-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    14 Hektare Lahan Terbakar di Watang Pulu Sidrap, Titik Api Masih Terdeteksi

    Satry Polang
    Selasa, 25 Agustus 2026, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T07:59:58Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    14 Hektare Lahan Terbakar di Watang Pulu Sidrap, Titik Api Masih Terdeteksi


    SIDRAP, NARASIRAKYAT.ID — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Dalam sehari, Senin, 24 Agustus 2026, dua lokasi di Kecamatan Watang Pulu dilanda kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai sekitar 14 hektare.


    Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang menyebutkan, kebakaran terjadi di Kelurahan Batu Lappa dan Desa Lainungeng.


    Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Kelurahan Batu Lappa sekitar pukul 14.30 Wita, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±3 hektare.


    Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Desa Lainungeng sekitar pukul 16.30 Wita. Area terdampak di lokasi tersebut diperkirakan mencapai ±11 hektare.


    Dengan demikian, total lahan yang terdampak dalam dua kejadian tersebut mencapai sekitar 14 hektare.


    Api Membakar Lahan di Dua Lokasi


    Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi pada periode musim kemarau ketika kondisi lahan di sejumlah wilayah Sidrap relatif kering.


    Di Kelurahan Batu Lappa, api menghanguskan sekitar tiga hektare lahan. Sementara di Desa Lainungeng, area yang terbakar jauh lebih luas, mencapai sekitar 11 hektare.


    Petugas bersama aparat pemerintah setempat dan masyarakat bergerak melakukan penanganan di lokasi. Peninjauan dan asesmen juga dilakukan untuk mengetahui kondisi lapangan serta dampak kebakaran.


    Namun, berdasarkan laporan terkini, masih terdapat beberapa titik api yang perlu mendapatkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.


    Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pencegahan penyebaran api menjadi penting, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas akibat kondisi lahan yang kering.


    BPBD, Damkar dan Warga Bersinergi


    Penanganan kebakaran melibatkan TRC BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang, Damkar, aparat kelurahan/desa setempat serta masyarakat.


    Tim melakukan peninjauan lokasi, koordinasi dengan pemerintah setempat, penanganan kebakaran, asesmen serta dokumentasi kondisi lapangan.


    Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam merespons kebakaran lahan secara cepat. Selain memadamkan api, petugas juga perlu memastikan perkembangan titik api dan mengantisipasi potensi penyebaran ke area lain.


    Pemerintah dan petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi terkini di lapangan.


    Tidak Ada Korban Jiwa


    Di tengah luasnya area lahan yang terbakar, laporan sementara menunjukkan tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.


    Data Pusdalops BPBD Sidrap mencatat:


    - Meninggal dunia: Nihil

    - Mengungsi: Nihil

    - Luka-luka: Nihil

    - Total area terdampak: ±14 hektare

    - Taksiran kerugian: Belum tersedia


    Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan atau pendataan sehingga belum dapat dipastikan.


    Kebakaran Lahan Jadi Peringatan di Musim Kering


    Kebakaran lahan tidak hanya berdampak pada vegetasi yang terbakar. Dalam kondisi tertentu, api dapat dengan cepat menjalar apabila didukung angin dan kondisi lahan yang kering.


    Karena itu, munculnya kebakaran di dua lokasi berbeda dalam satu wilayah kecamatan pada hari yang sama menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat.


    Masyarakat yang berada di sekitar lahan terbuka diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama ketika kondisi cuaca dan vegetasi sedang kering.


    Langkah sederhana seperti memastikan api benar-benar padam setelah aktivitas pembakaran dan segera melaporkan kepulan asap atau titik api dapat membantu mempercepat respons petugas.


    Lima Fakta Menarik Kebakaran Lahan Watang Pulu


    1. Terjadi di dua lokasi dalam satu hari

    Kebakaran dilaporkan terjadi di Kelurahan Batu Lappa dan Desa Lainungeng, Kecamatan Watang Pulu, pada Senin, 24 Agustus 2026.


    2. Total area terdampak mencapai ±14 hektare

    Sekitar tiga hektare lahan terbakar di Batu Lappa dan sekitar 11 hektare di Desa Lainungeng.


    3. Kebakaran terjadi pada sore hari

    Kejadian pertama dilaporkan sekitar pukul 14.30 Wita, sedangkan kejadian kedua sekitar pukul 16.30 Wita.


    4. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi

    Laporan sementara mencatat nihil korban meninggal, luka-luka maupun warga yang mengungsi.


    5. Titik api masih ditemukan

    Kondisi terkini menunjukkan masih terdapat beberapa titik api sehingga pemantauan dan penanganan masih diperlukan.


    Waspada, Api Kecil Bisa Menjadi Bencana Besar


    Kebakaran lahan di Batu Lappa dan Lainungeng menjadi pengingat bahwa musim kering membutuhkan kewaspadaan bersama.


    Ketika satu titik api dapat berkembang menjadi area terbakar yang luas, pencegahan menjadi jauh lebih penting daripada penanganan setelah api membesar.


    Kolaborasi petugas, pemerintah dan masyarakat menjadi kunci. Kecepatan melapor, kehati-hatian dalam menggunakan api serta kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah kejadian serupa.


    Karena menjaga lahan dari api bukan hanya tugas petugas pemadam. Ia adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi lingkungan, masyarakat dan ruang hidup generasi mendatang.

    Komentar

    Tampilkan