![]() |
Pemerintah Baranti Apresiasi KKN IAI DDI Sidrap, Tinggalkan Program Berdampak Bagi Masyarakat |
NARASIRAKYAT — Sebuah perjalanan pengabdian penuh makna resmi berakhir. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidrap secara resmi dilepas setelah menuntaskan masa pengabdian selama 45 hari di kelurahan dan desa se-Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh Camat Baranti yang diwakili Sekretaris Camat, A. Budi Setyawan, didampingi Kasi Pembangunan, Abu Bakar M Amin, para dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa KKN IAI DDI Sidrap.
Selama 45 hari berada di tengah masyarakat, mahasiswa KKN IAI DDI Sidrap tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial warga. Berbagai program kerja yang dijalankan—mulai dari kegiatan edukasi, keagamaan, sosial kemasyarakatan hingga pemberdayaan masyarakat—memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Interaksi intens antara mahasiswa dan warga menciptakan ruang belajar dua arah, di mana mahasiswa belajar memahami realitas sosial, sementara masyarakat memperoleh manfaat dari ide, tenaga, dan inovasi yang dihadirkan.
Kegiatan KKN ini berada di bawah bimbingan para dosen pembimbing IAI DDI Sidrap, yang memastikan setiap program berjalan sesuai dengan pendekatan akademik dan kebutuhan masyarakat. Pendampingan ini menjadikan KKN tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembelajaran terapan yang mengintegrasikan keilmuan dengan pengabdian.
Mahasiswa dituntut untuk menganalisis kondisi lapangan, merancang solusi kontekstual, serta melaksanakan program secara terukur dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Sekcam Baranti, A. Budi Setyawan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN IAI DDI Sidrap. Ia menilai kehadiran mahasiswa telah membantu pemerintah kecamatan dan desa dalam mendorong partisipasi masyarakat serta menghidupkan berbagai kegiatan sosial dan edukatif.
Pemerintah setempat berharap program KKN semacam ini terus berlanjut dan semakin diperkuat, karena terbukti memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa KKN tercermin dari keterlibatan aktif warga dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah setempat, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan.
Pelepasan ini bukanlah akhir dari hubungan yang terjalin, melainkan awal dari jejak pengabdian yang akan terus dikenang oleh masyarakat Kecamatan Baranti.
Lima Fakta Menarik KKN IAI DDI Sidrap di Baranti
Masa pengabdian berlangsung selama 45 hari penuh.
Lokasi KKN mencakup kelurahan/desa se-Kecamatan Baranti.
Kegiatan didampingi langsung oleh dosen pembimbing IAI DDI Sidrap.
Program KKN memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Kecamatan Baranti memberikan apresiasi resmi atas pengabdian mahasiswa.
Setiap pengabdian memang memiliki akhir, tetapi nilai dan maknanya akan terus hidup. Kehadiran mahasiswa KKN IAI DDI Sidrap di Kecamatan Baranti telah meninggalkan jejak kebaikan, kebersamaan, dan cerita yang tak lekang oleh waktu. Dari desa dan kelurahan inilah, mahasiswa belajar bahwa ilmu menemukan maknanya ketika diabdikan untuk masyarakat.
“Sampai jumpa di pengabdian selanjutnya”—sebuah kalimat sederhana yang menyimpan harapan besar akan lahirnya generasi intelektual yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan berjiwa sosial.








