![]() |
Gempur Stunting di Maros! Mahasiswa Kebidanan ITKESMU Sidrap Turun Langsung Edukasi Warga Lewat Pangan Lokal |
NARASIRAKYAT – Komitmen perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah (ITKESMU) Sidrap. Melalui Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), kampus kesehatan yang terus berkembang di Sulawesi Selatan ini resmi menerjunkan mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Kelurahan Kalabbireng, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
Program pengabdian masyarakat tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting yang hingga kini masih menjadi salah satu isu prioritas pembangunan kesehatan nasional.
Prosesi penerimaan mahasiswa KKNT berlangsung di Aula Sehati Puskesmas Bantimurung, Kamis (4/6/2026), dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, organisasi profesi kebidanan, serta sivitas akademika ITKESMU Sidrap.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan membawa misi sosial untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat.
Mengoptimalkan Pangan Lokal untuk Mencegah Stunting
Pada pelaksanaan KKNT tahun ini, mahasiswa mengangkat tema:
“Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Pangan Lokal dalam Pencegahan Stunting pada Bayi dan Balita.”
Tema tersebut dipilih karena memiliki relevansi tinggi dengan kondisi masyarakat saat ini. Banyak keluarga yang masih menganggap pemenuhan gizi harus bergantung pada makanan mahal, padahal berbagai sumber pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa berupaya mengedukasi masyarakat bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya pangan lokal yang mudah diperoleh, ekonomis, dan berkelanjutan.
Konsep tersebut sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga serta memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat sejak usia dini.
Program Kerja Menyentuh Langsung Masyarakat
Selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan KKNT, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan tersebut meliputi:
Edukasi gizi keluarga
Penyuluhan kesehatan ibu dan anak (KIA)
Pendampingan keluarga berisiko stunting
Demonstrasi pengolahan pangan lokal bergizi
Penguatan peran kader kesehatan dan posyandu
Sosialisasi pola asuh dan pemenuhan nutrisi balita
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara ilmu kesehatan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan nyata yang dihadapi warga sehari-hari.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Tenaga Kesehatan
Kehadiran mahasiswa ITKESMU Sidrap mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak di Kabupaten Maros.
Sekretaris Camat Bantimurung, Muhammad Hasan, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya upaya pencegahan stunting yang menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bantimurung, dr. Rita Idris, S.Ked., berharap berbagai program yang dijalankan mahasiswa dapat memperkuat layanan kesehatan yang selama ini telah berjalan melalui puskesmas dan posyandu.
Dukungan serupa juga datang dari Lurah Kalabbireng, Ahmad Efendi, S.Sos., yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program pengabdian tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan mahasiswa akan menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Sinergi Akademisi dan Organisasi Profesi
Pelaksanaan KKNT ini juga mendapatkan dukungan dari organisasi profesi kebidanan.
Turut hadir Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kabupaten Maros, Bdn. Siti Nurbaya, S.ST., M.Kes., serta Penanggung Jawab Klaster 2 Puskesmas Bantimurung, Bdn. Debora, S.ST., M.Kes.
Keterlibatan para profesional kebidanan tersebut menjadi bukti bahwa seluruh kegiatan mahasiswa berada dalam pengawasan dan pendampingan tenaga kesehatan yang kompeten.
Hal ini sekaligus memastikan setiap program edukasi dan intervensi yang dilakukan tetap mengacu pada standar kesehatan yang berlaku.
Wujud Nyata Kampus Berdampak
Bagi ITKESMU Sidrap, pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui KKNT ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami persoalan kesehatan dari sisi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya mencari solusi bersama masyarakat.
Pengalaman lapangan seperti ini menjadi bekal berharga bagi calon tenaga kesehatan agar memiliki kompetensi profesional sekaligus sensitivitas sosial yang tinggi ketika terjun ke dunia kerja nantinya.
5 Fakta Menarik KKNT ITKESMU Sidrap di Maros
1. Fokus pada Pencegahan Stunting
Mahasiswa mengusung tema pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal untuk meningkatkan status gizi bayi dan balita.
2. Lokasi Pengabdian di Kabupaten Maros
Program dilaksanakan di Kelurahan Kalabbireng, Kecamatan Bantimurung, salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pangan lokal.
3. Didukung Organisasi Profesi Bidan
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan langsung dari PC IBI Kabupaten Maros dan tenaga kesehatan setempat.
4. Program Berlangsung Selama Empat Pekan
Mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.
5. Mengintegrasikan Ilmu dan Pengabdian
KKNT menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kebidanan secara langsung dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.
Membangun Generasi Sehat Dimulai dari Hari Ini
Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Di baliknya terdapat tantangan besar terkait kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, setiap langkah kecil yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi dan kesehatan memiliki arti yang sangat besar.
Kehadiran mahasiswa S1 Kebidanan ITKESMU Sidrap di Kelurahan Kalabbireng menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kepedulian sosial, lahirlah solusi yang mampu memberikan dampak nyata. Dari Bantimurung, semangat kolaborasi itu kini tumbuh bersama harapan akan lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih cerdas, dan bebas dari stunting.















