![]() |
UMS Rappang Raih Pendanaan Riset Rp1,6 Miliar! Bukti Kampus Daerah Mampu Bersaing di Tingkat Nasional |
NARASIRAKYAT – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah persaingan ketat perguruan tinggi se-Indonesia dalam memperoleh pendanaan riset, UMS Rappang berhasil meloloskan 13 proposal penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program hilirisasi riset dengan total pendanaan mencapai lebih dari Rp1,6 miliar pada Tahun Anggaran 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya budaya riset yang berkembang di lingkungan kampus serta meningkatnya kepercayaan pemerintah terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UMS Rappang.
Komitmen itu ditandai melalui kegiatan Penandatanganan Kontrak Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMS Rappang di Lantai 3 Gedung Rektorat, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., para dosen penerima hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta tim periset yang akan melaksanakan berbagai program strategis sepanjang tahun 2026.
Dari Kampus Pengajar Menjadi Kampus Riset dan Hilirisasi
Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin Ahmad menegaskan bahwa transformasi perguruan tinggi saat ini menuntut perubahan paradigma dalam pelaksanaan penelitian.
Menurutnya, riset tidak lagi cukup berhenti pada publikasi ilmiah atau pemenuhan kewajiban akademik dosen semata. Penelitian harus mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Orientasi penelitian saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan publikasi ilmiah atau memenuhi kewajiban akademik dosen. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil riset dapat dihilirisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan penelitian yang berdampak nyata terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masuk Klaster Utama, Tantangan Semakin Besar
Salah satu pencapaian penting yang disampaikan Rektor adalah posisi UMS Rappang yang kini telah berada pada Klaster Utama dalam pemeringkatan penelitian perguruan tinggi.
Status tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola penelitian, kapasitas dosen, serta produktivitas akademik kampus.
Namun, menurut Prof. Jamaluddin, capaian tersebut juga menghadirkan tantangan baru.
"UMS Rappang saat ini telah berada pada klaster utama sehingga skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang dapat diakses menjadi lebih terbatas. Kondisi ini menuntut kita untuk naik kelas dan bersaing pada skema penelitian yang lebih tinggi. Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil masuk dalam program hilirisasi riset yang tidak mudah diperoleh," ungkapnya.
Keberhasilan masuk dalam program hilirisasi riset menunjukkan bahwa kualitas proposal yang diajukan dosen UMS Rappang telah memenuhi standar kompetitif pada level nasional.
Pendanaan Meningkat Meski Proposal Lebih Selektif
Menariknya, meskipun jumlah proposal yang didanai mengalami penyesuaian akibat perubahan skema pendanaan, nilai hibah yang berhasil diraih justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas penelitian yang dihasilkan semakin baik dan mampu bersaing pada kategori pendanaan yang lebih tinggi.
Kepala LP3M UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, menjelaskan bahwa penandatanganan kontrak yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari program hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui platform BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta program hilirisasi riset prioritas.
"Hari ini kita melakukan penandatanganan kontrak turunan antara universitas dengan para penerima hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan program hilirisasi riset. Setelah kontrak ditandatangani, kami berharap seluruh tim peneliti segera melakukan koordinasi dan mulai turun ke lapangan karena proses pencairan dana juga telah berjalan," jelas Ahmad Mustanir.
Loloskan 13 Proposal dan Dua Penelitian Doktoral
Pada tahun 2026, UMS Rappang berhasil meloloskan 13 proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup berbagai bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
Lebih membanggakan lagi, kampus ini juga berhasil memperoleh pendanaan untuk dua proposal penelitian dosen yang sedang menempuh studi doktoral (S3).
Menurut Ahmad Mustanir, capaian tersebut menunjukkan tren positif perkembangan penelitian di lingkungan kampus.
"Untuk program doktor atau S3, tahun ini UMS Rappang memperoleh dua proposal yang didanai. Ini menjadi pencapaian yang sangat baik karena setiap tahun jumlah pendanaan penelitian yang kita peroleh terus mengalami peningkatan," ujarnya.
Peningkatan tersebut memperkuat posisi UMS Rappang sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif membangun budaya riset di kawasan Sulawesi Selatan.
Fokus pada Dampak Nyata bagi Masyarakat
Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik semata.
UMS Rappang mendorong seluruh dosen untuk menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, industri, maupun pemerintah daerah.
Melalui program hilirisasi riset, hasil penelitian diharapkan mampu diterjemahkan menjadi produk, model pemberdayaan, teknologi tepat guna, maupun kebijakan yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Lima Fakta Menarik Capaian Riset UMS Rappang 2026
1. Pendanaan Tembus Lebih dari Rp1,6 Miliar
Total dana hibah penelitian, pengabdian masyarakat, dan hilirisasi riset yang berhasil diraih mencapai lebih dari Rp1,6 miliar.
2. Berhasil Masuk Program Hilirisasi Riset Nasional
Program yang dikenal sangat kompetitif ini berhasil ditembus oleh UMS Rappang pada tahun 2026.
3. Loloskan 13 Proposal Pendanaan
Proposal yang lolos mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan program hilirisasi riset.
4. Raih Dua Pendanaan Penelitian Doktoral
Dua dosen yang sedang menempuh studi doktoral berhasil memperoleh hibah penelitian.
5. Status Klaster Utama Semakin Menguat
Posisi UMS Rappang pada Klaster Utama menunjukkan peningkatan kualitas riset dan tata kelola akademik kampus.
UMS Rappang dan Masa Depan Ekosistem Riset Daerah
Keberhasilan memperoleh pendanaan lebih dari Rp1,6 miliar bukan sekadar angka statistik. Di balik capaian tersebut terdapat kerja keras para dosen, peneliti, dan pengelola riset yang terus berupaya meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Lebih jauh, capaian ini memperlihatkan bahwa kampus-kampus daerah mampu menjadi pusat inovasi yang menghasilkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Dengan dukungan pendanaan yang semakin besar dan orientasi riset yang semakin kuat pada hilirisasi, UMS Rappang memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak inovasi di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.
Sebuah penelitian yang baik tidak hanya berakhir di ruang seminar, jurnal ilmiah, atau rak perpustakaan. Nilai sejatinya terletak pada sejauh mana hasil penelitian tersebut mampu menyentuh kehidupan masyarakat dan menghadirkan perubahan yang nyata.
Capaian UMS Rappang dalam memperoleh pendanaan lebih dari Rp1,6 miliar serta keberhasilan menembus program hilirisasi riset menjadi bukti bahwa perguruan tinggi daerah mampu bersaing, berinovasi, dan memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan bangsa.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, riset bukan lagi sekadar aktivitas akademik. Riset adalah investasi masa depan. Dan UMS Rappang sedang menunjukkan bahwa masa depan itu dibangun melalui ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan keberanian untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.















