-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Haerunnisa Ahmad Bahas Pelayanan Online Disdukcapil Sidrap, Mahasiswi Ilmu Pemerintahan UMS Rappang Beri Solusi Konkret

    Satry Polang
    Kamis, 04 Juni 2026, Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T19:44:24Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Haerunnisa Ahmad Bahas Pelayanan Online Disdukcapil Sidrap, Mahasiswi Ilmu Pemerintahan UMS Rappang Beri Solusi Konkret



    NARASIRAKYAT  – Transformasi digital kini menjadi salah satu agenda penting dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Berbagai instansi pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan dapat diakses masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.


    Namun, di balik kemajuan teknologi tersebut, masih terdapat tantangan besar dalam memastikan masyarakat benar-benar memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan pemerintah.


    Fenomena inilah yang menjadi fokus penelitian Haerunnisa Ahmad, mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), dalam ujian skripsi yang digelar di Ruang Ujian Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (4/6/2026).


    Dalam kesempatan tersebut, Haerunnisa mempresentasikan hasil penelitian berjudul "Strategi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Berbasis Online di Kabupaten Sidenreng Rappang."


    Penelitian tersebut mendapat perhatian karena mengangkat isu yang sangat relevan dengan perkembangan pelayanan publik di era digital, khususnya dalam bidang administrasi kependudukan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.


    Menelaah Efektivitas Layanan Digital Disdukcapil Sidrap

    Dalam pemaparannya, Haerunnisa menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sidenreng Rappang dalam meningkatkan pemanfaatan layanan administrasi kependudukan berbasis online.


    Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya telah menghadirkan berbagai inovasi pelayanan digital guna mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor.


    Namun, tingkat pemanfaatan layanan tersebut masih belum optimal.

    "Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan digital yang tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Masih banyak warga yang memilih menggunakan layanan tatap muka dibandingkan layanan berbasis online," ungkap Haerunnisa dalam presentasinya.


    Temuan ini menjadi indikator bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam menggunakannya.


    Rendahnya Literasi Digital Jadi Tantangan

    Berdasarkan hasil observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan selama penelitian, ditemukan beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya penggunaan layanan online.


    Salah satu faktor utama adalah masih rendahnya literasi digital sebagian masyarakat.

    Selain itu, kebiasaan masyarakat yang telah lama terbiasa dengan pelayanan tatap muka membuat proses perubahan menuju layanan digital berjalan lebih lambat.


    Kurangnya sosialisasi serta edukasi mengenai cara penggunaan layanan online juga menjadi faktor yang turut memengaruhi rendahnya tingkat pemanfaatan aplikasi pelayanan yang telah disediakan pemerintah.


    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya melalui pembangunan sistem teknologi, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pengguna layanan.


    Strategi Disdukcapil Sidrap dalam Mendorong Layanan Online

    Penelitian Haerunnisa juga mengungkap sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan Disdukcapil Kabupaten Sidenreng Rappang dalam memperluas pemanfaatan layanan digital.


    Beberapa strategi tersebut antara lain:

    • Penyediaan aplikasi layanan digital PALEKKO dan ALAKO

    • Pemanfaatan media sosial sebagai sarana sosialisasi layanan

    • Penempatan petugas pelayanan pada tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan

    • Evaluasi dan pembaruan sistem pelayanan secara berkala

    • Pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat


    Berbagai upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih efektif dan efisien.


    Meski demikian, penelitian ini mencatat bahwa penggunaan layanan digital masih belum mampu melampaui dominasi layanan manual yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.


    Hadirkan Rekomendasi untuk Perbaikan Pelayanan Publik

    Sebagai bagian dari kontribusi akademik, Haerunnisa juga menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah.


    Beberapa rekomendasi tersebut meliputi:

    • Peningkatan sosialisasi layanan digital secara langsung kepada masyarakat

    • Penguatan program literasi digital

    • Pengembangan infrastruktur teknologi informasi yang lebih merata

    • Pendampingan masyarakat dalam penggunaan layanan online

    • Strategi komunikasi yang lebih intensif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat


    Menurutnya, keberhasilan transformasi digital harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sehingga inovasi yang telah disediakan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.


    Apresiasi dari Tim Penguji

    Ketua Tim Penguji, Dr. Ir. H. Muh. Rais Rahmat R., S.IP., M.Si, memberikan apresiasi terhadap tema penelitian yang diangkat karena dinilai sangat relevan dengan perkembangan tata kelola pemerintahan modern.


    Menurutnya, digitalisasi pelayanan publik merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari sehingga diperlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.


    "Penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi riil pelayanan administrasi kependudukan berbasis online di Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan mudah diakses masyarakat," ujarnya.


    Ia juga berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai syarat akademik semata, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.


    Lima Fakta Menarik dari Penelitian Haerunnisa Ahmad

    1. Mengangkat Isu Pelayanan Publik Digital

    Penelitian fokus pada transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis online di Kabupaten Sidrap.

    2. Meneliti Langsung Kondisi Lapangan

    Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi sehingga menggambarkan kondisi riil masyarakat.

    3. Mengkaji Inovasi PALEKKO dan ALAKO

    Penelitian menyoroti pemanfaatan aplikasi digital yang telah dikembangkan Disdukcapil Sidrap.

    4. Mengungkap Tantangan Literasi Digital

    Rendahnya kemampuan dan kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi menjadi salah satu temuan utama.

    5. Memberikan Rekomendasi Praktis

    Hasil penelitian menghadirkan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.


    UMS Rappang Dorong Penelitian yang Menyentuh Persoalan Nyata

    Penelitian yang dilakukan Haerunnisa Ahmad menjadi salah satu contoh bagaimana karya akademik dapat berperan dalam membantu pemerintah memahami tantangan yang dihadapi masyarakat.


    Melalui penelitian yang berbasis pada permasalahan nyata, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui rekomendasi berbasis data dan fakta lapangan.


    Hal ini sejalan dengan komitmen UMS Rappang dalam mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki manfaat langsung bagi masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.


    Di era digital, pelayanan publik yang cepat dan mudah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Namun teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak dibarengi dengan kesiapan masyarakat untuk memanfaatkannya.


    Melalui penelitian yang dilakukan Haerunnisa Ahmad, terlihat bahwa transformasi digital bukan hanya soal aplikasi dan sistem, tetapi juga tentang membangun pemahaman, kepercayaan, dan kebiasaan baru di tengah masyarakat.


    Karya ilmiah ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori pemerintahan di ruang kuliah, tetapi juga mampu hadir memberikan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.


    Karena sejatinya, penelitian terbaik bukanlah yang hanya tersimpan di perpustakaan, melainkan yang mampu menjadi jembatan menuju pelayanan publik yang lebih baik, lebih dekat, dan lebih bermanfaat bagi semua.

    Komentar

    Tampilkan