![]() |
Berani Beda! Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Targetkan Riset Tiap Semester dan Ujian Proposal ke Luar Negeri |
NARASIRAKYAT.ID — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengambil langkah progresif dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi dengan memperketat standar akademik pada program doktor. Kampus ini menargetkan setiap mahasiswa doktor menghasilkan riset di tiap semester, sekaligus menyiapkan skema ujian proposal disertasi di luar negeri.
Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi besar dalam membangun tradisi akademik berbasis riset yang produktif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Reposisi Pendidikan Doktoral: Dari Teori ke Dampak Nyata
Wakil Rektor I Bidang Akademik UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan doktor.
“Setiap semester harus ada riset yang dihasilkan. Ini bukan target administratif, tapi komitmen menjaga kualitas akademik,” ujarnya, Senin (06/04/2026).
Mahasiswa program doktor sejak semester dua diwajibkan menempuh empat mata kuliah inti:
Metodologi Penelitian
Transformasi Digital Smart Village
Pengembangan Kelembagaan dan Inovasi Desa
Etika Kepemimpinan dan Nilai Islam
Kurikulum ini dirancang untuk mempercepat kesiapan riset sekaligus memastikan relevansi keilmuan dengan kebutuhan pembangunan desa dan masyarakat.
Go International: Ujian Proposal Disiapkan ke Luar Negeri
Tak hanya fokus pada produktivitas riset, UMS Rappang juga menyiapkan langkah berani dengan merancang ujian proposal disertasi di luar negeri, dengan opsi negara seperti Jepang dan Thailand.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk:
Meningkatkan eksposur internasional mahasiswa
Menguji kualitas riset dalam forum global
Membangun jejaring akademik lintas negara
Namun, sejumlah akademisi mengingatkan bahwa internasionalisasi harus diiringi dengan kesiapan riset yang matang serta dukungan pembiayaan yang jelas.
“Ujian di luar negeri adalah langkah maju, tetapi kualitas riset tetap menjadi faktor utama,” ujar salah satu pengamat pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.
Tantangan dan Respons Mahasiswa
Di sisi lain, mahasiswa menyambut kebijakan ini dengan optimisme sekaligus kewaspadaan. Target riset tiap semester dinilai meningkatkan tekanan akademik, namun juga membuka peluang percepatan kelulusan.
Beberapa mahasiswa menilai pendekatan ini akan:
Membentuk disiplin akademik yang kuat
Mempercepat penyelesaian disertasi
Meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional dan global
Lima Fakta Menarik Kebijakan Doktoral UMS Rappang
Wajib Riset Tiap Semester
Setiap mahasiswa doktor harus menghasilkan output penelitian secara konsisten.Percepatan Proposal Sejak Semester Dua
Mahasiswa sudah harus menyiapkan judul dan proposal lebih awal.Kurikulum Berbasis Kebutuhan Desa
Fokus pada smart village dan inovasi kelembagaan lokal.Ujian Proposal ke Luar Negeri
Dirancang untuk meningkatkan kualitas dan eksposur global.Dorongan Dampak Nyata
Riset tidak hanya teoritis, tetapi harus menjawab persoalan masyarakat.
Langkah Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang dalam memperketat standar doktoral menjadi sinyal kuat bahwa pendidikan tinggi di daerah mampu bersaing di level global. Di tengah tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif, keberanian untuk menuntut produktivitas riset dan membuka akses internasional adalah fondasi penting menuju masa depan pendidikan yang lebih berkualitas.
Kini, tantangan sesungguhnya bukan hanya pada kebijakan, tetapi pada konsistensi pelaksanaan dan kesiapan seluruh ekosistem akademik untuk bergerak bersama. Jika berhasil, bukan tidak mungkin Sidrap akan melahirkan doktor-doktor unggul yang tak hanya berpikir global, tetapi juga bekerja nyata untuk masyarakat.


















