![]() |
Dilantik di Kemenag RI Jadi Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Darmawati Bawa Semangat Sinergi MALEBBI Menuju Kampus Islam Berkelas Dunia |
NARASIRAKYAT – Dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam memasuki babak baru. Sosok akademisi perempuan yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan institusi, Prof. Dr. Darmawati, M.Ag., resmi dilantik sebagai rektor di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Jakarta, Senin (11/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting yang menandai dimulainya era baru kepemimpinan kampus dengan membawa semangat transformasi, kolaborasi, dan penguatan identitas budaya lokal menuju daya saing global.
Bagi Prof. Darmawati, amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk membangun kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan, pengembangan karakter, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pernyataannya, ia mengutip filosofi Bugis yang sarat makna:
"Resopa Temmangingngi, Namalomo Naletei Pammase Dewata."
Yang berarti, usaha yang sungguh-sungguh akan mengantarkan seseorang memperoleh rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Filosofi tersebut menjadi fondasi moral sekaligus spirit kepemimpinan yang akan mewarnai arah pembangunan institusi di bawah kepemimpinannya.
Sinergi MALEBBI, Formula Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Inovasi
Salah satu gagasan utama yang diperkenalkan Prof. Darmawati adalah konsep Sinergi MALEBBI, sebuah pendekatan kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai-nilai luhur budaya Bugis dengan tata kelola perguruan tinggi modern.
Dalam budaya Bugis, malebbi bermakna mulia, santun, beradab, dan menjunjung tinggi etika. Nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam praktik kepemimpinan yang profesional, adaptif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.
Menurut Prof. Darmawati, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi ruang akademik yang menghasilkan lulusan, tetapi juga harus hadir sebagai pusat transformasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Bagi kami, kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi pusat pertumbuhan ilmu, karakter, inovasi, dan pengabdian," ujarnya.
Konsep Sinergi MALEBBI diharapkan mampu menjadi identitas baru kampus yang tidak tercerabut dari akar budaya, tetapi tetap mampu menjawab tantangan global yang terus berkembang.
Empat Pilar Transformasi Kampus
Dalam arah kebijakan yang disampaikannya, Prof. Darmawati menetapkan empat fokus utama yang akan menjadi fondasi pengembangan institusi selama masa kepemimpinannya.
1. Tata Kelola yang Efisien dan Transparan
Transformasi digital menjadi salah satu prioritas utama. Sistem manajemen kampus akan diperkuat melalui tata kelola yang lebih efektif, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.
2. Mencetak Lulusan yang Adaptif
Kampus akan diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, industri, dan teknologi.
3. Memperluas Kemitraan Strategis
Kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, komunitas, serta lembaga internasional akan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pendidikan dan peluang bagi mahasiswa.
4. Membangun Kemandirian Institusi
Pengembangan inovasi, kewirausahaan kampus, dan sumber-sumber pendanaan kreatif menjadi bagian penting dalam mewujudkan kampus yang mandiri dan berkelanjutan.
Merawat Kearifan Lokal, Membuka Jalan Menuju Global
Sebagai akademisi yang tumbuh dalam budaya Bugis, Prof. Darmawati menegaskan bahwa kemajuan tidak harus menghilangkan identitas lokal.
Sebaliknya, nilai-nilai budaya dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun karakter institusi yang berbeda dan berdaya saing.
Karena itu, prinsip Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge' akan menjadi fondasi dalam membangun hubungan antarsivitas akademika.
Ketiga nilai tersebut mengandung makna saling memanusiakan, saling menghargai, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Melalui pendekatan tersebut, kampus diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang sehat, kolaboratif, dan produktif.
"Dari nilai itulah kami percaya sinergi dibangun; merawat tradisi, membuka kolaborasi, menjembatani lokal menuju global, dan memastikan kampus hadir sebagai ruang ilmu sekaligus ruang penggerak kemajuan," ungkapnya.
Kepemimpinan Perempuan dan Harapan Baru Pendidikan Tinggi Islam
Pelantikan Prof. Darmawati juga menjadi simbol semakin besarnya kontribusi perempuan dalam kepemimpinan pendidikan tinggi di Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di dunia akademik, rekam jejak kepemimpinan yang kuat, serta komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia, kehadirannya diharapkan mampu membawa energi baru bagi kemajuan institusi.
Banyak pihak menilai kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi, etika, dan inovasi menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
Karena itu, visi yang diusung Prof. Darmawati dinilai relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi masa kini yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga dampak sosial yang nyata.
Lima Fakta Menarik Pelantikan Prof. Dr. Darmawati
1. Dilantik Langsung di Kementerian Agama RI
Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bentuk pengesahan resmi kepemimpinan baru.
2. Mengusung Filosofi Bugis sebagai Spirit Kepemimpinan
Pepatah "Resopa Temmangingngi, Namalomo Naletei Pammase Dewata" menjadi landasan moral dalam menjalankan amanah.
3. Melahirkan Konsep Sinergi MALEBBI
Formula kepemimpinan yang menggabungkan nilai budaya lokal dengan tata kelola modern menjadi ciri khas kepemimpinannya.
4. Fokus pada Transformasi dan Kolaborasi Global
Penguatan kemitraan internasional menjadi salah satu agenda utama pengembangan kampus.
5. Menjadikan Kampus sebagai Pusat Peradaban
Visi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga penguatan karakter, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
Menjemput Masa Depan dengan Kearifan dan Keberanian
Pelantikan Prof. Dr. Darmawati, M.Ag. menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat tidak selalu lahir dari konsep-konsep yang jauh dari masyarakat. Justru dari akar budaya yang kaya nilai, dapat tumbuh visi besar yang mampu menjawab tantangan zaman.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi, kampus membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga kebijaksanaan dalam menjaga identitas dan nilai-nilai luhur bangsa.
Dengan semangat Sinergi MALEBBI, Prof. Darmawati membawa pesan bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan tradisi, dan modernitas tidak harus menghilangkan jati diri.
Kini, harapan besar tertuju pada kepemimpinannya untuk membawa kampus menjadi ruang lahirnya generasi unggul, berkarakter, berwawasan global, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
"Mohon doa ta semua. Semoga amanah ini senantiasa dijaga dalam keikhlasan, diberi kekuatan dalam pengabdian, dan menghadirkan maslahat untuk kampus, masyarakat, dan Indonesia. Bismillah."















