![]() |
Inspiratif! Mahasiswi Semester Akhir UMS Rappang Terbitkan Novel “Antara Kata dan Kita” |
NARASIRAKYAT, 10 April 2026 — Semangat literasi dan produktivitas mahasiswa kembali menunjukkan wajah terbaiknya. Seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Mutmainnah, sukses menerbitkan novel perdananya berjudul Antara Kata dan Kita.
Yang membuat capaian ini semakin istimewa, novel tersebut berhasil diselesaikan di tengah kesibukan Mutmainnah dalam menyusun skripsi sebagai mahasiswi semester akhir.
Konsistensi di Tengah Tekanan Akademik
Di tengah padatnya tuntutan akademik, Mutmainnah justru mampu membuktikan bahwa produktivitas tidak harus berhenti. Ia tetap konsisten menulis hingga akhirnya naskah novel tersebut rampung dan berhasil diterbitkan.
Baginya, menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan bagian dari proses bertumbuh.
“Novel ini adalah karya pertama saya. Di tengah proses penyusunan skripsi, saya berusaha konsisten menulis hingga akhirnya bisa diselesaikan dan diterbitkan,” ungkap Mutmainnah.
Apresiasi Akademik: Bukti Mahasiswa Tidak Hanya Teoritis
Capaian ini mendapat apresiasi dari Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Jumiati Lanta, M.Pd., yang menilai keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata kualitas mahasiswa.
“Ini merupakan prestasi yang membanggakan. Mahasiswa mampu menunjukkan bahwa di tengah tuntutan akademik, mereka tetap bisa berkarya,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini memperkuat peran mahasiswa sebagai agen literasi yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga produktif menghasilkan karya nyata.
Tentang Novel: Kisah Penyembuhan dan Keberanian Melangkah
Novel Antara Kata dan Kita mengangkat kisah emosional tentang Rere, seorang mahasiswi sastra yang masih terjebak dalam bayang-bayang masa lalu.
Perjalanan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Edgar, mahasiswa hukum yang memiliki minat serupa terhadap dunia buku dan puisi. Hubungan keduanya berkembang secara perlahan, seiring proses Rere dalam:
Mengikhlaskan masa lalu
Menerima diri sendiri
Membuka hati terhadap kemungkinan baru
Cerita ini menjadi refleksi tentang healing, self-acceptance, dan keberanian melangkah ke depan—tema yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
5 Fakta Menarik di Balik Novel Ini
Ditulis oleh mahasiswi semester akhir di tengah penyusunan skripsi
Merupakan karya perdana Mutmainnah
Mengangkat tema healing dan self-growth yang relevan
Mendapat apresiasi langsung dari pihak kampus
Menjadi awal rencana untuk menerbitkan novel kedua
Dampak dan Inspirasi untuk Mahasiswa
Kisah Mutmainnah menjadi inspirasi bahwa mahasiswa tidak harus memilih antara akademik dan kreativitas—keduanya bisa berjalan beriringan.
Capaian ini diharapkan mampu:
Mendorong budaya literasi di kampus
Memotivasi mahasiswa untuk berkarya
Menunjukkan bahwa produktivitas tidak terbatas oleh kesibukan
Dari ruang belajar hingga lembar demi lembar naskah, Mutmainnah membuktikan bahwa mimpi bisa diraih dengan konsistensi. Di tengah skripsi yang menuntut fokus, ia memilih untuk tetap menulis—dan dari situlah lahir sebuah karya. Karena pada akhirnya, bukan hanya gelar yang menjadi pencapaian, tetapi juga jejak karya yang akan terus dikenang.


















