Penulis: Nama Kirana
Ketua Bidang Kesehatan PC IMM sidrap
NARASIRAKYAT --- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidrap tidak dilahirkan untuk diam. Ia lahir dari rahim perjuangan, tumbuh dari kegelisahan sosial, dan digerakkan oleh kesadaran bahwa ketidakadilan tidak akan runtuh hanya oleh doa, melainkan oleh keberanian yang berpijak pada ilmu dan iman. Di tengah realitas sosial yang timpang serta krisis moral yang kian mengkhawatirkan, IMM Sidrap memilih berdiri di barisan terdepan sebagai kekuatan perubahan yang tidak mudah ditundukkan.
Kemajuan IMM Sidrap bukanlah hasil dari kenyamanan, melainkan buah dari konsistensi perlawanan ideologis. Kader-kader IMM Sidrap ditempa untuk berpikir tajam, bersikap tegas, dan bertindak berani. Tidak ada ruang bagi apatisme dan kompromi terhadap kebatilan. Setiap kader adalah subjek perjuangan—penjaga nurani mahasiswa, penyambung lidah umat, sekaligus penggerak perubahan sosial di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dalam tradisi intelektualnya, IMM Sidrap menjadikan ilmu sebagai senjata dan diskursus sebagai medan tempur. Forum-forum kajian tidak dipahami sebagai rutinitas seremonial, tetapi sebagai ruang pembongkaran kesadaran palsu dan pembentukan kesadaran kritis. IMM Sidrap menolak menjadi organisasi yang larut dalam formalitas; ia memilih menjadi organisasi ideologis yang berani melawan arus, mengkritik kebijakan yang menindas, dan membela hak-hak masyarakat yang terpinggirkan.
Gerakan IMM Sidrap tidak berhenti pada tataran wacana. Ia menjelma dalam aksi nyata—turun ke masyarakat, menyuarakan ketidakadilan, serta mengorganisir kekuatan mahasiswa untuk kepentingan umat. IMM Sidrap berdiri bersama rakyat, bukan sebagai penonton, apalagi sebagai alat kekuasaan. Setiap langkah yang diambil adalah bentuk keberpihakan yang jelas, tegas, dan bermartabat.
Secara organisatoris, IMM Sidrap membangun disiplin, loyalitas, dan militansi kader sebagai fondasi utama gerakan. Perbedaan pandangan dirawat dalam bingkai ideologis, sementara soliditas dijaga sebagai kekuatan kolektif. IMM Sidrap meyakini bahwa gerakan besar hanya dapat lahir dari kader-kader yang rela berkorban, bekerja dalam sunyi, dan setia pada garis perjuangan.
Dengan Trilogi IMM sebagai kompas perjuangan, IMM Sidrap meneguhkan sikapnya: Islam sebagai landasan moral, mahasiswa sebagai kekuatan intelektual, dan masyarakat sebagai tujuan pengabdian. Tidak ada jalan pintas menuju perubahan. Yang ada hanyalah kerja panjang, kesabaran revolusioner, dan keberanian untuk tetap melawan ketika yang lain memilih diam.
IMM Sidrap akan terus bergerak—melampaui tekanan, menembus keterbatasan, dan melawan segala bentuk ketidakadilan. Karena bagi IMM Sidrap, diam adalah pengkhianatan, dan perjuangan adalah kehormatan.
Hidup IMM! Hidup Mahasiswa! Hidup Perjuangan!








