![]() |
Angin Kencang Terjang Sidrap Dini Hari, BPBD Catat 11 Rumah Warga Terdampak |
NARASIRAKYAT — Hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sidenreng Rappang pada Senin dini hari, 19 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WITA. Peristiwa cuaca ekstrem ini mengakibatkan 11 unit rumah warga mengalami kerusakan, terdiri atas 10 rumah rusak ringan (RR) dan 1 rumah rusak sedang (RS).
Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap, lokasi terdampak meliputi Desa Kanie, Kelurahan Lakessi (Kecamatan Maritengngae), Desa Mojong, Desa Damai (Kecamatan Watang Sidenreng), serta Kelurahan Rappang (Kecamatan Panca Rijang).
BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah kepala keluarga terdampak harus menghadapi kerusakan pada bagian atap, dinding, dan struktur bangunan akibat terjangan angin kencang.
Hujan deras yang disertai angin kencang terjadi secara tiba-tiba pada dini hari, saat sebagian besar warga tengah beristirahat. Tekanan angin yang cukup kuat menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan, khususnya pada bagian atap dan rangka bangunan.
Data Korban Terdampak (Ringkas)
Desa Kanie: 2 KK (1 RR, 1 RS)
Kelurahan Lakessi: 1 KK (RR)
Kelurahan Rappang: 1 KK (RR)
Desa Mojong: 1 KK (RR)
Desa Damai: 3 KK (RR)
Total terdampak: 11 unit rumah.
BPBD Sidrap telah melakukan pendataan lapangan sebagai dasar penanganan lanjutan, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan dan kecamatan setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi serta mencegah risiko lanjutan akibat cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sidrap.
Lima Fakta Menarik
Kejadian berlangsung dini hari, saat aktivitas warga sedang minimal.
Tidak ada korban jiwa, meski kerusakan terjadi di beberapa wilayah.
11 rumah terdampak, mayoritas mengalami rusak ringan.
Cuaca ekstrem menjadi penyebab utama, berupa hujan dan angin kencang.
BPBD Sidrap langsung melakukan pendataan resmi sebagai dasar penanganan.
Di balik terpaan angin kencang, solidaritas dan kesiapsiagaan menjadi kekuatan utama masyarakat Sidrap. Dengan kewaspadaan bersama dan respons cepat pemerintah daerah, risiko bencana dapat ditekan dan pemulihan dapat berjalan lebih baik.







