-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    BNK Sidrap Bersama UMS Rappang, Mahasiswa Disiapkan Jadi Garda Terdepan Perang Melawan Narkoba

    Satry Polang
    Kamis, 04 Juni 2026, Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T19:40:29Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    BNK Sidrap Bersama UMS Rappang, Mahasiswa Disiapkan Jadi Garda Terdepan Perang Melawan Narkoba



    NARASIRAKYAT  – Perang melawan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.


    Semangat kolaborasi itulah yang menjadi fokus dalam audiensi antara Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Kamis (4/6/2026).


    Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektor Lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang tersebut mempertemukan Kepala BNK Sidrap, Syahril Said, bersama jajaran dengan Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.


    Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif. Kedua belah pihak membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di lingkungan perguruan tinggi dan kalangan generasi muda.


    Kampus Dipandang Sebagai Benteng Pertahanan Generasi Muda

    Di tengah meningkatnya tantangan penyalahgunaan narkotika yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai benteng pertahanan generasi muda.


    Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga agen perubahan yang memiliki kemampuan memengaruhi lingkungan sosialnya.


    Karena itu, BNK Sidrap melihat pentingnya membangun sinergi dengan kampus guna memperluas jangkauan edukasi dan kampanye anti narkoba.


    Kepala BNK Sidrap, Syahril Said, menjelaskan bahwa audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih terstruktur melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program bersama.


    "Hari ini kami bertemu dengan Bapak Rektor UMS Rappang untuk membahas berbagai bentuk kerja sama yang akan mendukung program P4GN di Kabupaten Sidrap, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Alhamdulillah, Bapak Rektor sangat antusias dan menyambut baik rencana kolaborasi ini," ujarnya.


    Menurut Syahril, perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.


    Mahasiswa Disiapkan Menjadi Agen Perubahan

    Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah pelibatan mahasiswa sebagai mitra edukasi BNK Sidrap.


    Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan BNK dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat.


    "Kami ingin mahasiswa menjadi perpanjangan tangan BNK dalam memberikan edukasi dan kampanye anti narkoba. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat menggerakkan masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika," jelas Syahril.


    Konsep ini sejalan dengan peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki kemampuan berpikir kritis, jaringan sosial yang luas, serta akses langsung ke masyarakat melalui berbagai kegiatan organisasi dan pengabdian.


    Dengan melibatkan mahasiswa secara aktif, program pencegahan diharapkan tidak hanya berjalan di ruang-ruang formal, tetapi juga menjangkau komunitas yang lebih luas.


    Dorong Integrasi Kurikulum Anti Narkotika

    Selain program edukasi, BNK Sidrap juga mengusulkan integrasi materi anti narkotika dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.


    Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai dampak negatif narkoba terhadap kesehatan, masa depan individu, serta pembangunan bangsa.


    Syahril mengungkapkan bahwa gagasan tersebut mendapat respons positif dari pimpinan UMS Rappang.


    "Tadi kami juga berdiskusi mengenai integrasi kurikulum anti narkotika. Alhamdulillah, Bapak Rektor sangat mengapresiasi gagasan tersebut dan membuka peluang untuk menyisipkan materi terkait pencegahan narkoba pada beberapa mata kuliah di UMS Rappang," tambahnya.


    Jika terealisasi, program ini akan menjadi salah satu langkah progresif dalam memperkuat pendidikan karakter dan membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus.


    UMS Rappang Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN

    Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif yang dilakukan BNK Sidrap.


    Menurutnya, ancaman penyalahgunaan narkotika merupakan persoalan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama melalui pendekatan preventif, edukatif, dan kolaboratif.


    "Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk generasi yang berintegritas, sehat, dan bebas dari narkoba. Karena itu, UMS Rappang mendukung program BNK Sidrap dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika," tegasnya.


    Ia menilai bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.


    Karena itu, kampus harus menjadi ruang aman yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesadaran sosial yang tinggi.


    Penguatan Program Preventif Jadi Kunci

    Dalam pertemuan tersebut, Rektor UMS Rappang juga mendorong BNK Sidrap untuk terus memperkuat pendekatan preventif melalui sosialisasi, edukasi, serta pembinaan berkelanjutan kepada pelajar dan mahasiswa.


    Menurutnya, pencegahan akan selalu lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi penyalahgunaan.


    Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, generasi muda dapat memahami bahaya narkoba secara lebih komprehensif sehingga memiliki ketahanan diri terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan zat terlarang.


    Lima Fakta Menarik Hasil Audiensi BNK Sidrap dan UMS Rappang

    1. Langkah Awal Kerja Sama Strategis

    Audiensi menjadi fondasi pembentukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNK Sidrap dan UMS Rappang.

    2. Mahasiswa Akan Dilibatkan sebagai Agen Edukasi

    Mahasiswa diproyeksikan menjadi mitra strategis dalam kampanye dan edukasi anti narkoba.

    3. Integrasi Kurikulum Anti Narkotika

    BNK Sidrap mengusulkan materi pencegahan narkoba masuk dalam proses pembelajaran di kampus.

    4. Fokus pada Program P4GN

    Kolaborasi diarahkan untuk memperkuat Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika.

    5. UMS Rappang Siap Jadi Kampus Bersih Narkoba

    Pimpinan universitas menyatakan komitmen mendukung terciptanya lingkungan akademik yang sehat dan bebas narkotika.


    Sinergi Pendidikan dan Pencegahan untuk Masa Depan Daerah

    Kolaborasi antara BNK Sidrap dan UMS Rappang menunjukkan bahwa upaya pemberantasan narkoba memerlukan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.


    Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kritis generasi muda, sementara BNK memiliki kapasitas dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan penguatan program pencegahan.


    Ketika keduanya bersinergi, maka peluang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas narkoba menjadi semakin besar.


    Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kemajuan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya. Generasi yang sehat, berintegritas, dan bebas dari pengaruh narkoba adalah fondasi utama menuju Indonesia yang lebih maju.


    Audiensi antara BNK Sidrap dan UMS Rappang menjadi bukti bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan, tempat lahirnya para pemimpin masa depan.


    Ketika kampus, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, maka harapan untuk mewujudkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan bebas narkoba bukanlah sekadar impian, melainkan tujuan yang dapat dicapai melalui kerja nyata dan kolaborasi yang berkelanjutan.

    Komentar

    Tampilkan