![]() |
TPS3R Digital UMS Rappang Siap Jadi Model Nasional |
NARASIRAKYAT, 10 April 2026 — Komitmen menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melalui pelaksanaan Program Hilirisasi Riset – Ajakan Industri (BOPTN) senilai Rp1,4 miliar yang dijalankan secara multiyear.
Program strategis ini tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga langkah konkret dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah di daerah, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dari Riset ke Aksi Nyata di Masyarakat
Dipimpin oleh Associate Prof. Dr. Ir. Rais Rahmat Razak, M.Si, program ini mengedepankan kolaborasi lintas disiplin antara dosen, mahasiswa, dan praktisi.
Menurut Dr. Rais, kekuatan utama program ini terletak pada integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan.
“Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam mengintegrasikan teori dengan praktik di lapangan,” ujarnya.
Tim dosen yang terlibat antara lain Hakzah, Sandi Lubis, Untung Suwardoyo, Muhammad Bibin, dan Aksal Mursalat, serta didukung oleh mahasiswa aktif yang terjun langsung dalam implementasi program.
Transformasi TPS3R Menuju Sistem Digital
Salah satu fokus utama program ini adalah pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) menjadi sistem berbasis digital.
Transformasi ini bertujuan untuk:
Meningkatkan efisiensi layanan pengelolaan sampah
Mendorong transparansi sistem
Memperkuat akuntabilitas pengelolaan
Mengintegrasikan data secara real-time
Pendekatan ini menjadi langkah inovatif dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang selama ini masih bersifat konvensional.
Selaras dengan Program Daerah “Tanam–Panen–Hilirisasi”
Program ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah Kabupaten Sidenreng Rappang melalui program Bupati bertajuk “Tanam–Panen–Hilirisasi”.
Konsep tersebut mendorong agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada pengolahan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi yang produktif.
Melalui integrasi ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah.
Model Inovasi: Rais-MR3
Sebagai bentuk inovasi, tim mengembangkan pendekatan Rais-MR3, sebuah model yang mengintegrasikan:
Tata kelola sistem
Layanan pengelolaan
Nilai ekonomi berbasis masyarakat
Model ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
5 Fakta Menarik Program Hilirisasi Riset UMS Rappang
Didanai Rp1,4 miliar melalui skema BOPTN
Dijalankan secara multiyear untuk dampak jangka panjang
Melibatkan dosen dan mahasiswa secara aktif
Mengembangkan TPS3R berbasis digital
Ditargetkan menjadi model nasional pengelolaan sampah
Target: Jadi Model Nasional
UMS Rappang menargetkan program ini dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan TPS3R berbasis digital.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang:
Modern
Efisien
Bernilai ekonomi
Berkelanjutan
Di tengah persoalan sampah yang kian kompleks, UMS Rappang menghadirkan harapan baru melalui inovasi berbasis riset. Dari kampus untuk masyarakat, dari teori menuju solusi nyata—langkah ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan perubahan.


















