![]() |
Pastikan Program Pembangunan Berjalan Efektif dan Tepat Sasaran, Pemkab Sidrap Evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat |
NARASIRAKYAT — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring Progres Konstruksi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Rakor tersebut digelar di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Jumat malam (9/11/2026), sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program strategis sektor pertanian.
Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, didampingi Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah H. Muhammad Rohady Ramadhan. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini menegaskan pentingnya program CSR sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan petani dan perluasan lahan produktif.
Turut hadir dalam rakor tersebut para camat se-Kabupaten Sidrap, pendamping dan penyuluh pertanian, konsultan pengawas CSR, Manajer Brigade Pangan, serta para kontraktor pelaksana program. Mereka antara lain CV Amarta Konstruksi (Paket 1), PT Mineral Unggul Jaya (Paket 2), CV Albar Pratama (Paket 3), dan PT Yosiken Inti Perkasa (Paket 4).
Rakor ini dilaksanakan seiring berakhirnya Tahun Anggaran 2025, yang merupakan tahun pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat seluas 1.775 hektare di Kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, progres fisik program tersebut belum rampung sepenuhnya, sehingga diperlukan langkah-langkah percepatan yang terukur dan realistis.
Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa rakor menjadi forum strategis untuk mengecek kondisi terakhir pelaksanaan program sekaligus merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.
“Rakor CSR ini dalam rangka mengecek kondisi terakhir pelaksanaan Cetak Sawah Rakyat seluas 1.775 hektare di Kabupaten Sidenreng Rappang,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan program tersebut berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Rakor ini kita laksanakan guna mencari solusi atas kendala yang terjadi di lapangan, sehingga program ini benar-benar berdampak baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Bupati Syaharuddin juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar Program Cetak Sawah Rakyat dapat terealisasi sesuai target pemerintah pusat dan daerah.
“Saya berharap program CSR ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan Bapak Menteri, Bapak Gubernur, dan harapan saya sendiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, konsultan pengawas CSR melaporkan bahwa hingga Januari, realisasi fisik program belum mencapai 100 persen. Beberapa kendala teknis seperti akses menuju lokasi, kesiapan lahan, serta faktor lapangan lainnya menjadi penyebab keterlambatan penyelesaian pekerjaan.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta. Forum ini dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi, menginventarisasi persoalan secara objektif, serta menyusun langkah-langkah strategis percepatan penyelesaian Program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Sidrap.
Lima Fakta Menarik Program Cetak Sawah Rakyat Sidrap
Skala besar dan strategis
Program CSR mencakup pengembangan lahan pertanian seluas 1.775 hektare.Melibatkan banyak pemangku kepentingan
Pemerintah daerah, penyuluh, konsultan, hingga kontraktor terlibat langsung dalam pelaksanaan.Bagian dari agenda ketahanan pangan
Program ini menjadi salah satu upaya Sidrap memperkuat sektor pertanian dan kesejahteraan petani.Dievaluasi langsung oleh Bupati
Pengawasan dilakukan secara serius melalui rakor yang dipimpin langsung kepala daerah.Fokus pada solusi, bukan sekadar evaluasi
Rakor diarahkan untuk mencari langkah percepatan agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.
Rapat Koordinasi Program Cetak Sawah Rakyat menjadi cerminan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan evaluasi terbuka, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen kuat dari pimpinan daerah, Program CSR diharapkan segera rampung dan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Sidrap.







