-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Monumen Ganggawa Jadi Pusat Kemeriahan HAB Kemenag Sidrap, UMKM Ikut Terdongkrak

    Satry Polang
    Jumat, 23 Januari 2026, Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T03:33:42Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Monumen Ganggawa Jadi Pusat Kemeriahan HAB Kemenag Sidrap, UMKM Ikut Terdongkrak



    NARASIRAKYAT — Rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 Tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang terus berlanjut. Tahun ini, suasana peringatan terasa berbeda dengan digelarnya Malam Kesenian di Monumen Ganggawa (MOGAN), Pangkajene, Sidrap, sebuah lokasi ikonik yang sarat nilai sejarah dan budaya.

    Malam Kesenian resmi dibuka pada Rabu malam, 22 Januari 2026, dan dijadwalkan berlangsung selama sembilan malam berturut-turut hingga 31 Januari 2026. Kegiatan ini akan ditutup dengan ramah tamah sekaligus penyerahan hadiah bagi para peserta yang meraih prestasi terbaik dalam berbagai cabang lomba.

    Acara pembukaan dihadiri sekaligus dibuka secara resmi oleh Bupati Sidrap yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, didampingi Kabag Kesra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap, para Pejabat Pengawas Kemenag Sidrap, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sidrap, serta para Kepala Satuan dan Unit Kerja lingkup Kemenag Sidrap beserta jajaran.

    Kepala Kantor Kemenag Sidrap, H. Fitriadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Malam Kesenian bukan sekadar hiburan, melainkan wadah strategis untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mempererat ukhuwah antar satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama.

    “Saya kira hanya Kabupaten Sidrap yang sampai saat ini masih konsisten menggelar rangkaian kegiatan HAB Kementerian Agama. Mari kita ramaikan dan sukseskan acara ini bersama-sama,” ungkapnya.

    Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sidrap, Muhammad Ikbal, menjelaskan bahwa pemilihan Monumen Ganggawa sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada nilai strategis dan simbolik yang dimilikinya. Menurutnya, kawasan ini merepresentasikan keterpaduan nilai budaya, agama, dan olahraga.

    “Monumen Ganggawa adalah simbol budaya. Ke depan, kawasan ini akan terhubung dengan Masjid Agung sebagai simbol agama dan Stadion Ganggawa sebagai simbol olahraga. Ini menjadi ruang kebersamaan masyarakat,” jelasnya.

    Pelaksanaan Malam Kesenian di MOGAN menjadi pembeda utama dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menjadi tontonan wajib masyarakat Pangkajene dan sekitarnya, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga, khususnya para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar area monumen.

    Adapun jenis lomba yang dipertandingkan dalam Malam Kesenian HAB Kemenag Sidrap tahun ini meliputi Tari Kreasi, Qasidah Rebana/Hadroh, Paduan Suara, Mars Madrasah, serta Lagu Daerah, yang seluruhnya mencerminkan kekayaan seni, budaya, dan nilai keagamaan.

    Lima Fakta Menarik Malam Kesenian HAB Kemenag Sidrap 2026

    1. Lokasi Baru yang Ikonik
      Untuk pertama kalinya, Malam Kesenian HAB Kemenag Sidrap digelar di Monumen Ganggawa (MOGAN).

    2. Berlangsung Selama Sembilan Malam
      Kegiatan digelar dari 22 hingga 31 Januari 2026 dan menjadi salah satu rangkaian HAB terpanjang.

    3. Memadukan Seni, Agama, dan Budaya
      Cabang lomba mencerminkan nilai religius sekaligus kekayaan seni lokal.

    4. Dihadiri Lengkap Jajaran Kemenag Sidrap
      Mulai dari pimpinan hingga satuan kerja turut hadir dan berpartisipasi.

    5. Mendorong Pertumbuhan UMKM Lokal
      Kegiatan ini menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar Monumen Ganggawa.


    Malam Kesenian HAB Kemenag Sidrap ke-80 menjadi bukti bahwa peringatan hari besar institusi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan ruang ekspresi, kebersamaan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan ruang publik yang sarat makna, Kemenag Sidrap menunjukkan komitmen untuk terus merawat harmoni antara nilai agama, budaya, dan kehidupan sosial demi Sidrap yang religius, berbudaya, dan berdaya saing.

    Komentar

    Tampilkan