-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    IMM Masa Depan: Dari Formalitas Menuju Gerakan Transformasional

    Satry Polang
    Selasa, 27 Januari 2026, Januari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T11:23:45Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250


    Oleh: Putri Chaerunnisa

    Kemajuan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sidenreng Rappang tidak dapat semata-mata diukur dari padatnya kalender kegiatan atau kerapihan laporan pertanggungjawaban. Lebih dari itu, kemajuan sejati IMM harus dibaca dari sejauh mana gerakan ini mampu melahirkan kesadaran intelektual, keberpihakan sosial, serta kader yang memiliki daya pengaruh nyata di lingkungannya. Dalam kerangka tersebut, Pimpinan Cabang IMM Sidrap seharusnya diposisikan sebagai ruang strategis pembentukan gagasan dan nilai, bukan sekadar ruang administratif yang menjalankan rutinitas organisasi.

    Setiap aktivitas yang dijalankan oleh IMM Sidrap idealnya berangkat dari kebutuhan objektif kader dan masyarakat, serta diarahkan untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Gerakan IMM tidak boleh berhenti pada momentum kegiatan semata, tetapi harus mampu menghadirkan proses pembelajaran dan transformasi yang terus hidup dalam diri kader.

    Namun, dalam realitas gerakan, tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat kecenderungan praksis organisasi yang terjebak pada orientasi formalitas. Kegiatan sering kali dipahami sebagai tujuan akhir, bukan sebagai instrumen untuk membangun kualitas kader dan memperluas pengaruh pemikiran. Pola semacam ini berpotensi mereduksi IMM menjadi organisasi yang aktif secara simbolik, namun lemah secara transformasional. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menjauhkan IMM dari khitahnya sebagai gerakan kader dan gerakan pemikiran.

    Oleh karena itu, PC IMM Sidrap membutuhkan keberanian untuk melakukan refleksi kritis terhadap arah gerak organisasi. Penguatan kualitas kader harus menjadi agenda utama yang tidak dapat ditawar. Kader IMM Sidrap harus disiapkan bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi sebagai subjek intelektual yang mampu membaca realitas sosial, merumuskan gagasan, serta mengambil peran strategis di ruang akademik, sosial, dan kebijakan publik.

    Dalam konteks ini, PC IMM Sidrap harus berfungsi sebagai ruang dialektika dan laboratorium kepemimpinan berkemajuan. Sebuah ruang di mana kader dilatih untuk berpikir kritis, bersikap etis, dan bertindak transformatif dengan berlandaskan nilai-nilai Islam, ke-Muhammadiyahan, dan ke-IMM-an. Proses kaderisasi harus diarahkan untuk membentuk integritas, keberanian moral, dan komitmen keberpihakan pada keadilan sosial.

    Lebih jauh, kemajuan organisasi tidak dapat digantungkan pada figur atau kepemimpinan tertentu. Gerakan yang berkelanjungan hanya dapat terwujud melalui kesadaran kolektif seluruh kader untuk bergerak dalam satu garis nilai dan visi perjuangan. Konsolidasi internal, penguatan budaya organisasi, serta distribusi peran yang adil menjadi prasyarat penting agar PC IMM Sidrap tidak rapuh oleh pergantian kepengurusan, melainkan tumbuh dengan kesinambungan arah dan identitas yang jelas.

    Dengan demikian, kemajuan PC IMM Sidenreng Rappang merupakan hasil dari kerja bersama yang berlandaskan pada kepercayaan, tanggung jawab, dan komitmen ideologis. IMM Sidrap harus terus hadir sebagai gerakan yang relevan, kritis, dan membumi—gerakan yang tidak hanya bergerak, tetapi juga menggerakkan; tidak hanya hadir, tetapi memberi makna nyata bagi lingkungan akademik dan masyarakat luas.

    Komentar

    Tampilkan