sidrap, demi membentuk generasi yang toleran dan beradab.
4. Akademisi dan Dosen Inspiratif
Selain menjadi ulama dan pimpinan pesantren, Dr. Wahidin juga mengajar di perguruan tinggi, berkontribusi dalam pengembangan ilmu keislaman dan pembentukan karakter akademis mahasiswa.
5. Penguatan Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat
Beliau menegaskan bahwa masjid harus hidup sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial umat. Ini memperkuat ekosistem pembelajaran non-formal di masyarakat.
6. Arahkan Generasi Muda Memakmurkan Masjid
Dalam berbagai ceramah, ia mengajak orang tua untuk membiasakan anak-anak dekat dengan masjid sebagai bagian dari pendidikan karakter.
7. Pemanfaatan Zakat untuk Pendidikan
Melalui Baznas Sidrap, beliau terlibat dalam penyaluran zakat yang membantu masyarakat kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan yang layak.
5 FAKTA MENARIK
-
Pernyataan Hari Guru disampaikan dengan gaya syar’i, filosofis, dan penuh nilai-nilai pendidikan karakter.
-
Pesantren Sehati menjadi pionir program unik “Pesantren Lansia” yang viral sebagai inovasi pendidikan berbasis kebutuhan umat.
-
Sebagai Ketua MUI Baranti, beliau aktif turun ke sekolah memberikan edukasi moderasi beragama kepada pelajar.
-
Perannya di Baznas Sidrap memungkinkan pemberdayaan zakat untuk pendidikan, menjangkau pelajar kurang mampu.
-
Dr. Wahidin dikenal sebagai pendidik multidimensi: ulama, pimpinan pesantren, ketua MUI, akademisi, dan penggerak sosial.
Hari Guru Nasional tahun ini kembali mengingatkan kita bahwa guru adalah pilar peradaban. Melalui pesan-pesan syarat makna, Dr. Wahidin Ar Rafany menegaskan bahwa guru sejati bukan hanya mengajar, tetapi mencerahkan, menginspirasi, dan menuntun umat menuju akhlak dan ilmu yang lebih baik. Guru yang baik melahirkan murid yang kuat; guru yang tercerahkan melahirkan generasi yang memajukan negeri.










