![]() |
LMI Komisariat Ichsan Sidrap Dorong Kesadaran Kepemimpinan Inklusif Lewat Diskusi Perempuan |
NARASIRAKYAT — Lingkar Mahasiswa Islam (LMI) Komisariat Ichsan Sidenreng Rappang kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan intelektual dan kepemimpinan mahasiswa melalui diskusi bertema “Perempuan dalam Kepemimpinan: Tantangan, Peran, dan Tanggung Jawab”. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Kampus Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap).
Diskusi tersebut diikuti mahasiswa UNISAN Sidrap dan menjadi ruang reflektif untuk membangun kesadaran kritis mengenai peran strategis perempuan dalam kepemimpinan organisasi dan kehidupan sosial.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah kepemimpinan Ketua LMI Komisariat Ichsan Sidrap, Muh. Wahyu, dengan menghadirkan Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Dr. Darnawati menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan bukan sekadar isu kesetaraan, melainkan tentang kualitas, integritas, dan tanggung jawab sosial.
“Perempuan memiliki potensi besar untuk tampil sebagai pemimpin visioner. Kepemimpinan harus dibangun di atas nilai keilmuan, integritas moral, dan keberpihakan pada kemaslahatan bersama,” ungkap Dr. Darnawati.
Ia juga menekankan bahwa inisiatif perempuan dalam kepemimpinan adalah bagian penting dari proses perubahan sosial yang berkelanjutan.
Ketua LMI Komisariat Ichsan Sidrap, Muh. Wahyu, menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam membangun perspektif kepemimpinan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan perempuan bukan hanya soal kesetaraan gender, tetapi tentang kontribusi nyata, tanggung jawab, dan keberanian mengambil peran strategis,” ujarnya.
Menurutnya, kampus adalah ruang awal untuk menumbuhkan kesadaran tersebut agar mahasiswa siap menghadapi realitas sosial yang beragam.
Diskusi juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam kepemimpinan, seperti stereotip gender, keterbatasan akses terhadap posisi strategis, dan beban sosial yang kompleks. Namun demikian, tantangan tersebut justru menjadi ruang pembuktian bagi perempuan untuk terus berkontribusi.
Semangat ini sejalan dengan pemikiran R.A. Kartini, “Habis gelap terbitlah terang,” yang menjadi simbol perjuangan perempuan dalam mendorong perubahan dan kemajuan.
Selain itu, pandangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, turut menjadi rujukan diskusi. Ia menegaskan bahwa, “Kepemimpinan adalah tentang keberanian mengambil tanggung jawab dan konsistensi dalam menjaga kepercayaan.”
Lima Fakta Menarik Diskusi LMI Ichsan Sidrap
Mengangkat isu kepemimpinan perempuan dari perspektif keilmuan dan sosial.
Menghadirkan Rektor UNISAN Sidrap sebagai pemateri.
Menjadi ruang edukasi kesadaran gender di kalangan mahasiswa.
Mengaitkan pemikiran tokoh nasional dan pahlawan perempuan Indonesia.
Mendorong lahirnya kepemimpinan mahasiswa yang inklusif dan bertanggung jawab.
Melalui diskusi ini, LMI Komisariat Ichsan Sidenreng Rappang berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adil dalam perspektif dan berani mendukung peran aktif perempuan dalam kepemimpinan.
Dari ruang diskusi kampus, benih kepemimpinan inklusif ditanam—menuju masa depan organisasi dan masyarakat yang lebih berkeadilan, bermartabat, dan berkemajuan.








