Penulis: Muh. Arya
NARASIRAKYAT --- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan sebagai organisasi kader mahasiswa yang dinamis dan berdaya saing. Dalam beberapa tahun terakhir, IMM Sidrap tidak hanya bergerak dalam ruang internal organisasi, tetapi juga tampil aktif dalam kegiatan berskala regional hingga nasional yang memperkuat perannya di tengah masyarakat dan dunia akademik.
Salah satu capaian penting IMM Sidrap adalah keberhasilannya menjadi tuan rumah Pelatihan Instruktur Dasar (PID) VIII se-Indonesia Timur dengan tema “Inklusivitas Perkaderan di Era Digital”. Kegiatan ini menghadirkan peserta dari berbagai daerah dan menjadi bukti meningkatnya kapasitas organisasi dalam mengelola perkaderan yang berkualitas, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan posisi IMM Sidrap sebagai simpul strategis gerakan IMM di kawasan timur Indonesia.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, penyelenggaraan PID turut memperluas jejaring IMM Sidrap dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Kolaborasi ini memberikan dampak positif bagi kader, terutama dalam penguatan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan analisis terhadap persoalan sosial yang kompleks.
Komitmen IMM Sidrap dalam memperdalam kualitas kader juga tercermin melalui pelaksanaan Darul Arqam Madya (DAM) sebagai pengkaderan lanjutan. DAM menjadi ruang strategis bagi penguatan ideologi, kepemimpinan, dan pemikiran kritis mahasiswa. Kehadiran tokoh daerah, seperti Bupati Sidrap sebagai pemateri, menunjukkan adanya pengakuan dan dukungan eksternal terhadap peran IMM sebagai organisasi yang turut berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda berkarakter dan berdaya guna bagi masyarakat.
Langkah progresif lainnya tampak dari upaya pemberdayaan anggota IMM Sidrap di bidang ekonomi dan teknologi. Berbagai penelitian dan artikel ilmiah mencatat bahwa IMM Sidrap aktif mendorong kemandirian ekonomi kader melalui inovasi kewirausahaan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital. Strategi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa, tetapi juga mendorong adaptasi terhadap transformasi digital dalam dunia usaha dan organisasi.
Peran IMM Sidrap juga meluas ke ranah sosial dan komunitas. Kegiatan seperti Festival Mahasiswa Muhammadiyah se-Sidrap menjadi contoh nyata keterlibatan IMM dalam membangun solidaritas lintas kampus dan memperkuat hubungan dengan civitas akademika serta masyarakat luas. Hal ini menegaskan bahwa IMM Sidrap tidak bergerak eksklusif, melainkan terbuka dan kontributif.
Dalam aspek kelembagaan, IMM Sidrap terus melakukan regenerasi kepemimpinan melalui mekanisme musyawarah yang demokratis. Terpilihnya Muhammad Rijal sebagai Ketua Umum IMM Sidrap periode 2025–2026 menandai komitmen organisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Secara keseluruhan, kemajuan IMM Sidrap menunjukkan tingkat kematangan organisasi dalam menjalankan fungsi perkaderan, pemberdayaan, dan kontribusi sosial-intelektual. Kegiatan berskala besar, keterlibatan tokoh publik, serta dukungan komunitas akademik membuktikan bahwa IMM Sidrap telah berkembang melampaui sekadar organisasi mahasiswa lokal. Ia kini tampil sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang strategis dalam lanskap gerakan mahasiswa dan pembangunan daerah di Sulawesi Selatan.








