![]() |
| Pimpinan PT Narasi Rakyat Multimedia, Satri Polang |
NARASIRAKYAT.ID — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali menjadi ruang refleksi bagi berbagai kalangan, termasuk dunia media. Pimpinan PT Narasi Rakyat Multimedia, Satri Polang, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk jurnalisme yang berkualitas, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, jurnalisme tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Seorang jurnalis, kata Satri, bukan hanya dituntut mampu menulis berita, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang kuat, daya analisis kritis, serta etika yang dibangun melalui proses pendidikan yang matang.
“Jurnalisme berkaitan erat dengan pendidikan. Jurnalis yang baik adalah mereka yang memiliki dasar pengetahuan yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ujarnya.
Jurnalisme dan Pendidikan: Dua Pilar yang Tak Terpisahkan
Dalam pandangannya, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas insan pers. Tanpa pendidikan yang memadai, produk jurnalistik berpotensi kehilangan kedalaman, akurasi, bahkan dapat menyesatkan publik.
Di era digital yang serba cepat, tantangan jurnalisme semakin kompleks. Arus informasi yang masif menuntut jurnalis untuk tidak hanya cepat, tetapi juga tepat dan terpercaya. Di sinilah pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter jurnalis yang profesional.
Satri Polang menekankan bahwa jurnalis harus terus belajar, memperkaya wawasan, serta memahami konteks sosial, politik, dan budaya dalam setiap pemberitaan.
Apresiasi untuk Pemda Sidrap dalam Peningkatan Pendidikan
Dalam refleksinya, Satri juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Ia menilai berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah, mulai dari peningkatan sarana pendidikan, penguatan kapasitas tenaga pendidik, hingga program-program inovatif di sekolah, telah memberikan dampak positif terhadap kualitas sumber daya manusia di Sidrap.
“Kami melihat adanya kemajuan yang signifikan dalam sektor pendidikan di Sidrap. Ini menjadi fondasi penting tidak hanya bagi dunia pendidikan itu sendiri, tetapi juga bagi sektor lain, termasuk media dan jurnalisme,” tambahnya.
Pendidikan sebagai Investasi Peradaban
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Dalam konteks jurnalisme, pendidikan berperan dalam menciptakan insan pers yang mampu menjadi penjaga kebenaran, penyampai informasi yang objektif, serta pengawal demokrasi.
5 Fakta Menarik Refleksi Satri Polang
Menegaskan jurnalisme tidak bisa dipisahkan dari pendidikan.
Pendidikan menjadi fondasi utama kualitas dan integritas jurnalis.
Menyoroti tantangan jurnalisme di era digital yang serba cepat.
Memberikan apresiasi kepada Pemda Sidrap atas kemajuan pendidikan.
Menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang peradaban.
Refleksi Hardiknas 2026 dari Satri Polang menjadi pengingat bahwa kualitas informasi yang kita konsumsi setiap hari sangat bergantung pada kualitas pendidikan para penyampainya.
Di tengah derasnya arus informasi, jurnalis bukan hanya penulis berita—mereka adalah penjaga nalar publik. Ketika pendidikan diperkuat, jurnalisme akan semakin bermartabat. Dan ketika jurnalisme bermartabat, masyarakat akan semakin cerdas.


















