![]() |
| Ribuan Pelayat Antar Kepergian Tokoh Muhammadiyah Pemersatu umat Drs. H. Ahyaruddin Hakim |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sidenreng Rappang atas wafatnya salah satu tokoh Muhammadiyah, birokrat senior, pendidik, sekaligus pemersatu umat, Drs. H. Ahyaruddin Hakim, M.A.P., Sabtu (25/7/2026).
Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 08.10 WITA di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dalam usia 68 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan, pemerintahan, dan gerakan dakwah di Kabupaten Sidrap.
Suasana duka begitu terasa sejak jenazah tiba di rumah duka di Jalan Mustika No. 3 Rappang, belakang Masjid Taqwa Muhammadiyah Rappang. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan berdatangan memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sederhana, santun, dan penuh dedikasi.
Perhatian masyarakat semakin tertuju ketika Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, secara langsung mengemudikan ambulans yang mengantar jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir. Tindakan tersebut menjadi simbol penghormatan mendalam seorang kepala daerah kepada tokoh yang selama hidupnya telah mengabdikan diri untuk masyarakat, pemerintahan, pendidikan, dan dakwah Islam.
Usai dishalatkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Rappang selepas waktu Asar, jenazah kemudian dimakamkan di Pekuburan Muhammadiyah Lautang Salo, Kelurahan Macorawalie, diiringi doa dan linangan air mata keluarga, sahabat, kolega, tokoh agama, civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, serta masyarakat.
Jejak Pengabdian yang Panjang
Lahir di Rappang, 10 Oktober 1958, Ahyaruddin Hakim dikenal sebagai sosok yang mengabdikan hampir seluruh perjalanan hidupnya untuk pelayanan publik.
Kariernya dimulai sebagai PLKB BKKBN Sidrap pada tahun 1983 sebelum dipercaya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Sidrap selama dua periode. Setelah itu beliau kembali mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap, mulai dari Kepala Seksi, Kepala Bidang, hingga menjabat Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sidrap.
Di bidang akademik, beliau menjadi dosen di STISIP/Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, mendedikasikan ilmu Administrasi Publik yang diperolehnya dari Program Magister STIA LAN Makassar kepada generasi muda.
Tokoh Muhammadiyah dan Pemersatu Umat
Pengabdian almarhum tidak hanya berhenti di pemerintahan.
Beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sidenreng Rappang periode 2000–2005, kemudian menjadi penasihat Muhammadiyah, Ketua FKUB Sidrap, Ketua Bagian Pleno MUI Sidrap, Dewan Penasehat MUI, hingga Ketua BAZNAS Kabupaten Sidrap periode 2018–2023.
Berbagai jabatan tersebut dijalankan dengan semangat melayani tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Karena itulah beliau dikenal sebagai sosok yang mampu merangkul semua kalangan dan menjadi jembatan persatuan antarumat.
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang dalam pernyataan belasungkawanya menyampaikan bahwa almarhum merupakan dosen sekaligus teladan yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan kampus dan penguatan nilai-nilai Muhammadiyah.
Lima Fakta Menarik tentang Almarhum
1. Pernah menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap pada periode 2000–2005 dan terus aktif membina persyarikatan hingga akhir hayat.
2. Mengabdikan diri di tiga bidang sekaligus, yakni pemerintahan, pendidikan tinggi, dan organisasi keagamaan.
3. Pernah menjadi Anggota DPRD Sidrap selama dua periode, sebelum kembali berkarier sebagai birokrat.
4. Memimpin berbagai lembaga strategis, di antaranya FKUB Sidrap, BAZNAS Sidrap, MUI, serta Dewan Pendidikan Kabupaten Sidrap.
5. Kepergiannya diantar langsung oleh Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif yang mengemudikan ambulans, sebuah penghormatan yang menyentuh hati masyarakat dan menjadi simbol penghargaan atas dedikasi panjang almarhum.
Warisan Keteladanan
Di balik sederet jabatan yang pernah diemban, Ahyaruddin Hakim lebih dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, mudah bergaul, dan tidak pernah berhenti memberikan nasihat kepada generasi muda.
Bagi keluarga besar Muhammadiyah, beliau adalah kader yang konsisten menjaga nilai dakwah. Bagi pemerintah, beliau merupakan birokrat berintegritas. Bagi mahasiswa, beliau adalah dosen yang mengajarkan bukan hanya teori, tetapi juga keteladanan dalam pengabdian.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, namun jejak pengabdiannya akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya bagi agama, bangsa, dan daerah.
"Sesungguhnya manusia terbaik adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain." Nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan hidup almarhum Drs. H. Ahyaruddin Hakim, M.A.P.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan menghadapi musibah ini.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.















