Penulis: Dr. Wahidin Ar Rafany
Pimpinan Baznas Sidrap, Pimpinan Pondok Pesantren Sehati dan Lapakolongi, serta Ketua MUI Baranti.
NARASIRAKYAT.ID — Penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sebagai daerah terbaik dalam penurunan kemiskinan dan stunting di Regional Sulawesi Tahun 2026 merupakan capaian yang layak diapresiasi oleh seluruh masyarakat.
Namun di balik penghargaan tersebut, terdapat kerja panjang yang tidak selalu terlihat di permukaan. Ada upaya sistematis, sinergi lintas sektor, dan keterlibatan berbagai pihak yang bersama-sama bergerak menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Dr. Wahidin Ar Rafany, Pimpinan Baznas Sidrap, Pimpinan Pondok Pesantren Sehati dan Lapakolongi, sekaligus Ketua MUI Baranti, keberhasilan ini tidak lahir secara instan. Penurunan angka kemiskinan dan stunting merupakan hasil dari kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah, masyarakat, lembaga sosial, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, hingga lembaga pengelola zakat.
"Penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam. Di balik angka statistik yang menunjukkan penurunan kemiskinan dan stunting, ada banyak keluarga yang kehidupannya menjadi lebih baik, ada anak-anak yang tumbuh lebih sehat, dan ada harapan baru yang hadir di tengah masyarakat," ujarnya.
Salah satu elemen penting dalam keberhasilan tersebut adalah hadirnya Baznas Sidrap yang selama ini berupaya menghimpun dan mendistribusikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program pemberdayaan, Baznas berupaya menjadi bagian dari solusi dalam pengentasan kemiskinan. Program pembangunan rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa, hingga berbagai bantuan sosial lainnya menjadi bentuk nyata intervensi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut Wahidin, zakat bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi juga instrumen pemberdayaan yang mampu mengangkat martabat masyarakat jika dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
"Ketika zakat dikelola dengan baik, maka manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program-program yang dijalankan Baznas selama ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu pemerintah menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga," jelasnya.
Ia menilai keberhasilan Sidrap menjadi bukti bahwa penanganan kemiskinan dan stunting tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu instansi. Diperlukan keterlibatan seluruh sektor secara terintegrasi.
Mulai dari Dinas Sosial yang terus melakukan perbaikan dan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sektor pertanian dan perikanan yang memperkuat ketahanan pangan masyarakat, tenaga kesehatan yang aktif melakukan edukasi dan pendampingan keluarga, pemerintah kecamatan dan desa yang menjadi ujung tombak pelayanan, hingga lembaga sosial keagamaan seperti Baznas yang turut memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat.
Meski demikian, Wahidin mengingatkan bahwa penghargaan ini tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri. Masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam menjangkau kelompok masyarakat yang paling rentan.
"Biasanya yang tersisa adalah kelompok yang paling sulit ditangani. Mereka menghadapi berbagai persoalan sekaligus, mulai dari kondisi ekonomi, akses layanan, hingga pola pengasuhan dalam keluarga. Karena itu upaya kita harus semakin fokus dan berkelanjutan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas data penerima manfaat agar berbagai program bantuan tetap tepat sasaran. Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial.
Selain itu, keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat. Program pembangunan yang hanya bersifat top-down tanpa diiringi perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak jangka panjang.
Karena itu, keberhasilan yang diraih Sidrap hari ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan perlu terus berjalan bersama agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah bekerja dengan baik, masyarakat ikut terlibat, dan zakat dikelola secara amanah serta tepat sasaran, maka perubahan nyata dapat diwujudkan.
Penghargaan boleh menjadi simbol keberhasilan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana keberhasilan itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat dalam bentuk kehidupan yang lebih sejahtera, anak-anak yang lebih sehat, dan masa depan daerah yang semakin cerah.















