-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    UMS Rappang Cetak Rekor, Raih Pendanaan Riset Nasional Lebih dari Rp2 Miliar

    Satry Polang
    Sabtu, 06 Juni 2026, Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T11:09:53Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    UMS Rappang Cetak Rekor, Raih Pendanaan Riset Nasional Lebih dari Rp2 Miliar



    NARASIRAKYAT  – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi kampus yang dikenal aktif dalam pengembangan riset dan pengabdian masyarakat tersebut setelah berhasil meraih pendanaan penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) dengan total nilai mencapai lebih dari Rp2 miliar.


    Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan kualitas penelitian dosen UMS Rappang, tetapi juga menjadi bukti bahwa kampus yang berada di Kabupaten Sidenreng Rappang mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar di Indonesia dalam kompetisi riset yang sangat ketat.


    Keberhasilan itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, pada Sabtu (6/6/2026).


    Menurutnya, sebanyak 13 proposal penelitian dosen UMS Rappang dinyatakan lolos pendanaan Kemdiktisaintek RI Tahun Anggaran 2026.


    “Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Tidak hanya dari jumlah proposal yang lolos, tetapi juga dari nilai pendanaan yang berhasil diperoleh. Tahun ini menjadi salah satu capaian pendanaan penelitian terbesar yang pernah diraih UMS Rappang,” ujarnya.


    Untuk Pertama Kalinya, Dua Proposal Hilirisasi Riset Lolos Sekaligus

    Dari seluruh proposal yang lolos, perhatian terbesar tertuju pada Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026.


    Program ini dikenal sebagai salah satu skema pendanaan paling kompetitif di Indonesia karena melibatkan persaingan ribuan proposal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.


    Tahun ini, UMS Rappang berhasil mencatat sejarah baru dengan meloloskan dua proposal sekaligus pada program bergengsi tersebut.


    “Program Hilirisasi Riset ini sangat kompetitif karena harus bersaing dengan ribuan dosen dan ribuan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, tahun ini UMS Rappang berhasil meloloskan dua proposal sekaligus,” ungkap Ahmad Mustanir.


    Keberhasilan tersebut menjadi indikator penting bahwa kualitas penelitian dosen UMS Rappang tidak hanya memenuhi standar akademik nasional, tetapi juga memiliki potensi untuk diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.


    SIBERAS, Inovasi Digital Desa yang Didanai Hampir Rp1 Miliar

    Proposal dengan nilai pendanaan terbesar berasal dari Program Hilirisasi Riset Strategis Inovasi Sosial yang didukung melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).


    Penelitian tersebut berjudul:

    “Hilirisasi Produk Teknologi Aplikasi SIBERAS sebagai Platform Digital Governance Pemerintahan Desa dan BUMDes yang Siap Operasional.”


    Program ini diketuai oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, bersama tim peneliti yang terdiri atas:

    • Assoc. Prof. Dr. Rais Rahmat

    • Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir

    • Dr. Pratiwi Ramlan, S.Farm., Apt., M.AP.

    • Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom.


    Menurut Ahmad Mustanir, proposal tersebut memperoleh pendanaan LPDP sebesar Rp489.294.000.

    Menariknya, mitra program juga memberikan dukungan dana dalam jumlah yang sama sehingga total nilai program mendekati Rp1 miliar.


    “Ini merupakan pendanaan terbesar yang kami peroleh tahun ini. Dari LPDP sebesar Rp489 juta lebih dan dari mitra juga sebesar Rp489 juta lebih, sehingga totalnya mendekati Rp1 miliar,” jelasnya.


    Program tersebut akan diimplementasikan pada sejumlah desa di Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai model penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis teknologi digital.


    Pappulung Aroppoe Tembus Program Hilirisasi Industri

    Prestasi berikutnya datang dari proposal kedua yang berhasil menembus Program Hilirisasi Riset Prioritas (BOPTN) Skema Ajakan Industri Tahun 2026.


    Proposal tersebut berjudul:

    “Pappulung Aroppoe.”

