![]() |
Cegah Perundungan Sejak Dini! Ratusan Siswa SD Qur’ani Al Ikhlash Antusias Ikuti Edukasi Anti Bullying Bersama AKP Bustam Kapolsek Panca Rijang |
NARASIRAKYAT — Komitmen membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak terus diperkuat SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang melalui program “Sehari Bersama Guru Tamu”. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Unaizah SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang, Rabu (17/6/2026), ratusan siswa mengikuti edukasi anti bullying yang menghadirkan Kapolsek Panca Rijang, AKP Abustam, S.H., M.H., sebagai pemateri utama.
Kegiatan yang dipandu oleh bagian kesiswaan, Ust. Arief, berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif menyimak materi, menjawab pertanyaan, serta berdiskusi mengenai berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun di media sosial.
Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, empati tinggi, serta mampu menghormati sesama.
Bullying, Ancaman Nyata bagi Masa Depan Anak
Dalam materinya yang berjudul “Bullying di Lingkungan Sekolah”, AKP Abustam menjelaskan bahwa perundungan atau bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan yang dapat dilakukan secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital.
Menurutnya, tindakan tersebut sering kali dianggap sepele, padahal dapat menjadi awal munculnya berbagai bentuk kekerasan yang lebih besar.
"Bullying adalah benih dari berbagai tindakan kekerasan lainnya. Jika sejak dini kita mampu mencegah dan menghentikannya, maka kita juga sedang mencegah munculnya tindakan yang lebih berbahaya di kemudian hari," jelas AKP Abustam di hadapan peserta.
Ia menegaskan bahwa perundungan dapat terjadi di mana saja, baik di lingkungan sekolah, rumah, tempat bermain, maupun di dunia maya melalui media sosial.
Mengenali Bentuk-Bentuk Bullying Sejak Dini
Dalam pemaparannya, AKP Abustam mengajak siswa memahami berbagai kategori bullying yang sering terjadi.
Mulai dari bullying verbal seperti mengejek, menghina, menyindir, hingga mengancam teman.
Kemudian bullying fisik berupa memukul, menendang, mendorong, merusak barang milik orang lain, atau tindakan kekerasan lainnya.
Selain itu terdapat pula bullying sosial, seperti mengucilkan teman, menyebarkan gosip, mempermalukan seseorang di depan umum, hingga mengajak orang lain untuk tidak berteman dengan korban.
Yang tak kalah penting, AKP Abustam juga menyoroti meningkatnya cyber bullying yang terjadi melalui media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dibarengi dengan penggunaan media digital secara bijak agar tidak menjadi sarana menyakiti orang lain.
Dampak Bullying Tidak Hanya Menimpa Korban
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah bahwa dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban.
Korban dapat mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, kehilangan rasa percaya diri, hingga penurunan prestasi akademik.
Sementara pelaku berpotensi memiliki kecenderungan melakukan tindakan kekerasan yang lebih serius di masa depan.
Bahkan saksi yang melihat tindakan bullying secara berulang juga dapat mengalami tekanan mental dan ketidaknyamanan dalam lingkungan sekolah.
Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan menghentikan tindakan perundungan.
Kepala Sekolah Apresiasi Kehadiran Kapolsek
Kepala SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang, Ust. Abd. Malik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada AKP Abustam yang telah meluangkan waktu memberikan edukasi langsung kepada peserta didik.
Menurutnya, pembinaan karakter dan perlindungan anak merupakan bagian penting dari pendidikan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolsek Panca Rijang yang telah memberikan edukasi yang sangat penting kepada anak-anak kami. Ini menjadi bekal berharga agar mereka memahami bahaya bullying dan mampu membangun lingkungan pergaulan yang sehat serta saling menghargai," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SD Qur’ani Al Ikhlash terus berkomitmen menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Edukasi yang Sejalan dengan Program Sekolah
Kegiatan ini sejalan dengan visi SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang yang mengusung motto “Bertauhid dan Berprestasi.”
Sekolah tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap sesama.
Melalui program guru tamu, peserta didik memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan tokoh masyarakat sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Bullying Juga Memiliki Konsekuensi Hukum
Dalam sesi penyuluhan, AKP Abustam turut menjelaskan bahwa tindakan bullying yang menimbulkan dampak serius dapat berhadapan dengan hukum.
Ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap anak telah diatur dalam berbagai regulasi nasional, di antaranya:
UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP
UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi
Karena itu, siswa diajak untuk selalu mengedepankan sikap saling menghormati dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Lima Fakta Menarik Kegiatan Edukasi Anti Bullying
1. Menghadirkan Kapolsek Sebagai Guru Tamu
AKP Abustam, S.H., M.H. hadir langsung memberikan edukasi kepada peserta didik.
2. Diikuti Ratusan Siswa
Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
3. Membahas Bullying Secara Lengkap
Mulai dari bullying verbal, fisik, sosial hingga cyber bullying.
4. Memberikan Pemahaman Hukum Sejak Dini
Siswa diperkenalkan pada regulasi yang mengatur perlindungan anak dan tindakan perundungan.
5. Bagian dari Program Sekolah Ramah Anak
Kegiatan mendukung komitmen SD Qur’ani Al Ikhlash dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Menanamkan Empati, Membangun Generasi Berakhlak
Pendidikan sejatinya tidak hanya mengajarkan cara membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses membentuk manusia yang mampu menghargai sesama, memiliki empati, serta berani melakukan kebaikan.
Melalui edukasi anti bullying ini, SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang kembali menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang akan menentukan masa depan anak-anak.
Di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial yang semakin kompleks, langkah-langkah preventif seperti ini menjadi investasi penting untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menjadi pelopor kebaikan di lingkungan sekitarnya.
Karena setiap kata yang baik dapat menguatkan seseorang, dan setiap tindakan yang penuh empati dapat mengubah masa depan. Dari Aula Unaizah SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang, pesan itu disampaikan dengan jelas: stop bullying, mulai saling menghargai.
















