Penulis:
Muh. Ilham Anugrah Parno
NARASIRAKYAT – Kemajuan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sidenreng Rappang bukanlah capaian yang lahir secara instan. Ia merupakan hasil dari proses kaderisasi yang berkesinambungan, refleksi kritis yang terus dirawat, serta keberanian organisasi untuk berbenah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Di tengah kompleksitas dinamika gerakan mahasiswa hari ini, IMM Sidrap dituntut untuk kembali menegaskan arah perjuangannya agar tetap relevan dan berdampak nyata.
Pilar utama kemajuan IMM Sidrap terletak pada penguatan Tri Kompetensi Dasar IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Religiusitas menjadi fondasi etika gerakan dengan menumbuhkan kesadaran ketuhanan dalam setiap langkah perjuangan. Intelektualitas berperan mengasah daya kritis, analitis, serta mendorong pengembangan keilmuan kader. Sementara humanitas menumbuhkan kepekaan sosial dan keberpihakan nyata terhadap umat dan masyarakat. Ketiga kompetensi ini harus berjalan beriringan agar melahirkan kader yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga berintegritas dan berdaya guna.
Dalam kerangka penguatan tersebut, Musyawarah Cabang (Musycab) memiliki posisi yang sangat strategis. Musycab tidak semestinya dipahami sebatas agenda formal atau seremoni pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Musycab adalah ruang evaluasi kolektif perjalanan organisasi, arena pertukaran gagasan, serta momentum menentukan arah gerakan IMM Sidrap ke depan. Di forum inilah nilai-nilai perjuangan diuji, komitmen kader diperteguh, dan visi bersama dirumuskan.
Musycab juga menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru IMM Sidrap. Kepemimpinan ke depan dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, membangun kolaborasi yang luas, serta bersikap progresif dalam merespons persoalan kader, kampus, dan masyarakat. Pola kepemimpinan yang stagnan dan eksklusif perlu ditinggalkan, digantikan dengan pendekatan yang inklusif, solutif, serta berorientasi pada kebermanfaatan nyata.
Dengan kepemimpinan yang demikian, kemajuan IMM Sidrap tidak berhenti pada tataran slogan atau wacana normatif. Ia harus terwujud dalam gerakan konkret—terlihat dari meningkatnya kualitas kader, menguatnya tradisi intelektual, serta kontribusi nyata organisasi bagi masyarakat. IMM Sidrap yang unggul, berkemajuan, dan berkeadaban hanya dapat diwujudkan melalui kesadaran kolektif untuk terus belajar, bertransformasi, dan setia pada nilai-nilai dasar perjuangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.








