-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Refleksi Prestasi Sidrap Kolaborasi Menjadi Kunci Menekan Stunting Oleh Syahrul Mubarak Kadis BKKBN Sidrap

    Satry Polang
    Sabtu, 30 Mei 2026, Mei 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-31T07:00:58Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250



    Penulis: Syahrul Mubarak
    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB/BKKBN) Kabupaten Sidenreng Rappang.

    NARASIRAKYAT.ID — Keberhasilan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) meraih penghargaan atas capaian penurunan stunting pada tahun 2026 merupakan hasil dari kerja kolektif yang terencana, terukur, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.


    Di balik penghargaan yang diterima pemerintah daerah, terdapat kerja panjang yang dilakukan secara konsisten sejak awal masa kepemimpinan Bupati, H. Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Sidrap, Nur Kanaah Komitmen kuat pimpinan daerah dalam menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas pembangunan telah menjadi fondasi utama lahirnya berbagai terobosan dan inovasi yang berdampak langsung di tengah masyarakat.


    Stunting sendiri merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang serta infeksi berulang. Kondisi ini umumnya terjadi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.


    Sejak awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, upaya percepatan penurunan stunting langsung menjadi agenda prioritas. Langkah strategis diawali dengan pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) tingkat kabupaten melalui Surat Keputusan Bupati, dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) sebagai sekretariat.


    Gerakan tersebut kemudian diperluas hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan melalui pembentukan TP2S di setiap wilayah. Dengan demikian, penanganan stunting tidak hanya menjadi program pemerintah kabupaten, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan pemerintahan hingga akar rumput.


    Instruksi Bupati dan Wakil Bupati sangat jelas: penanganan stunting harus melibatkan seluruh lintas sektor. Karena itu, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bergerak bersama sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Dukungan juga datang dari Tim Penggerak PKK Kabupaten, PKK Kecamatan, PKK Desa dan Kelurahan, hingga Dharma Wanita Persatuan yang turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga sasaran.


    Salah satu terobosan yang mendapat perhatian luas adalah pembentukan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting) melalui Surat Keputusan Bupati. Program ini menghadirkan sekitar seribu orang tua asuh yang secara bersama-sama memberikan perhatian dan dukungan kepada lebih dari 1.300 anak yang terindikasi stunting di Kabupaten Sidrap.


    Program tersebut menjadi bukti bahwa persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian sosial dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.


    Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menggagas Gerakan Sebutir Sehari (GSS) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sidrap bebas stunting. Melalui kerja sama dengan sektor swasta, khususnya PT Melindo, sekitar 30.000 butir telur dibagikan kepada anak-anak sekolah dan peserta didik PAUD di berbagai wilayah Kabupaten Sidrap.


    Gerakan ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan intervensi gizi yang sederhana namun memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan anak.


    Upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah mendorong setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengalokasikan sekitar 10 persen penerima manfaat kepada kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.


    Kebijakan ini merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah munculnya kasus stunting baru di masa mendatang. Sebab, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya diukur dari berkurangnya kasus yang ada saat ini, tetapi juga dari kemampuan mencegah lahirnya kasus baru.


    Selain berbagai program strategis tersebut, seluruh puskesmas di Kabupaten Sidrap juga terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan dan intervensi spesifik yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Pendekatan ini membuat penanganan stunting menjadi lebih efektif karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.


    Keberhasilan yang diraih Sidrap hari ini memberikan pelajaran penting bahwa persoalan stunting dapat ditekan apabila terdapat kepemimpinan yang kuat, koordinasi yang baik, data yang akurat, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


    Penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Sidrap bukanlah garis akhir dari perjuangan, melainkan motivasi untuk terus bekerja lebih baik. Masih ada tantangan yang harus dihadapi, namun pengalaman yang telah dibangun selama ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan generasi Sidrap yang sehat, cerdas, dan berkualitas.


    Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah hadir dengan kebijakan yang tepat, masyarakat bergerak bersama, dan seluruh sektor bersinergi dalam satu tujuan, maka perubahan besar dapat diwujudkan.


    Sidrap telah membuktikan bahwa penurunan stunting bukan sekadar target angka, tetapi investasi nyata untuk masa depan generasi yang lebih sehat dan lebih kuat.

    Komentar

    Tampilkan