    Program ini diketuai oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Rais Rahmat, bersama tim yang terdiri atas:

    • Dr. Sandi Lubis

    • Untung Swardoyo

    • Muhammad Bibin

    • Aksal Mursalat


    Program ini memperoleh pendanaan signifikan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan inovasi yang memiliki nilai manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia industri.


    Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa hasil riset dosen UMS Rappang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan solusi konkret bagi kebutuhan pembangunan.


    Budaya Riset yang Semakin Kuat

    Jika digabungkan dengan 11 proposal lainnya yang juga dinyatakan lolos pendanaan, total dana penelitian yang berhasil dibawa pulang UMS Rappang pada tahun 2026 mencapai lebih dari Rp2 miliar.


    Angka tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar sepanjang sejarah pengembangan riset di kampus tersebut.


    Keberhasilan ini juga menunjukkan semakin kuatnya budaya penelitian di lingkungan UMS Rappang.

    Dalam beberapa tahun terakhir, kampus ini terus mendorong dosen untuk aktif menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.


    Ahmad Mustanir menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

    “Pendanaan ini menjadi bukti bahwa dosen-dosen UMS Rappang mampu bersaing di tingkat nasional serta menghasilkan riset yang memiliki nilai manfaat bagi pembangunan daerah maupun nasional,” tegasnya.


    Dari Publikasi Menuju Hilirisasi dan Solusi Nyata

    Dunia pendidikan tinggi saat ini tidak lagi hanya menuntut penelitian yang berakhir di jurnal ilmiah.

    Lebih dari itu, hasil penelitian harus mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberikan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.


    Konsep inilah yang kini menjadi fokus pengembangan riset di UMS Rappang.

    Keberhasilan menembus Program Hilirisasi Riset menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan dosen tidak berhenti pada publikasi, tetapi telah bergerak menuju implementasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.


    Inilah bentuk nyata transformasi perguruan tinggi dari pusat produksi pengetahuan menjadi pusat penciptaan solusi.


    Lima Fakta Menarik Prestasi Riset UMS Rappang 2026

    1. Raih Pendanaan Lebih dari Rp2 Miliar

    Total dana penelitian yang diperoleh UMS Rappang tahun 2026 mencapai lebih dari Rp2 miliar.

    2. Sebanyak 13 Proposal Lolos Pendanaan Nasional

    Jumlah proposal yang lolos menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    3. Dua Proposal Hilirisasi Lolos Sekaligus

    Untuk pertama kalinya dalam sejarah kampus, dua proposal berhasil lolos Program Hilirisasi Riset Prioritas.

    4. Program SIBERAS Hampir Sentuh Rp1 Miliar

    Pendanaan LPDP dan kontribusi mitra membuat nilai program mendekati Rp1 miliar.

    5. Fokus pada Dampak Nyata bagi Masyarakat

    Penelitian diarahkan untuk mendukung tata kelola desa, pemberdayaan masyarakat, dan kebutuhan industri.


    Dari Sidrap untuk Indonesia

    Prestasi ini membuktikan bahwa kualitas riset tidak ditentukan oleh lokasi kampus, melainkan oleh komitmen, kerja keras, dan budaya akademik yang dibangun secara konsisten.


    Dari Kabupaten Sidenreng Rappang, para dosen UMS Rappang menunjukkan bahwa inovasi dan penelitian berkualitas mampu lahir dari daerah dan bersaing di panggung nasional.


    Lebih dari sekadar angka miliaran rupiah, keberhasilan ini adalah tentang kepercayaan negara terhadap kemampuan para peneliti daerah untuk menghadirkan solusi bagi bangsa.


    Dan ketika hasil riset mulai dihilirisasikan serta diterapkan di tengah masyarakat, saat itulah penelitian menemukan makna tertingginya: menjadi kekuatan yang menghadirkan perubahan nyata.


    UMS Rappang kini tidak hanya dikenal sebagai kampus yang aktif melakukan penelitian, tetapi juga sebagai kampus yang berhasil membawa hasil riset menuju manfaat konkret bagi pembangunan daerah dan Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan