-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    IMM Meneguhkan Arah Organisasi: Kepemimpinan Visioner dan Kolaborasi Jadi Fondasi Gerakan

    Satry Polang
    Sabtu, 24 Januari 2026, Januari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T03:15:55Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250


    Oleh: Ferdy
    Ketua Umum PK IMM FEB UMS Rappang
    Calon Formatur Pimpinan Cabang IMM Kabupaten Sidrap Periode 2026–2027

    Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terus meneguhkan eksistensinya sebagai organisasi mahasiswa Islam yang memiliki peran strategis dalam pembentukan kepemimpinan, tata kelola organisasi, dan arah gerakan yang berkemajuan. Di tengah perubahan sosial yang kian kompleks serta dinamika internal organisasi yang terus berkembang, IMM dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi mampu menata diri secara visioner dan berkelanjutan.

    Penataan organisasi menjadi kebutuhan mendesak. IMM memandang bahwa organisasi yang kuat lahir dari tata kelola yang tertib, disiplin struktural yang konsisten, serta optimalisasi peran pimpinan di setiap level. Organisasi tidak cukup dimaknai sebagai struktur formal dan administratif semata, melainkan sebagai ruang pembelajaran kolektif—tempat kader ditempa untuk memahami tanggung jawab, etika kepemimpinan, dan semangat pengabdian.

    Ke depan, penguatan kapasitas organisasi harus menjadi agenda utama. Tanpa fondasi organisasi yang kokoh, gerakan akan mudah terjebak dalam rutinitas simbolik dan kehilangan daya dorong ideologisnya. IMM harus hadir sebagai organisasi yang mampu mengelola potensi kader secara sistematis, terarah, dan berorientasi pada keberlanjutan gerakan.

    Dalam aspek kepemimpinan, IMM mendorong lahirnya figur-figur pemimpin yang visioner, berintegritas, dan berorientasi pada kerja kolektif. Kepemimpinan di tubuh IMM tidak boleh bersifat elitis maupun personalistik, tetapi harus partisipatif, terbuka terhadap kritik, serta berpihak pada penguatan kader. Kepemimpinan sejati dalam IMM adalah kepemimpinan yang melayani—menjadi penggerak, bukan sekadar penguasa struktur.

    Pemimpin IMM juga memikul tanggung jawab ideologis: menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemuhammadiyahan agar tetap hidup dalam praksis gerakan. Tanpa kepemimpinan yang berkarakter dan berwawasan jauh ke depan, organisasi akan kehilangan arah dan mudah terombang-ambing oleh dinamika eksternal.

    Di sisi lain, IMM menyadari bahwa kolaborasi adalah kekuatan utama gerakan. Sinergi antarbidang, lintas komisariat, serta kerja sama dengan organisasi otonom Muhammadiyah, elemen kampus, dan masyarakat luas menjadi langkah strategis dalam memperluas dampak perjuangan. Kolaborasi tidak hanya memperkuat daya jangkau program, tetapi juga melatih kader untuk berpikir inklusif, komunikatif, dan adaptif terhadap realitas sosial.

    Gerakan IMM tidak dapat berjalan sendiri. Tantangan zaman menuntut IMM untuk membuka ruang dialog, membangun jejaring, dan memperkuat kerja sama lintas sektor tanpa kehilangan identitas ideologisnya. Dengan kolaborasi yang sehat, IMM akan tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan kader, umat, dan bangsa.

    Melalui konsolidasi organisasi yang berkelanjutan, penguatan kepemimpinan kolektif, serta budaya kolaboratif yang progresif, IMM optimis dapat menghadirkan gerakan yang solid, responsif, dan berdaya guna. IMM meneguhkan diri sebagai organisasi perjuangan yang tidak hanya menjaga nilai-nilai ideologis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial yang terus berubah.

    Dengan semangat Fastabiqul Khairat dan nilai Islam Berkemajuan, IMM siap melangkah sebagai organisasi mahasiswa yang memimpin perubahan, memperkuat persatuan kader, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

    Komentar

    Tampilkan