![]() |
Agus Setiawan Basri Mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap Rancang Mall Ramah Disabilitas dan Berkonsep Hijau untuk Masa Depan Sidrap |
NARASIRAKYAT – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas publik yang nyaman, aman, dan inklusif, mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) menghadirkan sebuah gagasan yang tidak hanya modern, tetapi juga sarat nilai keberlanjutan.
Adalah Agus Setiawan Basri, mahasiswa Arsitektur angkatan 2022, yang sukses melaksanakan Ujian Akhir Tugas Akhir pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam ujian tersebut, Agus mempresentasikan karya perancangan berjudul “Mall Berbasis Universal Design dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau di Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Karya tersebut menjadi representasi pemikiran generasi muda arsitektur yang tidak hanya berfokus pada aspek estetika bangunan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat serta kelestarian lingkungan di masa depan.
Menjawab Kebutuhan Ruang Publik yang Inklusif
Perkembangan pusat perbelanjaan saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, bangunan publik dituntut mampu memberikan akses yang setara bagi semua kalangan.
Melalui konsep Universal Design, Agus berupaya menghadirkan rancangan mall yang dapat diakses dan digunakan secara nyaman oleh seluruh pengguna tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, ibu hamil, hingga masyarakat umum.
Prinsip tersebut diterapkan melalui berbagai elemen desain yang mendukung mobilitas pengguna, mulai dari akses masuk bangunan, jalur pedestrian, sirkulasi vertikal, hingga fasilitas pendukung yang dirancang lebih ramah dan mudah digunakan oleh semua kelompok masyarakat.
Konsep ini sejalan dengan tren pembangunan modern yang semakin menekankan pentingnya kesetaraan akses terhadap fasilitas publik.
Menggabungkan Teknologi Desain dan Kepedulian Lingkungan
Tidak hanya mengedepankan aspek inklusivitas, rancangan yang dipresentasikan Agus juga mengintegrasikan konsep Arsitektur Hijau (Green Architecture).
Pendekatan ini diwujudkan melalui pemanfaatan pencahayaan alami secara maksimal untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik pada siang hari. Selain itu, sistem penghawaan dirancang agar mampu meningkatkan kenyamanan termal sekaligus menghemat konsumsi energi.
Keberadaan ruang terbuka hijau menjadi salah satu elemen penting dalam desain tersebut. Area hijau tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi suhu kawasan, serta menciptakan pengalaman ruang yang lebih sehat dan nyaman bagi pengunjung.
Dengan mengombinasikan konsep Universal Design dan Arsitektur Hijau, rancangan ini menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan perkotaan berkelanjutan di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Melewati Tahapan Akademik yang Panjang dan Ketat
Sebelum mencapai tahap Ujian Akhir Tugas Akhir, Agus telah melewati berbagai proses akademik yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kualitas perancangannya.
Tahapan tersebut meliputi Seminar Proposal, Studio Akhir, hingga Display Hasil Tugas Akhir yang berfungsi sebagai sarana evaluasi dan penyempurnaan desain secara bertahap.
Melalui proses tersebut, mahasiswa dituntut untuk mampu mempertanggungjawabkan konsep, analisis, metodologi perancangan, serta solusi desain yang dihasilkan secara ilmiah dan profesional.
Ujian akhir menjadi puncak dari seluruh proses tersebut, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi akademik dan keterampilan perancangannya di hadapan tim dosen penguji.
Presentasi Komprehensif di Hadapan Tim Penguji
Dalam pelaksanaan ujian, Agus memaparkan berbagai aspek perancangan mulai dari latar belakang, identifikasi masalah, analisis tapak, konsep desain, pengembangan bentuk bangunan, hingga visualisasi akhir dan maket rancangan.
Presentasi berlangsung dengan lancar dan mendapat apresiasi dari tim penguji.
Berbagai masukan konstruktif yang diberikan diharapkan mampu menjadi penyempurna terhadap kualitas rancangan sekaligus memperkaya wawasan profesional mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja arsitektur yang sesungguhnya.
Momentum tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan arsitektur tidak hanya mengajarkan kemampuan menggambar atau merancang bangunan, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif terhadap berbagai persoalan ruang yang dihadapi masyarakat.
Bukti Komitmen UNISAN Sidrap Cetak Arsitek Masa Depan
Pelaksanaan Ujian Akhir Tugas Akhir ini juga menunjukkan komitmen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UNISAN Sidrap dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, wawasan keberlanjutan, dan kepedulian sosial.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, dunia arsitektur membutuhkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui proses pendidikan yang terstruktur dan berbasis praktik perancangan, UNISAN Sidrap terus berupaya melahirkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Lima Fakta Menarik dari Tugas Akhir Agus Setiawan Basri
1. Mengangkat Konsep Universal Design
Rancangan mall dirancang agar dapat diakses secara nyaman oleh seluruh kalangan tanpa diskriminasi.
2. Mengusung Pendekatan Arsitektur Hijau
Desain mengintegrasikan pencahayaan alami, penghawaan optimal, dan ruang terbuka hijau untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
3. Fokus pada Kabupaten Sidenreng Rappang
Konsep dirancang sebagai alternatif solusi pengembangan fasilitas publik modern di Kabupaten Sidrap.
4. Melalui Tahapan Akademik yang Komprehensif
Mulai dari Seminar Proposal, Studio Akhir, Display Hasil Tugas Akhir hingga Ujian Akhir.
5. Menunjukkan Kompetensi Mahasiswa Arsitektur UNISAN
Karya ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan aspek teknis, sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam satu rancangan.
Setiap bangunan besar selalu berawal dari sebuah gagasan. Begitu pula perjalanan seorang arsitek, yang dimulai dari keberanian untuk melihat masalah dan menghadirkan solusi melalui desain.
Melalui karya "Mall Berbasis Universal Design dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau di Kabupaten Sidenreng Rappang", Agus Setiawan Basri tidak hanya menyelesaikan tugas akademiknya, tetapi juga menunjukkan bagaimana ilmu arsitektur dapat menjadi sarana menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
Di balik lembar gambar kerja, maket, dan presentasi yang dipaparkan, tersimpan harapan akan lahirnya ruang-ruang publik yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan.
Selamat kepada Agus Setiawan Basri atas pelaksanaan Ujian Akhir Tugas Akhirnya. Semoga langkah ini menjadi awal perjalanan profesional yang gemilang, sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membangun masa depan yang lebih baik melalui dunia arsitektur.















