-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    UMS Rappang dan PKBM Assikolaki Siapkan Peserta Jadi Wirausaha Kuliner Mandiri

    Satry Polang
    Senin, 08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-09T02:11:07Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    UMS Rappang dan PKBM Assikolaki Siapkan Peserta Jadi Wirausaha Kuliner Mandiri



    NARASIRAKYAT  – Upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan berbasis vokasi. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara PKBM Assikolaki Formasi Mallomo dan Program Studi Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) yang menggelar pelatihan pengolahan produk unggas bagi ibu-ibu dan remaja putri di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).


    Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Senin (8/6/2026), menjadi bagian dari Program Tailor Made Training Pengolahan Produk Unggas yang merupakan hasil kerja sama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan Yayasan Formasi Mallomo.


    Lebih dari sekadar pelatihan memasak, kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal membangun usaha kuliner mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.


    Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Pendidikan Vokasi

    Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., didampingi Ketua Prodi Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., serta Safitri yang mewakili Kepala PKBM Assikolaki.


    Dalam sambutannya, Dr. Rais Rahmat Razak menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan Kementerian Ketenagakerjaan kepada Yayasan Formasi Mallomo untuk meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia usaha.


    Menurutnya, pengembangan keterampilan menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi dan menciptakan peluang kerja baru di tengah masyarakat.


    "Program ini bertujuan melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang memiliki keterampilan dan kemampuan usaha. Karena itu kegiatan ini masuk dalam program peningkatan keterampilan atau skill hub yang mendorong peserta mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki," ujarnya.


    Ia menjelaskan, sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan tersebut sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Ketenagakerjaan. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang dengan minat yang sama di bidang kuliner dan pengolahan pangan.


    Pelatihan akan berlangsung selama delapan hari dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari program nasional peningkatan kompetensi masyarakat.


    UMS Rappang Dipilih Karena Fasilitas dan Kualitas Instruktur

    Kepercayaan Yayasan Formasi Mallomo kepada Prodi Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang bukan tanpa alasan.


    Dr. Rais menilai program studi tersebut memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap, standar praktik yang memadai, serta tenaga pengajar yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya.


    "Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang memiliki laboratorium yang memadai dan instruktur yang berpengalaman. Bahkan alumninya telah banyak bekerja dan berkarier hingga ke luar negeri. Karena itu kami mempercayakan pelatihan ini dilaksanakan bersama UMS Rappang," ungkapnya.


    Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi yang dikembangkan UMS Rappang semakin mendapatkan pengakuan sebagai salah satu pusat pengembangan keterampilan kuliner di Sulawesi Selatan.


    Tidak Hanya Memasak, Peserta Juga Belajar Menjadi Pengusaha

    Ketua Prodi Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., atau yang akrab disapa Chef Dama, menjelaskan bahwa materi pelatihan tidak hanya berfokus pada teknik memasak.


    Peserta akan mendapatkan pembelajaran komprehensif mulai dari higiene dan sanitasi dapur, teknik dasar memasak, pengenalan bahan pangan, hingga teknik pengolahan produk unggas yang sesuai standar industri kuliner.


    "Hari ini kami memulai pelatihan pengolahan produk unggas bersama PKBM Assikolaki dari Yayasan Formasi Mallomo. Peserta akan mendapatkan materi mulai dari higiene dan sanitasi dapur, teknik dasar memasak, hingga cara menyiapkan dan mengolah unggas dengan benar," jelas Chef Dama.


    Menariknya, peserta juga akan memperoleh bekal penting dalam dunia usaha, yakni kemampuan menghitung harga pokok produksi (HPP), menentukan harga jual produk, serta memahami strategi memperoleh keuntungan secara sehat dan berkelanjutan.


    "Banyak peserta yang berharap tidak hanya diajarkan memasak, tetapi juga bagaimana menjual produk dengan baik. Karena itu kami juga akan memberikan materi tentang perhitungan biaya produksi dan harga jual agar mereka bisa memperoleh keuntungan yang tepat ketika membuka usaha sendiri," katanya.


    Konsep "Latih Sampai Bisa" Jadi Kunci Keberhasilan

    Berbeda dengan pelatihan singkat pada umumnya, program ini menerapkan konsep "Latih Sampai Bisa", yakni metode pembelajaran yang menekankan praktik langsung dan penguasaan keterampilan secara menyeluruh.


    Peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu mempraktikkan keterampilan yang diajarkan hingga benar-benar menguasainya.


    Chef Dama menegaskan bahwa target akhir pelatihan bukan hanya menghasilkan peserta yang mampu memasak produk unggas, tetapi juga individu yang siap membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.


    "Mereka harus memahami standar kebersihan, menguasai teori dasar, mampu mengolah produk unggas dengan baik, dan yang terpenting mampu memasarkan hasil produksinya. Jadi targetnya bukan sekadar bisa memasak, tetapi juga mampu berwirausaha dan menghasilkan keuntungan," tegasnya.


    Lima Fakta Menarik dari Pelatihan Produk Unggas di UMS Rappang

    1. Program Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan

    Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Tailor Made Training yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

    2. Fokus pada Pemberdayaan Perempuan

    Peserta terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri yang dipersiapkan untuk memiliki keterampilan produktif dan peluang usaha mandiri.

    3. Belajar Langsung di Laboratorium Modern

    Pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang yang memiliki fasilitas praktik lengkap dan representatif.

    4. Tidak Hanya Memasak, Tapi Juga Belajar Bisnis

    Peserta mendapatkan materi tentang harga pokok produksi, strategi penjualan, hingga pengelolaan keuntungan usaha.

    5. Mengusung Konsep "Latih Sampai Bisa"

    Metode pembelajaran berbasis praktik intensif memastikan peserta benar-benar menguasai keterampilan sebelum pelatihan berakhir.


    Investasi Keterampilan untuk Masa Depan yang Lebih Mandiri

    Di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis, keterampilan menjadi aset berharga yang mampu membuka jalan menuju kemandirian. Kolaborasi antara PKBM Assikolaki Formasi Mallomo dan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang membuktikan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup melalui kompetensi yang aplikatif dan bernilai ekonomi.


    Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya belajar mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai jual, tetapi juga memperoleh kepercayaan diri untuk memulai usaha sendiri, menciptakan peluang kerja, dan berkontribusi pada perekonomian keluarga maupun daerah.


    Karena sejatinya, keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana ilmu yang didapat mampu mengubah kehidupan menjadi lebih baik, lebih produktif, dan lebih berdaya saing di masa depan.

    Komentar

    Tampilkan