![]() |
Bupati Syaharuddin Alrif Tinjau Langsung Irigasi Lasireso yang Jebol, Tegaskan Perbaikan Harus Segera Rampung Demi Petani Sidrap |
NARASIRAKYAT – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam menjaga ketahanan pangan kembali ditunjukkan secara nyata. Memasuki hari ke-13 penanganan jebolnya saluran induk irigasi Lasireso yang berada di antara Dusun Pakenya dan Dusun Cilellang, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif turun langsung meninjau lokasi perbaikan untuk memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai target.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian serius pemerintah terhadap infrastruktur pertanian yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan ribuan petani di wilayah selatan Kabupaten Sidrap.
Di tengah aktivitas alat berat dan para pekerja yang masih berjibaku di lokasi, Bupati Syaharuddin Alrif memantau perkembangan pekerjaan, berdialog dengan petugas lapangan, serta menanyakan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam proses perbaikan saluran irigasi tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Sidrap itu disambut positif oleh masyarakat dan petani yang selama beberapa hari terakhir terus mengikuti perkembangan perbaikan irigasi yang menjadi sumber utama pengairan lahan pertanian mereka.
Irigasi yang Menjadi Nadi Kehidupan Ribuan Petani
Saluran induk irigasi Lasireso bukan sekadar bangunan fisik biasa.
Infrastruktur ini selama bertahun-tahun menjadi sumber distribusi air bagi kawasan pertanian produktif yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Cilellang, Galung Aserae, Tanete, Allakuang, Amparita, Carawali, serta daerah pertanian lainnya.
Ketika longsor menyebabkan bagian saluran mengalami kerusakan serius dan jebol, kekhawatiran langsung dirasakan para petani.
Pasokan air yang terganggu berpotensi memengaruhi aktivitas budidaya tanaman serta mengancam produktivitas pertanian yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi Kabupaten Sidrap.
Karena itu, langkah cepat penanganan menjadi kebutuhan mendesak.
Bupati Pastikan Perbaikan Menjadi Prioritas
Dalam kunjungan lapangannya, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengawal proses perbaikan agar dapat selesai secepat mungkin.
Menurutnya, keberadaan irigasi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Sidrap.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan, mulai dari petugas teknis, pekerja lapangan, masyarakat sekitar, hingga para petani yang terus menunjukkan semangat gotong royong selama proses perbaikan berlangsung.
Bupati menilai kolaborasi yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kondisi darurat seperti saat ini.
"Kita ingin pekerjaan ini segera rampung sehingga pasokan air kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras siang dan malam demi kepentingan petani Sidrap," ungkapnya saat meninjau lokasi.
Kerja Siang dan Malam Demi Menyelamatkan Musim Tanam
Sejak kerusakan terjadi, tim teknis dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), operator alat berat, pekerja lapangan, dan masyarakat setempat bekerja hampir tanpa henti.
Aktivitas perbaikan berlangsung dari pagi hingga malam hari untuk mempercepat pemulihan fungsi saluran induk.
Berbagai tantangan teknis masih dihadapi di lapangan, termasuk kondisi tanah yang labil serta rembesan air yang terus muncul di sekitar pondasi lama.
Namun semangat para pekerja tidak surut.
Setiap hari progres pekerjaan terus mengalami peningkatan dengan dukungan dua unit alat berat yang dioperasikan untuk mempercepat proses penimbunan, pembentukan tanggul, dan pembersihan material longsor.
Kearifan Lokal Jadi Bagian dari Solusi
Salah satu hal menarik dalam proses penanganan jebolnya irigasi Lasireso adalah pemanfaatan batang pohon kelapa sebagai cerucuk atau tiang pancang penahan tanah.
Metode ini merupakan bentuk kearifan lokal yang telah lama digunakan masyarakat untuk memperkuat struktur tanah yang rawan longsor dan pergeseran.
Puluhan batang kelapa dipasang untuk menopang timbunan tanah baru agar lebih kokoh menghadapi tekanan air.
Kolaborasi antara teknologi konstruksi modern dan pengalaman lokal menjadi kombinasi yang efektif dalam mempercepat proses pemulihan.
Irigasi Darurat Menjadi Penyelamat Sementara
Selain memperbaiki struktur utama yang rusak, tim teknis juga membangun saluran irigasi darurat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan aliran air sekaligus menjaga agar distribusi air ke sejumlah wilayah pertanian tetap dapat berjalan meskipun belum sepenuhnya normal.
Strategi ini menjadi bagian penting dalam meminimalkan dampak kerusakan terhadap aktivitas pertanian yang sedang berlangsung.
Lima Fakta Menarik Penanganan Irigasi Lasireso
1. Memasuki Hari ke-13 Perbaikan
Penanganan terus berlangsung intensif sejak saluran induk mengalami kerusakan akibat longsor.
2. Bupati Sidrap Turun Langsung ke Lokasi
Syaharuddin Alrif datang meninjau progres pekerjaan dan memastikan kendala lapangan segera ditangani.
3. Dua Alat Berat Bekerja Penuh
Keberadaan alat berat mempercepat proses normalisasi dan pembangunan kembali tanggul yang rusak.
4. Batang Kelapa Digunakan Sebagai Cerucuk
Metode lokal ini dimanfaatkan untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah pergeseran tanggul baru.
5. Melayani Banyak Kawasan Pertanian Produktif
Saluran induk ini menjadi sumber pengairan utama bagi ribuan petani di wilayah selatan Kabupaten Sidrap.
Ketika Infrastruktur Menjadi Harapan Petani
Di balik tumpukan tanah, suara mesin alat berat, dan derasnya aliran air yang masih harus dikendalikan, tersimpan harapan besar ribuan petani Sidrap.
Mereka menanti saat saluran irigasi kembali berfungsi normal, mengalirkan air ke hamparan sawah yang menjadi sumber kehidupan keluarga mereka.
Kunjungan Bupati Syaharuddin Alrif tidak hanya menjadi bentuk pengawasan pembangunan, tetapi juga simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi tantangan.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa menjaga ketahanan pangan bukan hanya soal produksi hasil panen, melainkan juga tentang menjaga infrastruktur, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan solusi secara cepat ketika masalah muncul.
Ketika air kembali mengalir ke sawah-sawah petani, keberhasilan itu akan menjadi milik bersama—hasil kerja keras pemerintah, petugas lapangan, masyarakat, dan para petani yang tidak pernah kehilangan harapan.
Karena di Sidrap, irigasi bukan sekadar saluran air. Ia adalah denyut kehidupan yang menjaga sawah tetap hijau dan masa depan petani tetap tumbuh.















