![]() |
Musyawarah Kerja PTK 2026/2027 SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang Siapkan Program Berdampak dan Kinerja Terukur |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Musyawarah Kerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang berlangsung pada 23, 24, dan 26 Juni 2026 di Aula Unaizah SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang.
Mengusung tema “Penguatan Profesionalisme dan Kompetensi Pedagogik Pendidik dan Tenaga Kependidikan demi Mewujudkan Kinerja Terukur dan Program Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, serta penguatan budaya kerja sekolah selama satu tahun ke depan.
Musyawarah kerja tersebut diikuti seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang dengan semangat kolaborasi, evaluasi, dan perencanaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Menyusun Arah Pendidikan yang Lebih Terukur
Dalam dunia pendidikan modern, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, koordinasi, dan tata kelola lembaga.
Karena itu, musyawarah kerja menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program sekolah berjalan secara sistematis, terarah, realistis, dan dapat diukur keberhasilannya.
Melalui forum ini, seluruh unsur sekolah bersama-sama membahas berbagai program prioritas, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), target capaian kinerja, hingga penguatan peran setiap divisi struktural dalam mendukung visi besar sekolah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarpendidik agar seluruh program yang dirancang mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik, orang tua, dan masyarakat.
Kepala Sekolah Dorong Partisipasi Aktif dan Program Berdampak
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang, Ust. Abdul Malik, S.Pd.I., Gr., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa musyawarah kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk melahirkan gagasan dan program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan program sekolah sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam proses perencanaan maupun pelaksanaannya.
“Musyawarah kerja ini menjadi momentum penting untuk menyusun program yang terukur, realistis, dan berdampak. Saya berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif memberikan ide, masukan, dan gagasan terbaik demi kemajuan SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang,” ujarnya.
Ust. Abdul Malik juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja maksimal sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Ia berharap seluruh program yang dirumuskan dalam musyawarah kerja dapat menjadi pedoman bersama dalam menjalankan amanah pendidikan selama satu tahun ke depan.
Fokus pada Profesionalisme dan Kompetensi Pedagogik
Tema yang diangkat dalam musyawarah kerja tahun ini mencerminkan komitmen SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Profesionalisme dan kompetensi pedagogik menjadi dua aspek utama yang terus diperkuat agar para pendidik mampu menghadirkan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.
Selain membahas program pembelajaran, forum ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai capaian tahun sebelumnya serta penyusunan strategi peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dengan demikian, setiap program yang dirancang tidak hanya berfokus pada administrasi sekolah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perkembangan akademik, karakter, dan spiritual peserta didik.
Menyatukan Visi untuk Pendidikan Qurani yang Unggul
Sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pembelajaran akademik, SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.
Melalui musyawarah kerja ini, seluruh pendidik diajak untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, serta memiliki kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Perencanaan yang matang diyakini menjadi fondasi penting dalam menghasilkan program-program pendidikan yang lebih efektif dan berdampak luas.
Lima Fakta Menarik Musyawarah Kerja PTK SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang
1. Digelar Selama Tiga Hari
Musyawarah kerja berlangsung pada 23, 24, dan 26 Juni 2026 dengan berbagai agenda strategis penyusunan program sekolah.
2. Mengangkat Tema Profesionalisme Guru
Fokus utama kegiatan adalah penguatan kompetensi pedagogik dan profesionalisme pendidik serta tenaga kependidikan.
3. Menyusun Program Satu Tahun Penuh
Forum ini menjadi dasar penyusunan program kerja sekolah dan seluruh divisi struktural untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
4. Melibatkan Seluruh PTK
Seluruh guru dan tenaga kependidikan SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang terlibat aktif dalam proses perencanaan dan evaluasi.
5. Berorientasi pada Dampak Nyata
Setiap program yang disusun diarahkan agar memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
Dari Perencanaan yang Baik, Lahir Pendidikan yang Berkualitas
Musyawarah kerja bukan hanya tentang menyusun jadwal dan program tahunan. Lebih dari itu, forum ini merupakan langkah awal dalam membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, sekolah dituntut untuk mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Melalui Musyawarah Kerja PTK Tahun Ajaran 2026/2027, SD Qur’ani Al Ikhlash Rappang kembali menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, profesional, dan berdampak.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum ini, seluruh civitas sekolah optimistis dapat mewujudkan berbagai program yang tidak hanya berhasil di atas kertas, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh peserta didik, orang tua, dan masyarakat luas.
Karena pendidikan yang hebat selalu dimulai dari perencanaan yang matang, kerja sama yang kuat, dan komitmen yang dijaga bersama.














