-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Kuliah dari Taiwan! Mahasiswa Bisnis Digital UMS Rappang Selesaikan UAS Berbasis Industri Global

    Satry Polang
    Selasa, 23 Juni 2026, Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T10:44:49Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Kuliah dari Taiwan! Mahasiswa Bisnis Digital UMS Rappang Selesaikan UAS Berbasis Industri Global



    NarasiRakyat.id — Transformasi pendidikan tinggi terus menunjukkan wajah barunya. Jika dahulu perkuliahan identik dengan ruang kelas dan tatap muka, kini mahasiswa dapat belajar dari berbagai belahan dunia tanpa mengurangi kualitas capaian akademik.


    Hal tersebut dibuktikan oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Digital (Bisdig) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) yang saat ini tengah menjalani Program Magang Internasional di Taiwan. Meski berada ribuan kilometer dari kampus, mereka tetap mampu menyelesaikan Project Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Desain Komunikasi Visual (DKV) secara optimal melalui sistem pembelajaran daring berbasis proyek.


    Mahasiswa semester 4 dan semester 6 yang tersebar di berbagai lokasi magang di Taiwan mengikuti proses pembelajaran dan presentasi project secara online dengan tetap memenuhi target capaian pembelajaran yang telah ditetapkan program studi.


    Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan modern tidak lagi dibatasi oleh ruang dan jarak, melainkan oleh komitmen, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.


    Belajar Langsung dari Dunia Industri Internasional

    Dalam pelaksanaan UAS DKV, mahasiswa diberikan tantangan untuk mengembangkan media promosi digital yang relevan dengan kebutuhan nyata di lingkungan tempat mereka melaksanakan magang.


    Melalui pendekatan Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi dengan konsep Outcome Based Education (OBE), mahasiswa merancang berbagai produk komunikasi visual seperti poster promosi digital, konten media sosial, hingga materi branding sederhana untuk UMKM, program sosial, maupun unit usaha tempat mereka bekerja.


    Berbeda dengan tugas akademik konvensional, proyek yang dikerjakan mahasiswa kali ini berangkat dari hasil observasi langsung terhadap kebutuhan industri dan masyarakat di lapangan.


    Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan desain yang menarik secara visual, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan komunikasi yang dihadapi oleh mitra magang.

    Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.


    Dari Ruang Magang Menjadi Ruang Belajar

    Pada sesi monitoring dan presentasi yang dilakukan secara daring, mahasiswa memaparkan proses perancangan karya mulai dari identifikasi kebutuhan, analisis target audiens, penyusunan konsep visual, hingga implementasi desain yang digunakan oleh mitra.


    Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana proses pembelajaran dapat tetap berjalan efektif meskipun mahasiswa berada di luar negeri.

    Koordinator Mata Kuliah DKV sekaligus Koordinator Program Magang Internasional Taiwan UMS Rappang, Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom., menegaskan bahwa paradigma pendidikan tinggi saat ini telah mengalami perubahan besar.


    “Pembelajaran tidak harus berlangsung di dalam kelas. Mahasiswa dapat belajar di mana saja, termasuk ketika sedang menjalani magang internasional. Yang terpenting adalah capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) tetap tercapai melalui aktivitas yang terukur dan relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.


    Menurutnya, pengalaman magang internasional justru menjadi ruang belajar terbaik karena mahasiswa dapat mengintegrasikan teori akademik dengan praktik industri secara langsung.


    Mencetak Lulusan Adaptif dan Berdaya Saing Global

    Wildan menjelaskan bahwa proyek DKV yang dikerjakan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa desain visual, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah berbagai kompetensi penting abad ke-21.


    Mulai dari kemampuan berpikir kritis, analisis masalah, kreativitas, komunikasi visual, kolaborasi lintas budaya, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam konteks global.


    Kemampuan tersebut menjadi modal utama bagi mahasiswa Bisnis Digital untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.


    "Mahasiswa belajar memahami kebutuhan klien, memecahkan masalah komunikasi, dan menghasilkan solusi yang dapat digunakan secara nyata. Inilah bentuk pembelajaran yang berdampak," jelasnya.


    Sejalan dengan Transformasi Pendidikan Tinggi Nasional

    Pelaksanaan pembelajaran fleksibel yang diterapkan UMS Rappang juga sejalan dengan visi besar transformasi pendidikan tinggi yang terus didorong pemerintah.


    Rektor UMS Rappang, Prof. H. Jamaluddin Ahmad, selama ini konsisten mendorong implementasi pembelajaran inovatif yang berorientasi pada luaran (outcome) dan pengalaman nyata mahasiswa.


    Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang memberikan ruang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada kompetensi lulusan.


    Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga pengalaman profesional yang memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja internasional.


    Lima Fakta Menarik Mahasiswa Bisnis Digital UMS Rappang di Taiwan

    1. Mengikuti UAS dari Luar Negeri

    Mahasiswa tetap mengikuti Ujian Akhir Semester meskipun sedang menjalani magang internasional di Taiwan.

    2. Menggunakan Pendekatan Project Based Learning

    UAS DKV tidak berbentuk ujian tertulis, melainkan proyek nyata yang langsung diterapkan di lingkungan industri dan masyarakat.

    3. Menghasilkan Produk yang Digunakan Mitra

    Karya yang dibuat mahasiswa berupa poster digital, konten media sosial, dan media promosi yang dapat digunakan secara langsung oleh mitra magang.

    4. Mengintegrasikan Kuliah dan Dunia Kerja

    Mahasiswa mempraktikkan teori perkuliahan sekaligus menyelesaikan kebutuhan komunikasi visual industri secara nyata.

    5. Membangun Kompetensi Global

    Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya dan pengalaman kerja internasional.


    Bukti Bahwa Pendidikan Tidak Lagi Mengenal Batas

    Apa yang dilakukan mahasiswa Bisnis Digital UMS Rappang di Taiwan menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan tinggi terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.


    Ruang kelas kini tidak lagi dibatasi oleh tembok kampus. Dunia industri, lingkungan masyarakat, bahkan negara lain telah menjadi laboratorium pembelajaran yang kaya pengalaman dan tantangan.


    Melalui Program Magang Internasional Taiwan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional di sektor industri dan jasa, tetapi juga tetap mampu menyelesaikan kewajiban akademik dengan kualitas yang terjaga.


    Inilah wajah baru pendidikan tinggi yang sesungguhnya: menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning), menghubungkan teori dengan praktik, serta mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap bersaing di tingkat global.


    Bagi UMS Rappang, keberhasilan ini bukan sekadar capaian akademik, melainkan bukti bahwa kampus daerah pun mampu melahirkan mahasiswa berkelas dunia yang siap membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

    Komentar

    Tampilkan