-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Takziah Hj. Nurwahidah H.P. Cukke’ Digelar di Baranti, Keluarga dan Jamaah Kenang Sosok Ramah dan Ahli Ibadah

    Satry Polang
    Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T12:55:01Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Takziah Hj. Nurwahidah H.P. Cukke’ Digelar di Baranti, Keluarga dan Jamaah Kenang Sosok Ramah dan Ahli Ibadah


    BARANTI, NARASIRAKYAT.ID — Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Hj. Nurwahidah H.P. Cukke’. Kepergian almarhumah meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para jamaah yang selama ini mengenal sosoknya sebagai pribadi yang ramah, aktif bermasyarakat, dan dekat dengan kegiatan keagamaan.

    Sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa, keluarga menggelar acara takziah pada Jumat, 18 September 2026, pukul 19.00 WITA, bertempat di depan Masjid Al Khaerat, Baranti.


    Hikmah takziah disampaikan oleh Gurutta KH. Dr. Abdul Malik Tibe, S.H.I., M.A., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidenreng Rappang.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi keluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhumah serta memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.


    Sosok yang Dikenang karena Keramahan

    Bagi orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya, Hj. Nurwahidah H.P. Cukke’ dikenang sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.

    Keberadaannya di tengah masyarakat tidak hanya terlihat dalam hubungan sosial sehari-hari. Almarhumah juga dikenal turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan manasik yang berkaitan dengan perjalanan ibadah para jamaah.


    Kehadiran dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari interaksi yang membuat almarhumah memiliki kedekatan dengan keluarga besar dan para jamaah.

    Karena itu, kabar kepergiannya tidak hanya menjadi duka bagi keluarga inti, tetapi juga dirasakan oleh mereka yang pernah mengenal dan berinteraksi dengannya.


    Dekat dengan Kegiatan Keagamaan

    Di balik kesehariannya, almarhumah juga dikenal sebagai sosok yang tekun beribadah.

    Nilai-nilai keagamaan yang melekat dalam kehidupannya menjadi salah satu hal yang dikenang keluarga dan orang-orang di sekitarnya.


    Dalam suasana kehilangan, kenangan tentang kebaikan seseorang sering kali menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan. Bukan sekadar mengenang sosoknya, tetapi juga meneruskan nilai-nilai baik yang pernah ditanamkan semasa hidup.

    Kepergian seseorang pada akhirnya menjadi pengingat bagi yang masih hidup tentang pentingnya memanfaatkan waktu untuk berbuat baik, mempererat silaturahmi, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


    Ibunda dari Keluarga Pengelola Travel Raudhatul Jannah

    Hj. Nurwahidah H.P. Cukke’ merupakan ibunda dari Ust. Dr. Azhar Burhanuddin, Ust. H. Ashar Burhanuddin, dan Hj. Nurfadillah Burhanuddin.

    Ketiganya dikenal dalam pengelolaan Travel Raudhatul Jannah dan PT. Almarhamah Cahaya Utama, yang berkaitan dengan pelayanan perjalanan ibadah dan kegiatan keagamaan.


    Kedekatan almarhumah dengan kegiatan manasik membuat sosoknya juga dikenal oleh sebagian jamaah yang mengikuti kegiatan tersebut.

    Dalam suasana duka, hubungan tersebut menjadi bagian dari kenangan yang membuat kepergian almarhumah terasa semakin mendalam.


    Takziah Menjadi Ruang Menguatkan Keluarga

    Takziah bukan sekadar berkumpul setelah seseorang meninggal dunia.

    Di dalam tradisi masyarakat dan kehidupan keislaman, takziah menjadi momentum untuk menyampaikan belasungkawa, mendoakan orang yang telah berpulang, sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.


    Kehadiran masyarakat juga menjadi bentuk nyata bahwa keluarga tidak menghadapi masa duka seorang diri.

    Melalui doa dan silaturahmi, rasa kehilangan diharapkan dapat dijalani dengan lebih kuat dan penuh keikhlasan.


    Lima Fakta tentang Takziah Hj. Nurwahidah H.P. Cukke’

    1. Digelar pada Jumat, 18 September 2026
    Acara takziah berlangsung pukul 19.00 WITA.

    2. Berlokasi di depan Masjid Al Khaerat Baranti
    Lokasi tersebut menjadi tempat keluarga dan masyarakat berkumpul untuk mengikuti rangkaian takziah.

    3. Hikmah disampaikan Ketua MUI Sidrap
    Gurutta KH. Dr. Abdul Malik Tibe, S.H.I., M.A., dijadwalkan menyampaikan hikmah takziah.

    4. Almarhumah dikenal aktif bermasyarakat
    Semasa hidup, Hj. Nurwahidah dikenal ramah dan turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan masyarakat dan keagamaan, termasuk manasik.

    5. Kepergian almarhumah meninggalkan duka bagi keluarga dan jamaah
    Selain keluarga, para jamaah yang mengenal almarhumah turut merasakan kehilangan atas kepergiannya.


    Doa untuk Almarhumah

    Kepergian Hj. Nurwahidah H.P. Cukke’ mengingatkan bahwa setiap perjumpaan dalam kehidupan pada akhirnya akan sampai pada sebuah perpisahan.

    Yang tersisa kemudian adalah doa, amal kebaikan, dan kenangan baik yang ditinggalkan.


    Keluarga dan masyarakat yang mengenal almarhumah kini memiliki satu cara terbaik untuk mengenangnya: mendoakan dan meneruskan kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidup.

    Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhumah, menerima amal ibadahnya, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.


    Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.

    Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

    Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

    Komentar

    Tampilkan