![]() |
Indra Gandi Mahasiswa FKIP UMS Rappang Temukan Metode Efektif Tingkatkan Kreativitas Menulis Puisi |
NARASIRAKYAT — Di tengah tantangan pembelajaran bahasa dan sastra yang sering dianggap membosankan oleh sebagian siswa, inovasi dalam metode pembelajaran menjadi kebutuhan yang semakin penting. Guru tidak lagi cukup hanya mengajarkan teori dan struktur bahasa, tetapi juga dituntut mampu membangkitkan imajinasi, kreativitas, serta emosi peserta didik.
Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Indra Gandi, menghadirkan sebuah penelitian yang menawarkan pendekatan berbeda dalam pembelajaran menulis puisi.
Penelitian tersebut dipresentasikan dalam ujian skripsi yang berlangsung di Ruang Ujian FKIP UMS Rappang, Sabtu (6/6/2026), sebagai salah satu syarat penyelesaian studi sarjana.
Melalui penelitian berjudul “Pengaruh Penggunaan Lembar Stimulus Emosi terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah Rappang”, Indra berhasil menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menyentuh sisi emosional siswa dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan menulis puisi.
Ketika Emosi Menjadi Sumber Kreativitas
Dalam dunia sastra, puisi tidak hanya lahir dari kemampuan merangkai kata-kata. Puisi sering kali muncul dari pengalaman batin, perasaan, imajinasi, dan refleksi emosional seseorang.
Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran dalam penelitian yang dilakukan Indra Gandi.
Ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi siswa sebelum dan sesudah penggunaan lembar stimulus emosi, sekaligus menguji sejauh mana media tersebut memengaruhi hasil belajar siswa.
“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi siswa sebelum dan sesudah penggunaan lembar stimulus emosi, sekaligus menguji pengaruh penggunaannya terhadap kemampuan menulis puisi siswa,” jelas Indra saat memaparkan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji.
Menurutnya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menulis puisi karena kurang mampu menghubungkan pengalaman emosional dengan proses kreatif yang mereka lakukan.
Lembar stimulus emosi hadir sebagai media yang membantu siswa membangun imajinasi dan mengekspresikan perasaan mereka melalui karya sastra.
Berlandaskan Teori yang Kuat
Penelitian ini menggunakan landasan teori Stimulus-Organism-Response (SOR) yang memandang proses belajar sebagai respons terhadap rangsangan tertentu.
Dalam konteks penelitian ini, lembar stimulus emosi berfungsi sebagai stimulus yang diterima siswa, kemudian diproses melalui kondisi internal mereka, seperti perasaan, emosi, dan imajinasi, sebelum akhirnya menghasilkan respons berupa karya puisi.
Pendekatan ini dianggap relevan karena menulis puisi merupakan aktivitas yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif, tetapi juga unsur afektif yang sangat kuat.
Dengan memberikan stimulus yang tepat, siswa dapat lebih mudah menemukan ide, memilih diksi, serta mengekspresikan gagasan dalam bentuk puisi yang lebih bermakna.
Hasil Penelitian Tunjukkan Peningkatan Signifikan
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes menulis puisi pada tahap pretest dan posttest.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji Paired Sample t-Test untuk menguji hipotesis penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada kemampuan menulis puisi siswa setelah penggunaan lembar stimulus emosi.
Nilai rata-rata siswa meningkat dari 54,05 pada tahap pretest menjadi 73,45 pada tahap posttest.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan karya puisi yang lebih baik setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan media stimulus emosi.
Lebih lanjut, hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p < 0,000, yang berarti hipotesis alternatif diterima.
Temuan tersebut menjadi bukti ilmiah bahwa penggunaan lembar stimulus emosi efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Rappang.
Tidak Hanya Lulus Skripsi, Hasil Penelitian Juga Terbit di Jurnal Ilmiah
Salah satu nilai tambah dari penelitian ini adalah keberhasilannya menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah yang telah dipublikasikan pada JBSI (Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia) yang terakreditasi Sinta 4.
Publikasi tersebut menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya memenuhi syarat akademik pada tingkat sarjana, tetapi juga memiliki kontribusi ilmiah yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan akademisi dan praktisi pendidikan.
Hal ini menjadi indikator bahwa penelitian mahasiswa UMS Rappang semakin mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Apresiasi dari Tim Penguji
Ujian skripsi tersebut dipimpin oleh:
Dr. Jumiati Lanta, S.Pd., M.Pd. (Ketua Penguji)
Dr. Suhartini Khalik, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Penguji)
Nurlaelah, S.Pd., M.Pd. (Pembimbing I)
Suleha, S.Pd., M.Pd. (Pembimbing II)
Saifullah, S.Pd., M.Pd. (Anggota Penguji)
Ketua Penguji, Dr. Jumiati Lanta, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas tema penelitian yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Indonesia saat ini.
Menurutnya, pembelajaran bahasa dan sastra tidak boleh hanya berorientasi pada aspek pengetahuan semata, tetapi juga harus mampu mengembangkan sisi emosional dan kreativitas peserta didik.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dan sastra tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga harus mampu menyentuh sisi afektif siswa. Lembar stimulus emosi menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berekspresi siswa dalam menulis puisi,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi guru bahasa Indonesia dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan berpusat pada pengalaman belajar siswa.
Lima Fakta Menarik Penelitian Indra Gandi
1. Mengangkat Pendekatan Emosional dalam Pembelajaran
Penelitian memanfaatkan emosi sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis puisi.
2. Nilai Siswa Meningkat Signifikan
Rata-rata nilai meningkat dari 54,05 menjadi 73,45 setelah penggunaan lembar stimulus emosi.
3. Menggunakan Teori SOR
Penelitian didasarkan pada teori Stimulus-Organism-Response yang banyak digunakan dalam kajian perilaku dan pembelajaran.
4. Teruji Secara Statistik
Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi p < 0,000 yang membuktikan efektivitas metode secara ilmiah.
5. Sudah Dipublikasikan di Jurnal Terakreditasi
Luaran penelitian telah diterbitkan di JBSI yang terakreditasi Sinta 4.
Ketika Pendidikan Menyentuh Hati, Kreativitas Pun Tumbuh
Penelitian Indra Gandi menghadirkan pesan penting bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mengisi pikiran siswa dengan pengetahuan, tetapi juga menyentuh hati mereka.
Dalam pembelajaran sastra, emosi bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, emosi dapat menjadi sumber inspirasi yang memperkaya proses berpikir dan kreativitas peserta didik.
Melalui penelitian ini, terbukti bahwa ketika siswa diberikan ruang untuk merasakan, membayangkan, dan mengekspresikan pengalaman emosional mereka, kemampuan menulis pun berkembang lebih baik.
Bagi dunia pendidikan, temuan ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran yang efektif bukan hanya soal metode mengajar, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Dan dari ruang ujian skripsi di FKIP UMS Rappang, lahirlah sebuah gagasan sederhana namun penting: bahwa selembar stimulus emosi dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk menemukan kata-kata, menyusun puisi, dan mengekspresikan dunia yang mereka rasakan.















