Oleh: Dr. H. Mansur
Rektor IAI DDI Sidrap
NARASIRAKYAT.ID — Dalam dunia pemerintahan, masyarakat selalu mendambakan hadirnya pemimpin yang tidak hanya mampu merencanakan program, tetapi juga cekatan dalam mewujudkan perubahan yang dapat dirasakan secara nyata. Harapan itu tampaknya menemukan bentuknya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sejak kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif yang mulai menahkodai daerah ini pada Februari 2025.
Dalam waktu yang relatif singkat, berbagai terobosan pembangunan berhasil menghadirkan optimisme baru di tengah masyarakat. Kepemimpinan yang aktif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan rakyat menjadi ciri yang menonjol dalam perjalanan pemerintahan saat ini.
Sebagai daerah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, Sidrap membutuhkan kebijakan yang mampu memberikan kepastian dan kesejahteraan bagi petani. Salah satu langkah yang banyak mendapatkan apresiasi adalah upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan harga gabah yang lebih menguntungkan petani.
Tidak hanya itu, program peningkatan indeks pertanaman melalui konsep IP 300 yang memungkinkan petani melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun menjadi salah satu inovasi yang memberikan harapan besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Program ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedesaan secara lebih luas.
Di sektor peternakan, khususnya peternakan ayam petelur yang selama beberapa waktu sempat mengalami perlambatan, kini mulai menunjukkan kebangkitan yang signifikan. Produksi telur dari Sidrap kembali menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah yang diperhitungkan, bahkan berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga telur di kawasan Indonesia Timur.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berfokus pada satu sektor, melainkan bergerak secara terintegrasi antara pertanian, peternakan, perdagangan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kecakapan pemerintah daerah juga terlihat dalam upaya menghidupkan ekonomi kerakyatan. Berbagai kegiatan berskala lokal, provinsi, hingga nasional terus dihadirkan di Sidrap. Pelaksanaan Sidrap Expo, berbagai event olahraga, budaya, dan ekonomi kreatif telah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan memperluas pasar mereka.
Penataan kawasan publik seperti Pelataran Monumen Ganggawa yang dimanfaatkan untuk aktivitas pedagang kaki lima menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus diwujudkan melalui proyek-proyek besar, tetapi juga melalui langkah-langkah sederhana yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat kecil.
Pembangunan yang dilakukan secara terukur dan berorientasi pada hasil akhirnya membuahkan berbagai penghargaan yang membanggakan bagi Kabupaten Sidenreng Rappang. Di antaranya penghargaan Terbaik I dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting pada Mei 2026, penghargaan Top Regency in Food Estate Resilience pada April 2026 atas keberhasilan memperkuat ketahanan pangan berbasis beras dan telur, serta penghargaan Piala Adipura kategori Kabupaten Menuju Bersih pada Maret 2026.
Berbagai capaian tersebut tentu bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan refleksi dari kerja keras pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat. Prestasi itu menunjukkan bahwa ketika kepemimpinan yang visioner bertemu dengan partisipasi masyarakat yang kuat, maka perubahan positif dapat diwujudkan dengan lebih cepat.
Sebagai bagian dari masyarakat akademik, saya melihat bahwa pembangunan yang sedang berlangsung di Sidrap bukan hanya tentang infrastruktur atau angka-angka statistik, melainkan tentang membangun kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan daerahnya sendiri. Optimisme yang tumbuh hari ini merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk menghadapi tantangan masa depan.
Tentu masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun, langkah-langkah awal yang telah ditunjukkan memberikan keyakinan bahwa Sidrap sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Semangat inovasi, kerja cepat, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat perlu terus dipertahankan agar pembangunan yang telah dirintis dapat berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukanlah milik pemerintah semata, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen daerah. Ketika pemerintah bergerak cekatan dan masyarakat turut berpartisipasi aktif, maka cita-cita mewujudkan Sidrap yang maju, sejahtera, religius, dan berdaya saing bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
Sidrap hari ini sedang menulis kisah kemajuannya sendiri, dan masyarakat menjadi bagian penting dari cerita besar tersebut.















